Panduan Isolasi Mandiri di Rumah Sesuai Anjuran Kemenkes. Yuk, Sembuh!

Panduan isolasi mandiri di rumah

Pandemi covid-19 belum usai, protokol kesehatan tetap harus dijalankan untuk menghambat laju penyebaran virus ini. Lonjakan kasus positif beberapa kali menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal ini menyebabkan ketersediaan tempat perawatan di rumah sakit dan fasilitas isolasi mandiri yang disediakan pemerintah kian menipis. Pemerintah pun mengimbau masyarakat yang terkonfirmasi covid-19 dengan status OTG (Orang Tanpa Gejala) untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. Selain lebih aman, isolasi mandiri di rumah juga memberi kesempatan bagi pasien dengan gejala sedang hingga berat untuk mendapat perawatan intensif.

Advertisement

Menjalani isolasi mandiri di rumah bukanlah hal yang sepele. Baik pasien maupun keluarga benar-benar harus memahami protokol isolasi mandiri di rumah. Apalagi jika ada anggota keluarga yang negatif atau ada yang rentan terhadap virus, maka jangan sampai pasien menularkan virus pada yang lain. Nah, apa saja syarat isolasi mandiri di rumah dan bagaimana persiapannya? Berikut Hipwee ulas panduan isolasi mandiri di rumah berdasarkan anjuran dari Kemenkes. Yuk, cermati!

1. Pastikan pasien dan keluarga sudah lapor ke satgas covid-19 setempat dan mendapat obat untuk isloasi mandiri di rumah

Panduan isolasi mandiri di rumah

Lapor pada satgas covid-19 setempat | Credit by Ketut Subiyanto on Pexels

Usai terkonfirmasi positif covid-19 dan dinyatakan berstatus OTG, maka pasien disarankan untuk melakukan isolasi mandiri. Sebelum memutuskan isolasi mandiri di rumah, hendaknya pasien atau keluarga melapor pada satgas covid-19 setempat supaya mendapat pantauan dari Dinas Kesehatan. Pastikan kondisi kesehatan pasien memenuhi syarat dari petugas untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.

Selain itu, keluarga juga harus melapor ke RT/ RW supaya mendapat pengawasan dan mengondisikan masyarakat di sekitar tempat tinggal. Biasanya masyarakat akan membantu proses disinfektasi lingkungan dan kebutuhan pangan jika dibutuhkan. Jadi langkah ini sangat penting dilakukan!

Advertisement

2. Syarat isolasi mandiri di rumah, pasien harus menempati kamar tidur dan menggunakan kamar mandi yang terpisah dengan anggota keluarga yang lain

Panduan isolasi mandiri di rumah kemenkes

Menempati kamar yang terpisah | Credit by Gritsiv.foto on depositphoto

Kamar tidur terpisah dengan anggota keluarga yang negatif adalah syarat utama yang harus dipenuhi untuk bisa isolasi mandiri di rumah. Kamar tidur bersama dengan non pasien jelas akan menularkan virus dengan mudah. Selain itu, jika di rumah terdapat anggota keluarga yang rentan terhadap virus seperti lansia, penderita penyakit kronis, ibu hamil, dan bayi, maka lebih baik diungsikan ke rumah kerabat lebih dulu.

Jika nggak memungkinkan memisah kamar mandi antara keluarga yang negatif dengan pasien, maka penyemprotan disinfektan harus dilakukan secara rutin. Terutama di sekitar ruangan atau bagian yang disentuh pasien. Misalnya pintu, keran, ember, pengunci pintu, gayung atau shower. Begitu pun dengan urusan makan, harus terpisah dengan tempat khusus yang digunakan pasien.

3. Kamar yang digunakan oleh pasien selama isolasi mandiri di rumah harus memiliki ventilasi udara dan pencahayaan yang baik

cara isolasi mandiri di rumah yang benar

Kamar isloasi pasien | Credit by Tutye on depositphoto

Cara isolasi mandiri di rumah yang benar adalah memilih kamar yang memiliki ventilasi dan pencahayaan yang baik. Hal ini cukup penting untuk memastikan pasien mendapat udara yang bersih dan ruangan yang nggak lembap. Usahakan kamar yang digunakan oleh pasien nggak terlalu dekat dengan ruangan yang sering digunakan oleh keluarga yang lain. Jika hal ini nggak memungkinkan, maka penyemprotan disinfektan harus sering dilakukan di sekitar kamar pasien.

Advertisement

4. Agar cepat sembuh, pasien isolasi mandiri harus menjaga kebersihan kamar termasuk sampah, pakaian kotor, dan alat makan

cara isolasi mandiri di rumah agar cepat sembuh

rutin menyemprot desinfektan | Credit by Matilda Wormwood on Pexels

Kebersihan sangat penting bagi kesembuhan pasien. Maka dari itu, pasien dihimbau berhati-hati dalam mengelola sampah di dalam kamar. Begitu pula dengan pakaian kotor. Jika kondisinya memungkinkan, maka pasien bisa mencuci, menjemur, dan mengangkat jemuran sendiri dan harus terpisah dari keluarga yang lain.

Sama halnya dengan alat makan yang digunakan oleh pasien pun harus terpisah. Jika memungkinkan, lebih baik pasien mencuci alat makannya sendiri. Namun, jika ada keterbatasan tempat atau kendala yang lain, alat makan yang telah digunakan pasien harus disemprot disinfektan lebih dulu sebelum disentuh oleh keluarga yang negatif covid-19.

5. Mengonsumsi makanan bergizi untuk membantu meningkatkan imun tubuh serta rutin minum vitamin, obat, dan memantau suhu tubuh

Panduan isolasi mandiri di rumah

Memantau suhu tubuh | Credit by Halfpoint on depositphoto

Tugas anggota keluarga yang negatif covid-19 adalah menyiapkan makanan untuk pasien. Usahakan pasien mengonsumsi makanan bergizi lengkap. Meski indera perasa dan penciuman terganggu, tapi pasien harus tetap makan dan mengonsumsi vitamin serta obat-obatan yang diberikan oleh petugas selama isolasi mandiri di rumah.

6. Meski sebagai pasien OTG, tetap dilarang berkegiatan di luar kamar, kecuali untuk berjemur dan tetap harus dengan protokol kesehatan

cara isolasi mandiri di rumah dengan keluarga

Selalu gunakan masker saat keluar kamar | Credit by Anna Shvets

Pasien dilarang keluar kamar untuk berkegiatan bersama keluarga yang negatif. Kecuali untuk keperluan kamar mandi dan berjemur dan olahraga kecil tiap pagi, itu pun tetap harus menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak dengan keluarga dan mengenakan masker. Selain pasien, keluarga yang negatif pun harus selalu menggunakan masker apalagi jika berada di dalam ruangan yang dekat dengan kamar pasien.

7. Jika kondisi memburuk atau muncul gejala yang semakin parah, segera hubungi satgas covid-19 setempat

protokol isolasi mandiri di rumah

Segera lapor satgas covid-19 jika gejala semakin parah | Credit by 9nong on depositphoto

Menurut anjuran Kemenkes, isolasi mandiri di rumah paling tidak dilakukan selama 10 hari sebelum dilakukan tes PCR berikutnya. Selama isolasi mandiri, pasien diharuskan memantau gejala yang dialami seperti suhu tubuh, saturasi oksigen dalam darah, dan gejala-gejala lain seperti sakit kepala, nyeri sendi, mual, batuk, dan sakit tenggorokan.

Jika gejala yang dialami semakin parah, maka diharuskan segera menghubungi satgas covid-19 setempat untuk mendapat pertolongan medis. Hal ini juga harus dikomunikasikan pada keluarga di rumah, supaya bisa saling tanggap dan bekerja sama menghadapi kondisi yang darurat.

Nah, itulah cara isolasi mandiri di rumah bagi pasien covid-19 yang berstatus OTG. Jika syarat isolasi mandiri di rumah terpenuhi, maka lebih baik pasien tetap berada di rumah daripada harus isolasi di fasilitas yang disediakan pemerintah. Selain bisa terpantau keluarga, meski harus jaga jarak, pasien juga bisa lebih nyaman dan mudah untuk beristirahat.

Tetap patuhi protokol kesehatan dan saling jaga ya SoHip, semoga pandemi ini segera usai!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE