11 Bekal Penting agar Terhindar dari Kejahatan Saat Hidup Sendiri. Nggak Waswas Lagi~

tips menghindari kejahatan hidup sendiri

Malam itu, Mila (nama samaran) langsung meneleponku dengan tangis yang pecah. Dari suaranya, aku paham betul kalau ia sedang panik. Berkali-kali ia meminta tolong. Ia mengulang pertanyaan yang sama, “Aku harus apa?”

Ya, Mila adalah seorang mahasiswa tingkat akhir di sebuah kota. Lantaran tempat tinggal jauh dari kampusnya, ia akhirnya memilih indekos khusus cewek. Di rumah bertingkat tiga itu, ia menyewa sebuah kamar sendirian. Suatu malam, menjelang pukul 23.00 WIB, Mila pulang dengan raut wajah yang lelah. Selepas mengikuti pembelajaran di kelas pada sore hari, ia menghabiskan sisa waktu dengan kegiatan organisasi.

Sesampainya di kamar kos, Mila segera merebahkan badan. Letihnya sudah memuncak dan kantuk pun terus mendesaknya untuk cepat terlelap. Nah, di tengah-tengah tidurnya, ia mulai merasakan keanehan. Tangannya seperti diusap-usap pelan oleh seseorang. Dengan kesadaran yang belum kembali sempurna, ia mengabaikan dan menganggapnya mimpi semata. Namun….. usapan itu bergerak dan beralih ke pipinya. Kali ini, Mila tersentak. Pasalnya, sentuhan tangan itu terasa nyata. Mustahil kalau sekadar mimpi saja, pikirnya.

Setelah berusaha keras membuka mata, Mila melihat seseorang berlari kencang, keluar dari kamarnya. Kejadian yang amat cepat itu tentu membuatnya syok. Mila hanya bisa terduduk kaget dengan wajah yang sembab. Ketakutan yang bercampur kepanikan itu menyebabkan air matanya luruh.

Apa yang dialami Mila nyatanya bukan satu-satunya. Banyak orang yang hidup sendiri rentan menghadapi tindak kriminalitas. Berada dari jauh dari orang terdekat seperti keluarga, kita yang hidup sendiri kadang menjadi sasaran empuk buat para pelaku kejahatan.

Makanya, ketika hidup sendiri, kita perlu bekal untuk menjaga diri supaya kita tetap selamat dan aman di kala jauh dari orang-orang tersayang.

1. Pastikan kamar tidak memiliki akses ke plafon. Soalnya, plafon sering kali menguntungkan pelaku saat melancarkan aksi kejahatan

Salah satu tindak kejahatan yang dikhawatirkan saat hidup sendiri adalah pencurian. Nggak sedikit lo cerita orang-orang yang kemalingan di kos atau kontrakan. Apalagi, kalau tempat tinggal kita di perantauan nggak dilengkapi sistem keamanan yang cukup ketat, pencuri pun dengan mudah melenggang masuk untuk mengambil barang-barang berharga.

Memilih tempat tinggal menjadi proses krusial ketika kita akan tinggal sendirian demi menghindari kejahatan. Selain memastikan lingkungan sekitar kondusif, aman, dan nyaman, pastikan kalau kamar tidak memiliki akses ke plafon. Pasalnya, pelaku memanfaatkan plafon untuk masuk ke kamar yang jadi sasaran. Hanya dengan mengantongi informasi kamar dengan akses ke plafon atau langit-langit, aksi pelaku pun lancar.

Nggak kebayang kan kalau beneran kejadian?

2. Hayo, siapa yang biasanya mencabut kunci setelah menutup pintu dari dalam? Jangan lakukan lagi ya, kawan~

Kita mungkin sudah paham, mengunci pintu merupakan bentuk menjaga keamanan. Ketika meninggalkan tempat tinggal, pintu harus dalam keadaan terkunci. Sehingga, orang-orang yang berniat jahat nggak bisa masuk rumah dengan leluasa. Menjelang tidur malam pun, semua pintu dan jendela harus dikunci dulu supaya maling nggak punya celah untuk menggeledah rumah.

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini