Kopi hari ini sudah menjadi minuman yang menemani keseharian banyak orang, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja kantoran. Kombinasi rasa unik dan efek kafein yang membuat mata lebih melek menjadi alasan dicintainya minuman ini.
Namun, di tengah popularitasnya, ada anggapan bahwa minum kopi bikin dehidrasi tubuh. Anggapan tersebut berkaitan dengan efek diuretik yang dimiliki oleh Kafein dalam kopi. Lantas, benarkah hal tersebut?
Menjawab klaim tersebut, kami sudah merangkum beberapa mitos dan fakta terkait dengan klaim dehidrasi akibat minum kopi ini. Penasaran?
Simak mitos dan faktanya di bawah ini!
Mitos: Minum Kopi Bikin Dehidrasi

Sumber gambar: canva.com
Anggapan yang paling sering terdengar adalah minum kopi bikin dehidrasi alias membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada jumlah cairan yang masuk.
Faktanya, tidak sesederhana itu.
Kafein memang memiliki efek diuretik. Artinya, konsumsi kafein bisa meningkatkan pembentukan urine. Namun, seberapa besar efek tersebut bisa berbeda-beda tergantung dosis kafein, kebiasaan konsumsi, kondisi tubuh, aktivitas fisik, hingga jumlah cairan yang diminum.
Sebuah meta-analisis terhadap 16 penelitian dengan 28 ukuran efek menemukan bahwa kafein memang meningkatkan produksi urine, tetapi efeknya relatif kecil. Dalam penelitian tersebut, median dosis kafein sekitar 300 mg dan peningkatan volume urine rata-rata sekitar 109 ml atau 16 persen dibandingkan kondisi tanpa kafein.
Jadi, lebih sering buang air kecil setelah minum kopi bukan berarti tubuh otomatis kehilangan cairan dalam jumlah yang menyebabkan dehidrasi.
Fakta: Kopi Tetap Memberikan Cairan untuk Tubuh

Sumber gambar: canva.com
Lalu, kalau kopi memiliki efek diuretik, ke mana perginya cairan yang terkandung di dalam kopi?
Sebagian besar kopi tentu saja terdiri dari air. Artinya, ketika kamu minum kopi, cairan tersebut tetap masuk ke dalam tubuh dan berkontribusi terhadap asupan cairan harian.
Dalam kondisi konsumsi normal, cairan dari kopi bisa mengimbangi sebagian atau seluruh efek peningkatan produksi urine akibat kafein.
Berbagai penelitian mengenai keseimbangan cairan juga menunjukkan bahwa konsumsi minuman berkafein dalam jumlah moderat tidak secara konsisten menyebabkan gangguan keseimbangan cairan pada orang sehat.
Jadi, jangan membayangkan bahwa setelah minum secangkir kopi, seluruh cairan yang baru saja masuk akan langsung “terbuang” melalui urine.
Mitos: Kalau Jadi Sering Buang Air Kecil, Berarti Dehidrasi

Sumber gambar: canva.com
Pernah merasa ingin buang air kecil tidak lama setelah minum kopi? Kondisi tersebut memang bisa terjadi.
Kafein bisa mempengaruhi fungsi ginjal dan meningkatkan produksi urine. Pada sebagian orang, konsumsi kafein juga bisa membuat frekuensi atau rasa ingin buang air kecil meningkat.
Namun, sering buang air kecil tidak sama dengan dehidrasi.
Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang diperoleh sehingga keseimbangan cairan terganggu. Karena itu, frekuensi buang air kecil saja tidak cukup untuk menentukan apakah seseorang mengalami dehidrasi.
Ada banyak faktor lain yang ikut berpengaruh, seperti jumlah cairan yang diminum, aktivitas fisik, keringat, suhu lingkungan, makanan, dan kondisi kesehatan.
Dengan kata lain, jangan langsung menyimpulkan tubuh kekurangan cairan hanya karena lebih sering ke kamar mandi setelah menikmati kopi.
Fakta: Jumlah Kafein yang Dikonsumsi Tetap Berpengaruh
Sumber gambar: canva.com
Meski anggapan minum kopi bikin dehidrasi hanya sebatas mitos, namun bukan berarti jumlah kafein boleh diabaikan.
Efek diuretik kafein bisa menjadi lebih terlihat ketika dikonsumsi dalam dosis tinggi. Bahkan salah salah satu penelitian pada peminum kopi menyebutkan bahwa konsumsi sekitar 6 mg kafein per kilogram berat badan menghasilkan efek diuretik akut yang lebih besar.
Masalahnya, kandungan kafein dalam kopi tidak selalu sama.
Kopi seduh, espresso, kopi instan, dan berbagai minuman kopi siap minum bisa memiliki kadar kafein yang berbeda. Bahkan, dua gelas kopi dengan ukuran yang sama belum tentu mengandung jumlah kafein yang identik.
Karena itu, jumlah cangkir saja tidak selalu bisa digunakan untuk memperkirakan berapa banyak kafein yang masuk ke tubuh.
Mitos: Kopi Harus Dihindari Sebelum Olahraga

Sumber gambar: canva.com
Selain anggapan minum kopi bikin dehidrasi, ada juga anggapan bahwa minum kopi sebelum olahraga sebaiknya dihindari, karena kafein dapat membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan.
Sebenarnya, tidak ada alasan untuk melarang konsumsi kopi sebelum olahraga secara umum hanya karena efek diuretiknya.
Meta-analisis mengenai kafein dan produksi urine menemukan bahwa efek diuretik lebih terlihat ketika seseorang berada dalam kondisi istirahat. Saat tubuh aktif atau berolahraga, efek tersebut jauh lebih kecil dan dalam analisis tersebut tidak berbeda secara signifikan.
Review mengenai kafein, keseimbangan cairan, dan olahraga juga menyimpulkan bahwa konsumsi kafein tidak otomatis menyebabkan gangguan keseimbangan cairan-elektrolit atau menurunkan toleransi panas ketika berolahraga.
Namun, bukan berarti kopi bisa menggantikan kebutuhan hidrasi selama olahraga.
Jika kamu berolahraga dalam waktu lama, terlebih ketika cuaca panas, tubuh akan kehilangan cairan melalui keringat. Dalam kondisi seperti itu, mencukupi kebutuhan cairan tetap menjadi hal yang penting.
Fakta: Respons Setiap Orang terhadap Kafein Bisa Berbeda

Sumber gambar: canva.com
Tidak semua orang merasakan efek kopi dengan cara yang sama.
Ada orang yang langsung ingin buang air kecil setelah minum secangkir kopi. Ada pula yang hampir tidak merasakan perubahan apa pun.
Perbedaan tersebut bisa dipengaruhi oleh kebiasaan mengonsumsi kafein, sensitivitas individu, faktor genetik, obat-obatan, kondisi kesehatan, hingga jumlah kafein yang dikonsumsi.
Orang yang jarang minum kopi juga bisa memberikan respons yang berbeda dibandingkan mereka yang sudah terbiasa mengkonsumsi kafein setiap hari.
Jadi, pengalaman seseorang setelah minum kopi tidak bisa begitu saja dijadikan patokan untuk semua orang.
Jadi, Benarkah Minum Kopi Bikin Dehidrasi?
Setelah melihat berbagai fakta di atas, klaim bahwa minum kopi bisa bikin dehidrasi pada dasarnya tidak sepenuhnya benar.
Kafein memang memiliki efek diuretik dan dalam dosis tertentu bisa meningkatkan produksi urine. Namun, pada konsumsi moderat, cairan yang terdapat dalam kopi tetap berkontribusi terhadap asupan cairan tubuh.
Jadi, secangkir kopi di pagi hari bukan berarti tubuh kamu langsung mengalami kekurangan cairan.
Yang lebih penting justru memperhatikan jumlah kafein, kondisi tubuh, aktivitas, dan total asupan cairan sepanjang hari.
Jika kamu hanya menikmati satu atau dua cangkir kopi dan tetap memenuhi kebutuhan cairan, tidak ada alasan untuk langsung menganggap kopi sebagai penyebab dehidrasi.
Ringkasnya, kopi bukanlah “penguras cairan” yang otomatis membuat tubuh dehidrasi. Kafein memang bersifat diuretik, namun efek tersebut tidak sama dengan dehidrasi, terutama ketika kopi dikonsumsi dalam jumlah moderat oleh orang sehat. Semoga bermanfaat.