Kabar penangkapan sepasang suami istri dari India yang berhasil mendaki puncak Gunung Everest ramai dibicarakan beberapa hari terakhir. Pasangan bernama Dinesh dan Tarakeshwari Rathod itu diamankan petugas karena terbukti berbohong pernah menaklukkan puncak Gunung Everest berdua.

Pasangan yang berasal dari Pune, India itu bahkan sempat membuat konferensi pers tentang keberhasilan mereka menaklukkan puncak Everest berdua pada 23 Mei 2016. Untuk lebih jelasnya, yuk simak kronologi lengkapnya.

Pasangan Rathod dengan bangga mengumumkan keberhasilan mereka menaklukkan puncak Everest. Padahal nyatanya berbohong.

Tarakeshwari memamerkan foto ‘palsu’ di puncak Everest. via www.dailymail.co.uk

Pada 5 Juni 2016, nama pasangan Rathod banyak dibicarakan karena keberhasilan mereka menaklukkan puncak Everest berdua. Bahkan, mereka sampai mengadakan konferensi pers terkait keberhasilan itu bersama perusahaan travel yang berbasis di Kathmandu, Makalu Adventure. Foto-foto pasangan Rathod di puncak Everest juga ditampilkan di situs resmi Makalu Adventure.

“Kami berkomitmen untuk tidak punya anak dulu sebelum bisa menaklukkan puncak Everest. Dengan pencapaian ini, kami sekarang sudah siap untuk menjadi orang tua,” kata Rathod dalam rilis yang diupload ke situs Makalu Adventure.

Seorang pendaki bernama dari India bernama Satyarup Siddhanta mengaku bahwa fotonya disalahgunakan oleh pasangan Rathod.

Advertisement

Inilah foto asli milik Siddhanta yang disalahgunakan via www.dailymail.co.uk

Kebohongan pasangan Rathod dan Makalu Adventure pertama kali tercium setelah seorang pendaki bernama Satyarup Siddhanta berkicau di Facebook. Dia mengatakan foto pendakian ke puncak Everest yang ia upload ke Facebook dicuri dan diedit oleh seseorang untuk kepentingan promosi Makalu Adventure. Dari pernyataan Siddhanta itulah polisi memulai pemeriksaan terhadap pasangan Rathod.

“Ini sangat sangat luar biasa!!!! Mereka mengambil foto saya dan menggantinya dengan foto mereka di puncak memakai Photoshop. Bahkan mereka juga dapat sertifikat. Tindakan kalian sangat memalukan, petugas dari Pune!” kata Siddhanta.

Selain karena pengakuan Siddhanta, kebohongan Rathod terungkap lewat foto. Mereka diduga mengedit foto itu dengan Photoshop.

Inilah hasil editan yang diuplod ke situs Makalu Adventure. Lihat perbandingannya dengan foto di bawah via www.dailymail.co.uk

Siddhanta berani membuktikan bahwa foto-foto yang diupload Makalu Adventure adalah sebuah kebohongan. Sebab, ia memiliki file aslinya. Yang membuat Siddhanta semakin marah, Makalu Adventure sengaja memosting foto-foto curian itu dengan caption yang meyakinkan bahwa orang yang ada dalam foto itu adalah pasangan Rathod. Semua murni hasil rekayasa digital.

“Saya tidak tau apakah mereka benar-benar mendaki atau tidak. Yang jelas, foto saya telah dicuri dan disalahgunakan. Buat saya foto-foto itu sangat berarti. Saya juga merekam video pendakian di puncak gunung itu,” kata Siddhanta.

Pendaki senior Gavin Bate ikut berkomentar. Ia menilai foto-foto pendakian pasangan Rathod sangat diragukan dan mustahil.

Inilah foto asli Siddhanta sebelum disalahgunakan via www.dailymail.co.uk

Komentar bukan cuma datang dari Siddhanta yang mengaku fotonya telah dicuri, tapi juga dari pendaki senior asal Inggris bernama Gavin Bate. Ia melihat ada kejanggalan besar dalam foto yang digunakan pasangan Rathod karena dalam foto itu terlihat mereka menggunakan dua jaket dan sepatu yang berbeda sepanjang pendakian. Seorang pendaki tidak akan mungkin sempat berganti jaket karena di sana sangat dingin.

“Di sana terlalu lelah, terlalu berangin, dan terlalu dingin. Saya sudah enam kali ke puncak Everest. Sungguh tak terbayangkan kalau kamu sempat mengganti sepatu dan menggunakan dua jaket yang berbeda dalam sekali jalan,” kata Bate.

Pasangan Rathod via www.dailymail.co.uk

Parah ya, bohong sampe segitunya. Bisa jadi tujuan utamanya untuk bisnis Makalu Advanture. Mereka sedang gencar promosi paket wisata ke Everest buat pasangan suami istri. Eh malah ketahuan deh.  Jadinya malu sendiri kan. Jangan ditiru ya, teman-teman. Jadilah pribadi yang jujur dan jadinya pendaki yang rendah hati. Karena tujuan utama mendaki bukan lah untuk cari uang atau pamer kehebatan, tapi bersatu dengan alam sekaligus mengenal batas diri.