Hipwee Travel akan memberikan liputan khusus destinasi wisata populer di Indonesia. Kami menamainya Reportase Jelajah Wisata. Tiap bulannya kami akan mengupas satu destinasi yang sering jadi impian para traveler. Tak cuma destinasinya saja, kami juga akan membahas sudut pandang dan cerita-cerita lain seputar destinasi tersebut yang tak pernah ternarasikan sebelumnya.

Untuk destinasi bulan ini pilihan kami jatuh ke Sumba, tempat wisata hits yang sering disebut surga yang tertinggal di dunia. Ada 5 tulisan di Reportase Jelajah Wisata Sumba yang akan terbit setiap hari. Simak tulisan pertama yang membahas keindahan Danau Weekuri di Sumba Barat Daya. Yuk simak!

Jika kamu mengetik kata ‘Sumba’ atau ‘Explore Sumba’ di tab pencarian Instagram, jangan kaget kalau ada banyak sekali foto yang akan muncul di sana. Menariknya adalah, foto-foto itu bukan milik orang Sumba melainkan pekerja kantoran di Jakarta. Yap, ketika weekdays mereka bekerja, kalau weekend terbang ke Sumba. Andil anak muda ‘gaul’ dari Jakarta (lengkap dengan kain tenun dan ikat kepala) inilah yang bikin Sumba hits banget seperti sekarang.

Advertisement

Oke, Hipwee Travel bakal banyak nulis tentang Sumba seminggu ke depan. Artikel pertama ini akan membahas tentang destinasi yang biasanya dikunjungi saat pertama kali menginjakkan kaki di Sumba. Yap, bener banget, Danau Weekuri. Danau yang berisi air laut ini memang kerennya kebangetan. Daripada kelamaan, yuk simak ulasannya aja!

Untuk menuju Weekuri Lagoon, kamu harus terbang menuju bandara Tambolaka di Sumba Barat Daya. Danau ini bisa dicapai selama 1 jam perjalanan

danau weekuri saat surut via www.hipwee.com

Ada dua bandara di Pulau Sumba, bandara Tambolaka di Sumba Barat Daya dan bandara Umbe Mehang Kunda di Waingapu, Sumba Timur. Normalnya sih traveler berangkat lewat Tambolaka dan kembali lewat Waingapu. Jika lewat Tambolaka, maka destinasi yang pertama dikujungi biasanya Danau Weekuri.

Butuh satu perjalanan untuk menuju ke Weekuri dari Tambolaka, atau sekitar 35 km jaraknya. Kamu bisa sewa mobil atau motor untuk menuju ke danau tersebut. Sebaiknya kamu naik mobil untuk menuju ke sana karena jalannya kurang mulus. Jalan menuju ke sana awalnya aspal mulus namun ketika mendekati lokasi, jalanan masih berupa batu kapur yang diratakan. Meskipun cukup sulit, tapi sampai sana kamu nggak akan kecewa kok!

Nggak bakal kecewa lah kalau pemandangan kaya gini yang bakal menyambutmu. Danau biru tosca bagaikan surga telah menyapa

sebening kristal via www.pegipegi.com

Advertisement

Danau Weekuri berada di antara karang-karang di tepi laut. Destinasi ini berada di Desa Kalena Rongo, Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya. Air yang mengisi danau ini berasal dari air laut yang masuk melalui sela-sela karang. Maka kedalaman air di danau ini bisa berbeda-beda. Jika surut kedalamannya berkisar antara 30 cm hingga 2,5 meter, tapi saat air sedang pasang kedalaman danau bisa mencapai 5 meter bahkan lebih. Banyak traveler yang senang sekali ketika mengunjungi tempat ini karena spotnya sangat instagramable dan bakal mempercantik feeds Instagram kamu.

Buat kamu yang pengen nyebur sambil lompat, bisa banget kok. Ada anjungan setinggi 5 meter untuk kamu lompat!

Bagi yang suka petualangan, nggak lengkap dong ya kalau nggak lompat dari ketinggian dan nyebur ke dalam danau. Tenang aja, ada kok anjungan buat kamu melompat setinggi 5 meter. Seru banget ‘kan lompat dan nyebur di Weekuri yang begitu terlihat jernih dari atas. Kalau kamu nggak berani, turun lewat tangga aja deh ya. Nggak masalah kok. Bahkan ada sewa ban juga di sana.

Berapa sih tiket masuk ke sana? Sebenarnya tidak ada tiket resmi yang ditarik. Cuma kamu harus berhati-hati dengan guide yang tiba-tiba memandumu

seger banget ya via www.instagram.com

Salah satu kekurangan masyarakat Sumba adalah sulit untuk jujur dalam urusan uang. Di Weekuri juga demikian. Tidak ada loket atau papan bertuliskan harga tiket resmi untuk masuk ke sana. Kamu hanya akan diarahkan untuk parkir lalu tidak ada tiket atau karcis apapun yang kamu terima. Ya cuma modal percaya saja kalau motor atau mobil akan aman di sana.

Tapi jangan kaget kalau tiba-tiba ada warga lokal, entah siapa dia, yang akan mengantarmu berkeliling di Weekuri. Tidak ada perkenalan nama, siapa dia dan profesinya, serta kenapa dia mengantar kami. Ujung-ujungnya pengunjung akan berspekulasi kalau dia adalah guide dan harus dibayar atas jasanya bukan? Tidak ada perkenalan dan perjanjian harga (dia juga tidak bilang jadi guide) tapi mengantar kami ke sana ke mari. Mau nggak mau harus ngasih dia dan nggak mungkin dong kasih 5 ribu atau 10 ribu. Akhirnya, ‘guide’ tersebut kami bayar 50 ribu sebagai tips. Tapi dari raut mukanya ia tidak terima dengan pemberian sejumlah itu. Andai warga Sumba bisa lebih jujur soal harga di awal, pengunjung pun pasti tidak kebingungan. Hal seperti ini terjadi pula di tempat wisata lain. Hati-hati dalam urusan ini sih.

Nah, jadi kepengen segera ke Sumba ‘kan? Nggak sah jadi traveler hits dan kekinian kalau belum ke Sumba. Segera cari tiket ke sana ya. Pantengin terus ya artikel tentang Sumba yang bakal dirilis seminggu ke depan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya