Rumus Praktis Mengatasi Homesick dan Kesepian saat Hidup Sendiri. Nggak Perlu Diratapi~

Cara mengatasi homesick dan kesepian

Ponselku berbunyi, tanda sebuah pesan singkat masuk. Malam itu, aku tengah sendirian di kamar kos.

“Kapan pulang, Nduk?”

Pertanyaan itu terasa sangat menusuk dada. Rasanya sangat ingin pulang, tapi aku cuma bisa membalas, “Masih tiga bulan lagi, Pak.” Sebagai mahasiswa, aku memang jarang pulang. Terhitung hanya dua kali dalam setahun saat liburan akhir semester saja. Jarak kampung halaman dan kota perantauan cukup jauh dan membutuhkan ongkos yang tak sedikit. Mau nggak mau, aku harus pandai menahan kerinduan pada rumah.

Nyatanya homesick bukan satu-satunya tantangan hidup sendiri. Meski dikelilingi banyak teman, aku sering merasa kesepian. Sebenarnya, aku menyukai kesendirian dan hampir tak pernah merasa sepi. Sayangnya, memasuki bangku kuliah, perasaan hampa terasa sangat mencengkeram. Pertemanan yang kubangun kurang bermakna. Sementara itu, aku dan beberapa teman dekat sudah jarang berkomunikasi. Kami menempuh pendidikan di kota yang berbeda.

Ketika merantau untuk kedua kali usai mendapatkan pekerjaan pertama, aku sudah tahu caranya mengatasi homesick dan kesepian. Perasaan yang menderaku 6 tahun silam ternyata rentan dialami juga oleh orang-orang yang hidup sendiri. Makanya, kupikir perlu berbagi rumus praktis ini agar nggak ada lagi jiwa-jiwa kesepian yang tengah berjuang hidup dan jauh dari keluarga.

Inilah yang terjadi pada seseorang yang mengalami homesick dan kesepian saat hidup sendiri. Perasaan ini wajar kok. Tenang~

Kangen rumah | Illustration by Hipwee

Ketika kita bepergian, meninggalkan rumah, atau merantau ke kota lain, perasaan rindu rumah itu akan menyusup pelan-pelan dalam dada pada waktunya. Meskipun kita sudah siap dan mantap hidup sendiri, homesick bisa menyerang kapan saja dan hal itu normal. Menukil HuffPost, Joshua  Klapow, psikolog klinis dan profesor Kesehatan Masyarakat di University of Alabama Birmingham menyatakan bahwa homesick berkaitan dengan keterikatan.

Kerinduan ini dipicu perasaan tidak nyaman secara fisik dan emosional di tempat baru. Pasalnya, otak manusia menyukai sesuatu yang konsisten dan stabil. Sementara itu, merantau ke tempat lain berlawanan dengan kestabilan tersebut. Bahkan, perasaan rindu bisa jadi nggak berhubungan dengan situasi masa lalu, lo. Orang yang lahir di rumah tangga kurang ideal misalnya, masih bisa merasakan kerinduan pada rumah ketika merantau.

Sama halnya dengan homesick, kesepian merupakan perasaan normal yang bisa dirasakan oleh siapa pun. Nah, orang-orang yang hidup sendiri kadang kala paling rentan mengalaminya. Sementara itu, banyak faktor yang menyebabkan kesepian seperti kurangnya interaksi fisik dengan orang lain atau minimnya hubungan bermakna dalam pergaulan.

Kendati kesepian adalah hal wajar, kita perlu waswas kalau perasaan tersebut terus-menerus muncul. Apalagi, kalau sampai berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental.

Mengutip Healthline, selama kita tahu asal dari perasaan sepi yang menghinggapi, maka kita lebih mudah mengelola dan mencari solusinya. Contohnya nih, kita merasa sepi karena kekurangan interaksi fisik. Jangan hanya berdiam diri di dalam kamar kos. Cobalah jalin pertemanan sebanyak mungkin dan ajak mereka untuk menghabiskan waktu bersama.

Rumus mengatasi homesick supaya nggak sampai mengganggu kesehatan mental dan fisik. Terapkan pelan-pelan~

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini