Berminat Donor Darah? Ini Syarat dan Hal-hal yang Perlu Diketahui

Donor darah adalah proses di mana seseorang secara sukarela memberikan darah mereka untuk maksud dan tujuan transfusi bagi orang lain yang membutuhkan. Secara sederhana, donor darah adalah tindakan mulia di mana kita membagikan apa yang kita miliki untuk orang lain yang membutuhkan.

Lebih dari pada itu, donor darah bukan hanya bisa membantu banyak orang yang membutuhkan. Donor darah juga bisa membantu diri sendiri karena proses ini punya sejumlah manfaat bagi kesehatan sang pendonor. Terdapat keseimbangan dalam proses ini. 

Nah, kalau kamu berminat melakukan donor darah untuk tujuan membantu orang lain sekaligus mendapat manfaat kesehatan, yuk simak dulu sejumlah syarat dan hal penting lainnya yang harus kamu ketahui. 

1. Semua orang dapat melakukan donor darah hanya jika memenuhi persyaratan yang berlaku

Ilustrasi donor darah | Photo by Nguyễn Hiệp on Unsplash

Mengingat siapa saja bisa melakukan donor darah, dan setiap delapan detik ada satu orang yang membutuhkan transfusi darah di Indonesia, melakukan donor darah menjadi suatu sumbangan yang sangat berarti. 

Meski demikian, tetap ada persyaratan umum yang harus dipenuhi jika kamu hendak donor darah. Dikutip dari laman ayodonor.pmi.or.id, syarat umum yang harus dipenuhi calon pendonor adalah seputar kondisi fisik dan kesehatan. 

Palang Merah Indonesia (PMI) menetapkan sejumlah syarat untuk menjadi pendonor darah meliputi sehat jasmani dan rohani, maksimal melakukan donor darah lima kali dalam dua tahun dengan interval tiga bulan sejak donor darah terakhir, serta berusia 17 sampai dengan 65 tahun. Untuk remaja berusia 17 tahun, donor darah bisa dilakukan jika ada izin tertulis dari orang tua. 

Syarat selanjutnya adalah memiliki tekanan darah sistole 100 – 170 dan diastole 70 – 100, kemudian memiliki kadar haemaglobin 12,5% sampai dengan 17,0%. Nah, proses pengecekan syarat ini biasanya dilakukan oleh petugas PMI sebelum melakukan donor darah. Kamu nggak perlu pusing memikirkan bagaimana harus mengetahui hasilnya.

2. Meski ingin, kamu tidak diperbolehkan melakukan donor darah jika…

Ilustrasi menimbang berat badan | Photo by Rostislav_Sedlacek from iStockphoto

Syarat sekaligus pantangan yang nggak kalah penting bagi calon pendonor darah adalah harus memiliki berat badan minimal 45 kilogram. Berat badan ini penting jadi pertimbangan karena jumlah darah dalam tubuh seseorang sesuai dengan proporsi berat dan tinggi badannya. 

Orang dengan berat badan di bawah 45 kilogram dianggap memiliki jumlah darah yang sedikit. Selain itu, orang dengan berat badan terlalu ringan juga lebih berisiko mengalami anemia.

Selain orang dengan berat badan di bawah 45 kilogram, perempuan hamil, orang yang mengidap hipertensi atau hepatitis B dan C juga tidak diperbolehkan mendonorkan darahnya. 

Kondisi kesehatan lain yang tidak memungkinkan seseorang menjadi pendonor darah adalah mengidap penyakit jantung dan paru, menderita kanker, menderita kencing manis, menderita epilepsi, mengidap sifilis, ketergantungan narkoba, kecanduan alkohol, mengidap atau berisiko tinggi terhadap HIV/AIDS, serta alasan kesehatan lain yang oleh dokter tidak disarankan untuk donor darah. 

3. Selain memenuhi syarat, kamu juga harus mengikuti sejumlah panduan agar donor darah berjalan lancar

Ilustrasi proses donor darah | Photo by Nguyễn Hiệp on Unsplash

Nah, setelah yakin akan kesehatan jasmani dan rohani, memiliki berat badan 45 kilogram atau lebih, serta berusia 17 tahun ke atas, kamu bisa langsung mengisi formulir pendaftaran donor darah yang bisa didapat di kantor PMI. 

Setelah mengisi formulir, kamu selanjutnya akan menjalani pemeriksaan, seperti memastikan kondisi berat badan, tekanan darah, kadar haemaglobin hingga golongan darah. Jika lulus pemeriksaan, baru kemudian proses donor darah dilakukan. 

Nah, agar proses donor darah ini berjalan lancar, ada beberapa panduan yang bisa kamu terapkan. Pertama adalah tidur minimal empat jam sebelum proses donor. Kemudian kamu juga disarankan untuk makan tiga hingga empat jam sebelum proses donor dan minum lebih banyak dari biasanya. 

Setelah donor darah, kamu dianjurkan untuk beristirahat paling sedikit 10 menit. Istirahat ini bisa kamu lakukan di lokasi donor darah, di mana kamu biasanya akan disuguhkan makanan khusus donor oleh PMI. 

Setelah beristirahat sejenak, kamu juga bisa langsung beraktivitas, loh. Hanya saja kamu perlu menghindari mengangkat benda berat selama 12 jam setelah donor. Untuk mengembalikan stamina, kamu juga dianjurkan untuk banyak minum hingga 72 jam ke depan. 

4. Selain bermanfaat bagi orang lain, donor darah juga bermanfaat bagi kesehatanmu, loh

Ilustrasi sehat | Photo by Samer Daboul from Pexels

Melansir laman promkes.kemkes.go.id, donor darah memiliki setidaknya tiga manfaat kesehatan bagi sang pendonor. Hal ini juga yang membuat banyak orang tertarik melakukan donor darah selain tentunya untuk membantu orang lain. Lantas, apa saja manfaatnya?

  • Dapat mendeteksi penyakit serius

Karena sebelum donor darah kamu diwajibkan memeriksakan kondisi darah, maka proses ini sekaligus bisa jadi kesempatan untuk mendeteksi penyakit serius seperti HIV, sifilis, hepatitis B dan C, hingga malaria yang bisa segera ditangani jika memang terdeteksi ada padamu. Menariknya, pemeriksaan ini gratis, loh. 

  • Menurunkan risiko terkena penyakit jantung 

Donor darah yang dilakukan secara teratur diketahui bisa menurunkan kekentalan darah yang menjadi salah satu faktor penyebab dari penyakit jantung. 

  • Membantu menurunkan berat badan

Kamu yang tengah menjalani diet untuk menurunkan berat badan bisa mendapatkan benefit tersebut dengan melakukan donor darah secara rutin. Hal ini mungkin terjadi karena rata-rata orang dewasa dapat membakar hingga 650 kalori saat mendonorkan 450 ml darahnya. Untuk diketahui, jumlah darah yang diambil pada satu kali donor setidaknya 470 ml.  

Itu dia syarat umum dan hal penting lainnya termasuk manfaat melakukan donor darah bagi kesehatan yang perlu kamu ketahui. Bagaimana, sudah siap untuk melakukan donor darah? Donor darah adalah langkah sederhana namun penuh makna yang dengan baik bisa mewujudkan keseimbangan hidup, suatu pencapaian yang penting untuk kita upayakan dalam hidup. 

Nah, buat kamu individu yang saat ini tengah mengupayakan keseimbangan hidup, baik itu melalui kegiatan sosial seperti donor darah, atau dengan cara menjalani hidup secara kekinian tanpa melupakan persiapan untuk masa depan, jangan lupa untuk follow akun Instagram @guegensy karena di sana kamu bisa mendapatkan banyak informasi menarik mengenai keseimbangan hidup.

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Kopito Ergo Sum -- Aku minum kopi maka aku ada.

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.