Singapura, daratan seberang tak sesamudera pun memisah. Sebagian dari kamu mungkin tak lagi merasa istimewa ke Singapura. Apalagi kalau cuma ke Marina Bay, patung Merlion lagi… patung Merlion lagi.

Eits, tunggu dulu. Amat lain sekali jikalau kamu hadir ke sana saat dihelatnya Marina Regatta, festival tahunan yang menghadirkan program-program kegiatan fisik dan outdoor yang kece. Diselenggarakan oleh DBS selaku bank terbesar di Asia Tenggara, Marina Regatta mengambil lokasi di kawasan Marina Bay yang kondang itu pada 26-27 Mei dan 2-3 Juni 2018. Festival ini terbuka untuk semua kalangan, apalagi kalau kamu berminat dengan olahraga, wisata air, atau sekadar ingin seru-seruan aja.

Advertisement

Spesialnya, Marina Regatta tahun ini bertepatan dengan ulang tahun setengah abad dari DBS. Praktis, gelarannya lebih dirayakan dari sebelumnya.  Kegiatan-kegiatannya kian seru, rentang waktunya lebih lama, dan uang hadiahnya juga makin besar.

Hipwee mendapat kesempatan untuk turut menjadi saksi langsung berjalannya ajang ini di periode  2-3 Juni. Tak sebatang kara dari Indonesia, Hipwee mengarungi keriaan ini bareng pemenang DBS Marina Regatta Project Challenge dan beberapa influencer asal Tanah Air, salah satunya adalah pemandu acara The Tour Ranger di televisi, Ibrahim Risyad Zulkarnain Wirahadikusumah.  Nah, simak nih catatan perjalanan dari Hipwee dalam tualang kemarin di Marina Regatta!

Pertama, apa saja sih yang kita temukan di Marina Regatta?

Ibrahim Risyad dan para influencer asal Indonesia lainnya

Marina Regatta adalah salah satu ajang tahunan paling semarak di Singapura. Sedikitnya, mereka punya tiga program besar, yang pertama adalah kompetisi Dragon Boat atau lomba dayung terbesar di Asia. Sekitar 80 tim dari seluruh Asia  ikut serta untuk bersaing mendapatkan hadiah uang tunai terbesar yang pernah ditawarkan untuk ajang olahraga di Asia, yakni total SGD 134.000. Itu kira-kira 1,3 milyar rupiah. Wow, cukup untuk memakmurkan satu rombongan pendayung yang menang tuh.

Advertisement

Program yang kedua adalah Battle Bay Extreme, kompetisi atletik di arena darat dan air. Gambaran sederhananya, Battle Bay Extreme ini mirip acara Benteng Takeshi dulu itulah. Jadi peserta harus secepat mungkin mencapai titik finish, namun tentu saja ada sejumlah rintangan fisik yang harus ditaklukkan dalam rentang waktu tertentu.

Dari dua program itu, tersurat bahwasanya orang Singapura memang menggemari olahraga, terutama olahraga air dan olahraga ekstrem. Bayangkan, selain menikmati lanskap ternama Singapura dengan patung Merlion dan kincir raksasa (Singapore Flyer), kita pun bisa berbaur dengan kumpulan atlet atau minimal bule-bule berbusana sporty. Suasana yang tak selalu ada di Singapura.

Namun, selain itu Marina Regatta juga menghadirkan Creator’s Market atau tempat terbuka untuk kegiatan kesehatan dan bazar camilan dan minuman sehat. Bahkan, agak berjarak dari kawasan utama program olahraga ini, pengunjung juga bisa masuk ke Artbox, sebuah pasar kontemporer yang keren. Oke, yang ini kita bahas lagi nanti.

Tantangan dan rintangan di Battle Bay Extreme beneran bikin pengen nyoba

Peserta bisa memilih tiga arena tantangan sesuai tingkat kesulitan yang diinginkan, yakni pemula (initiate), menengah (intens) hingga mahir (insane). Di dalam arena-arena itu, peserta bakal menguji ketangkasan dan ketahanan fisik mereka di pos-pos seperti dinding enam kaki, tangga terbalik, quintuple steps dan banyak lagi. Kompetitif garis keras, lumpur pun bakal beradu dengan keringat.

Yang harus dicamkan adalah rintangan-rintangan ini lebih sulit daripada kelihatannya. Asli. Licin dan bikin lunglai seketika. Tantangan ini memang dirancang bagi para peserta untuk mendorong batas kemampuan mereka dan juga menggali lebih dalam semangat mereka di luar kekuatan fisik, termasuk perkara mental. Agar siap tempur, DBS sudah menyiapkan pula serangkaian latihan kebugaran gratis dan kegiatan kesehatan di sekitar Marina Bay. Menyudahi perjuangan masing-masing partisipan, akhirnya ketiga jagoan keluar sebagai jawara, yakni Mohd Redha Rozlan untuk kategori individu pria dan sosok bertubuh kecil bernama Janice yang memenangkan kategori individu perempuan, serta RAJJ untuk kategori tim.

Salah satu pencuri perhatian untuk gelaran Marina Regatta tahun ini adalah keterlibatan sosok Joseph Schooling, anak emas Singapura

Oke, pertama dia atlet yang tampan. Nah, tapi selain itu, Schooling adalah seorang atlet renang yang berhasil menggondol pulang emas di Olimpiade Rio 2016 lalu karena menjawarai kategori 100 meter gaya kupu-kupu. Dan ini adalah emas pertama yang pernah dimenangkan oleh atlet Singapura di cabang apapun. Tak khayal, ia begitu dielu-elukan dan amat disegani di negaranya. Bahkan, Schooling kemudian cukup sering masuk sebagai model kover majalah dan lain-lain.

Akhirnya, Schooling memang jadi sosok yang sangat tepat untuk dihadirkan di festival ini. Ia diharapkan menjadi teladan bagi para anak muda Singapura yang punya hasrat ingin menjadi atlet. Di Marina Regatta, selain dipamerkan sebagai simbol, unsur selebritisnya digaungkan di agenda-agenda penutupan atau momen pembagian hadiah, Schooling juga sempat memberikan arahan bagi peserta program Challenge Bay Extreme untuk kategori Celebrity Challenge.

Eits, jangan lupa, masih ada yang lain lagi. Klik Halaman Selanjutnya ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya