7 Perbedaan Gaya Liburan Antara Turis Indonesia dan Turis Bule. Banyak Juga ya Bedanya!

Beda budaya tentu beda pula gaya liburan para traveler. Tak terkecuali turis Indonesia dan turis asing yang tentu punya perbedaan yang cukup mencolok. Perbedaan ini diakibatkan oleh kultur yang sudah mendarah daging di diri setiap traveler. Ada kultur yang baik, tapi tak jarang kultur buruk. Sayangnya, kebiasaan buruklah yang sering diingat dan jadi stereotype sebuah bangsa.

Advertisement

Kalau ingat turis China, di kepala bayangan kita langsung kebayang kalau semua turis China jorok. Kalau ingat India, selalu baunya yang lebih terasa menyengat. Apa benar demikian? Nggak ya, itu hanya stereotype yang disematkan kepada sebuah negara hanya karena ada segelintir oknum turisnya. Untuk itu kebiasaan buruk bawaan dari dalam negeri harus sementara dikubur dalam-dalam saat traveling. Sepakat?

Yuk coba kita bandingkan gaya liburan turis Indonesia dan turis bule di luar negeri.

Pertama, masalah oleh-oleh. Kalau turis bule jarang beli oleh-oleh, kalau turis Indonesia wajib belanja oleh-oleh yang buanyak. Kalau nggak bisa pusing pas ditagih teman-temannya…

oelh-oleh harus banyak via www.bintang.com

Pernahkah kamu melihat turis bule menenteng belanjaan yang banyak di kedua tangannya? Mungkin ada tapi jarang sekali. Biasanya mereka mencari oleh-oleh khas semisal gantungan kunci, magnet, blangkon, atau kaos. Tapi bandingkan dengan turis Indonesia. Anggaran untuk oleh-oleh pun terkadang lebih besar dibandingkan liburannya sendiri. Tak pelak, turis Indonesia di bandara sepulang liburan selalu membawa banyak tas dan bagasi yang cukup besar. Apalagi orang Indonesia tipikal peminta oleh-oleh. Jangan dibiasakan ya, Gaes!

Advertisement

Kalau di ruang tunggu, perhatikan apa yang dilakukan turis bule dan turis Indonesia. Turis yang disebut pertama biasanya membaca buku atau panduan perjalanan, sementara turis Indonesia pegang gadget sambil cari lubang charger. Ngaku…

baca buku vs main hp via www.hipwee.com

Ruang tunggu bandara atau stasiun yang jadi saksi, betapa berbedanya cara menghabiskan waktu oleh turis bule maupun turis Indonesia. Yang satu membaca buku, sementara yang satunya main instastory sambil check in lokasi. Kalau keabisan baterai sibuk cari  colokan buat ngecas HP. Ya namanya juga hidup, beda itu biasa~

Turis bule biasanya menikmati suasanya dan mengambil gambar sekadarnya. Kalau turis Indonesia, nenteng kamera ke mana-mana, dan hasil fotonya bergiga-giga. Sebagian besar foto selfie semua…

selfie muluk! via gayahidup.republika.co.id

Turis bule liburan untuk refreshing dari penatnya pekerjaannya sehari-hari. Untuk itu, mereka memilih untuk santai dan menikmati suasana liburan. Nggak terlalu sibuk dengan foto-foto, apalagi selfie. Sementara turis Indonesia sebaliknya. Dikit-dikit cekrek, sampai baterai dan memori kamera habis. Langsung unggah Facebook dan Instagram pula.

Turis bule lebih suka solo traveling, sementara turis Indonesia lebih senang traveling ramai-ramai. Makanya open trip laris di Indonesia…

Sendiri nggak berarti nggak seru via herpackinglist.com

Kalau kamu perhatikan, jarang sekali turis bule liburan beramai-ramai. Mereka lebih memilih solo traveling, atau kalau tidak, bersama pasangannya. Sementara orang Indonesia (terutama emak-emak sosialita) lebih suka kalau rame-rame perginya. Biar nggak kagok nggak bisa bahasa Inggris karena ada temannya, hehe.

Advertisement

Simpel vs rempong, begitulah salah satu cara membedakan turis bule dan turis Indonesia…

Udah dibilangin, jangan bawa selemari… via mexicovacationrental.org

Lihat deh kalau bule lagi traveling. Nenteng tas kecil, pake kaos, celana pendek, dan cuma pake sandal. Simpel dan nggak terlalu banyak gaya. Sementara kalau turis Indonesia, apalagi yang belum lama traveling, sering rempong bawa segala macam. Ya entah bajunya berapa, aksesoris buat fotonya sebanyak apa, mereka nggak peduli. Itu sangat berarti bagi turis Indonesia. Sekali lagi nggak semua ya.

Kalau turis bule liburan cukup lama, bisa berminggu-minggu malah. Kalau turis Indonesia cukup Sabtu-Minggu aja, cutinya susah di-acc soalnya

traveling butuh waktu lama via justanotherdigitaldiary.wordpress.com

Untuk negara-negara Eropa, mereka memang punya waktu khusus liburan di musim panas yang sangat panjang, bisa sampai 30 hari. Untuk itu mereka berlibur cukup lama dan menikmati setiap destinasi dengan seksama. Nggak buru-buru. Sementara kalau turis Indonesia selalu nyari liburan pas weekend, syukur-syukur pas dapat long weekend. Maklum cutinya susah Bro…

Nah, kalau ada yang belum masuk daftar, bisa kamu tambahkan di kolom komentar ya. Ya sebisa mungkin budaya kita yang baik dipertahankan sementara yang buruk jangan dibawa traveling deh. Ditinggal aja, kalau perlu dihilangkan sama sekali. Hehehe.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Traveler Baper, Penghulu Kaum Jomblo

328 Comments

  1. Hilarry Lam berkata:

    Exactly ! But I’m not like them ??‍♀️

  2. Bram JJ berkata:

    Hehehehehe.. yang penting kalau liburan to kartu kredit n uang cash cukup hehehe

  3. Muza berkata:

    Hadu indonesia bangets

  4. Siapa tau yg turis Indonesia nya lg jualan online min.. Jgn berburuk sangka dlu wkwk

  5. Aku baca buku donk..dipesawat dikereta bawaanya buku donk??

  6. Gak musim kali buku….kan ada buku online….tinggal baca di smart phone.

  7. Riyant Blongers berkata:

    Bener, bawaan ny ky mau pindahan

  8. Tyan Syah berkata:

    Solo traveler lbh asik ..kali aja dpt kenalan baru sama* traveler biar next travel nya bisa berpasangan ?

  9. Klo pas lgi nunggu, Saya suka baca buku konvensional, baca buku elektronik lwat HP, sambil pasang headphone. Klo traveling suka solo, jadi gak ribet sama temen yg dikit2 minta di fotoin upload IG story, foto makanan, sibuk sama gadgetnya, eww. Pdhal niatnya traveling itu supaya melupakab rutinitas. Knp harus sibuk bergadget ria, chat sana sini, ngurusin dagangan online sgala macem alasannya.. Klo solo traveling atmosfernya pengen kenalan sama org2 baru yg di jumpai,, beda klo sama temen biasanya gak akan ngobrol sama org2 skeliling.

CLOSE