7 Cara Merawat Kucing Persia agar Sehat, Bebas Kutu, dan Lebat Bulunya

cara merawat kucing persia

Kucing dikenal populer menjadi hewan peliharaan karena wajahnya yang lucu dan tingkahnya yang menggemaskan, termasuk di antaranya kucing persia. Kucing jenis persia ini memiliki ciri khas berupa bulunya yang lebat dibandingkan dengan kucing lain. Semakin menggemaskan karena kucing ini umumnya gemuk, tambun, dan besar. Bentuk hidungnya juga lebih pesek dan berwajah bulat.

Advertisement

Kucing persia juga memiliki beberapa jenis khusus, ada yang peaknose, medium, himalaya, dan lain sebagainya. Namun secara garis besar mereka memiliki beberapa kesamaan sikap yang membuat kucing persia semakin diminati sebagai hewan peliharaan. Kucing persia dikenal manja, lembut, dan tenang. Selain itu mereka juga  termasuk kucing yang penuh kasih sayang dan mudah beradaptasi di lingkungan baru.

Nampak menggemaskan dan cocok menjadi peliharaan, namun tidak memungkiri bahwa kucing persia juga memerlukan perawatan khusus. Berikut ini cara merawat kucing persia agar sehat, bebas kutu, dan berbulu lebat.

1. Kebersihan adalah nomor satu, pastikan sediakan kandang yang selalu bersih

Pastikan kucing nyaman / Photo by Анастасия Грачева from Pexels

Baik cara merawat kucing persia himalaya hingga kucing persia medium, kandang yang bersih merupakan kebutuhan wajib. Intinya segala jenis kucing memerlukan kandang yang bersih dan nyaman agar kucing tetap sehat dan tidak stres. Pastikan bersihkan kandang secara rutin termasuk membersihkan sisa-sisa makanan yang berjatuhan.

Advertisement

Tempatkan kandang di ruangan agak terbuka, agar sirkulasi udara dalam kandang juga lancar dan  sinar matahari juga tetap bisa masuk. Kandang kotor dan tidak terawat bisa menjadi sarang penyakit, terlebih lagi kucing persia lebih mudah terkena penyakit daripada kucing kampung (domestik short hair).

2. Sediakan tempat pasir khusus untuk buang air kucing persia, rutin dibersihkan ya!

Sediakan pasir kucing / Credit: Unsplash Picture by CasarsaGuru

Memelihara kucing persia, maka perlu menyiapkan bak pasir yang bermanfaat sebagai tempat untuk kucing dapat melakukan defekasi (poop) dan urinasi. Pasir berfungsi sebagai media untuk mengurangi bau dan mengeringkan kotoran kucing. Pilihlah pasir kucing yang nyaman untuk kucing dan mudah dibersihkan, seperti pasir jenis zeolit.

Selain itu, pemilik juga mesti melakukan toilet training agar kucing bisa buang air di bak pasir yang sudah disediakan. Anak kucing biasanya sudah bisa melakukan toilet training pada minggu ke empat. Hal ini berbeda dari cara merawat kucing persia yang baru lahir, mereka perlu dibantu untuk membersihkan diri dan kotorannya.

Advertisement

3. Sediakan tempat makan dan minum khusus, karena lidah kucing persia yang cenderung pendek, maka pastikan tempat makannya nggak terlalu cekung

Sendirikan tempat makan kucing / Photo by Fernando Jorge on Unsplash

Pastikan pilih tempat makan yang nggak terlalu cekung karena lidah kucing yang tidak begitu panjang. Taruh tempat makan di posisi yang sama agar kucing bisa mengenal di mana ia bisa mencari makanannya. Memberikan tempat makan khusus kucing merupakan salah satu dasar dari cara memelihara kucing persia bagi pemula. Selain itu, kucing akan bisa makan tanpa berantakan atau tercecer ke mana-mana.

4. Berikan makanan sehat dan bergizi pada kucing, sesekali berikan minyak ikan agar bulu kucing persia tetap lebat

Beri makan kucing yang bergizi / Photo by Piotr Musioł on Unsplash

Bagi pemilik kucing, pastinya menjaga asupan makanan bergizi merupakan hal wajib yang harus dilakukan. Nggak harus selalu mahal, kamu bisa membuatkan makan kucing sendiri sebagai cara merawat kucing persia dengan biaya murah. Tapi, pastikan komposisinya seimbang ya SoHip, sesekali berikan suplemen tambahan seperti minyak ikan.

Minyak ikan mengandung omega-3 yang baik untuk kulit dan bulu kucing persia. Minyak ikan juga bisa digunakan untuk obat berbagai penyakit seperti sakit ginjal, mengurangi kolesterol, dan masih banyak lainnya. Penggunaan minyak ikan secara keseluruhan merupakan cara yang baik untuk merawat kucing, termasuk cara merawat kucing anggora serta jenis lain yang bukan persia.

5. Rawat kucing persia dengan rutin memandikannya menggunakan sampo khusus dan sisir bulunya setiap hari agar tidak menggumpal

Menyisir kucing / Photo by Gustavo Fring from Pexels

Secara umum, National Cat Groomers of America merekomendasikan kucing untuk dimandikan 4-6 minggu sekali. Hal ini perlu dilakukan agar bulunya tidak kusut dan tetap sehat. Namun jika kucing terpapar kotoran atau zat berbahaya, segera mandikan kucing.

Gunakan sampo khusus untuk kucing yang memiliki khasiat anti kutu. Setelah mandi, jangan lupa keringkan dan sisir bulu kucing. Menyisir bulu kucing persia dianjurkan dilakukan setiap hari untuk menghindari bulu yang bisa saja menggumpal dan membuat kucing terlihat dekil.

6. Bantu bersihkan bagian-bagian tubuh yang sulit dijangkau. Mata kucing persia peaknose cenderung sensitif dan sering sakit, lo!

Peaknose / Photo by Sergey Semin on Unsplash

Merawat kebersihan kucing perlu dilakukan secara rutin, termasuk pula bagian-bagian yang sulit dijangkau seperti telinga, gigi, mata, dan kuku. Bagian telinga dan mulut ini sangat sulit dijangkau kucing dan mengakibatkan bau tidak enak pada kucing. Makanya, menjaga bagian tersebut tetap bersih merupakan cara merawat kucing persia agar tidak bau. Bersihkan telinga menggunakan cotton bud dengan hati-hati, gigi kucing dapat dibersihkan dengan cara menggosok gigi menggunakan sikat gigi berbulu lembut dan pasta khusus kucing.

Mata kucing juga harus dibersihkan secara teratur terutama kucing dengan hidung pesek atau peaknose. Cara merawat kucing persia peaknose di bagian mata adalah dengan membersihkannya dengan kapas basah secara lembut. Terakhir, jangan lupakan kuku kucing persia yang perlu dibersihkan dan dipotong secara teratur.

7. Berikan vaksin secara berkala agar kucing terlindungi dari virus dan penyakit, minimal usia kucing persia 6-8 minggu

Kucing persia / Photo by Vikram Nair on Unsplash

Tak kalah penting, vaksin pada kucing bisa membentuk daya tahan tubuh agar kucing menjadi lebih kuat dan kebal beberapa penyakit. Pemberian vaksin ini termasuk ke dalam cara merawat kucing persia umur 2 atau 3 bulan. Hal tersebut dikarenakan vaksin akan tidak efektif bila diberikan di usia yang terlalu kecil.

Pada usia sekitar 3 bulan, kucing harus mendapatkan vaksinasi ulangan agar sistem kekebalan tubuh mereka menjadi lebih optimal. Setelah tahapan yang kedua, kucing memerlukan vaksinasi ulang secara rutin setiap tahun.

Nah, itu tadi cara merawat kucing persia agar tetap sehat, berbulu lebat dan pastinya bebas kutu. Walaupun terkadang ribet, kita harus merawat mereka dengan baik sebagai bentuk tanggung jawab dan kasih sayang ya SoHip~

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE