Maskapai Lion Air kembali tersandung kasus yang sedang viral di media sosial. Belum juga reda kehebohan berita penumpang maskapai ini yang kesal lantaran anaknya yang masih balita diduga dipaksa untuk membawa tas bawaan seberat 7 kilogram, kini pihaknya kembali mendapat masalah terkait oknum pilot maskapai tersebut.

Dilansir dari laman Kompas, seorang pilot Lion Air diduga melakukan tindak penganiayaan terhadap seorang pegawai hotel di Surabaya hanya lantaran perkara baju yang kurang rapi disetrika. Peristiwa yang terekam kamera CCTV pada tanggal 30 April 2019 lalu menjadi viral lantaran sedang marak tersebar di media sosial. Simak ulasan lengkapnya berikut ini ya.

Peristiwa penamparan pegawai hotel La Lisa Surabaya yang dilakukan oknum pilot Lion Air ini terekam jelas dalam video CCTV pada pukul 05.25 pagi

Advertisement

Arogan sekali pilot L**N Air ini,hanya karena baju yg disetrika oleh peg hotel kurang licin/bagus,dia malah arogan,,kasihan peg hotel tersebut babak belur..#pihak hotel tutup mata takut kehilangan clien maskapai..tragissumber : sandi hermawanBantu viralkan agar cepat diusut CC : QQSENANG,COM#lionaiar #pilotlionair #videoviral #videohitz #netizen #maellee #makbeti #duniamanji #deddycorbuzier #lambeturah #mbaknyinyir #makrempong #beritaterkini

Posted by Wonderful Indonesia on Thursday, 2 May 2019

Rekaman yang menghebohkan tersebut berasal dari sebuah video CCTV yang berada di lobi hotel La Lisa Surabaya. Dalam rekaman video singkat yang ramai diperbincangkan di jagat media sosial tersebut, tertera tanggal kejadiannya adalah 30 April 2019, pukul 05.25 pagi. Dilansir dari laman Detik, pihak manajemen hotel mengakui penamparan oleh oknum pilot tersebut dipicu oleh masalah laundry. Video yang diunggah sejumlah akun media sosial tersebut telah dibagikan oleh puluhan hingga ratusan ribu orang.

Dalam rekaman CCTV tersebut, oknum pilot yang diduga berinial AG awalnya menghampiri meja resepsionis. Setelah berbincang beberapa saat, AG kemudian masuk ke balik meja resepsionis dan melakukan penganiayaan

Oknum pilot yang diduga melakukan tindak kekerasan via www.instagram.com

Diketahui dari video tersebut, tampak AG menghampiri meja resepsionis. Saat kejadian tersebut, ada 2 petugas hotel yang sedang berjaga di balik meja. Dalam video tersebut diperlihatkan bahwa AG sempat membentangkan tangannya dan menunjukkan seragam yang sedang dikenakannya seperti sedang berusaha menjelaskan sesuatu kepada petugas itu.

Advertisement

Dilansir dari laman Kompas, General Manajer Hotel La Lisa, Rahmi D Tris mengungkapkan, bahwa benar korban yang dianiaya adalah pegawai hotel berinisial R, sementara oknum pilot pelaku pemukulan berinisial AG.

“Peristiwanya terjadi pukul 05.25 WIB. Betul di Hotel La Lisa Surabaya,” kata Rahmi, saat dihubungi wartawan Kompas, Jumat (3/5/2019) sore. Menurutnya, Pilot AG marah lantaran merasa pakaiannya kurang rapi setelah diterima dari pihak laundry hotel. “Pihak pegawai bilang jika baju pilot tersebut sudah disetrika. Lalu pegawai dipukul,” jelasnya.

Viral di media sosial, tak lama maskapai Lion Air segera beri pernyataan resmi dalam unggahan media statement-nya. Intinya sih, kasus ini bakal diusut dan oknum pilot terkait sudah diberikan sanksi sementara

Penjelasan resmi dari pihak maskapai via www.instagram.com

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro menyatakan dalam media statement Lion Air bahwa pihak maskapai Lion Air telah menonaktifkan sementara (grounded) pilot berinisial AG tersebut terkait kasus dugaan penganiayaan. Ia menjelaskan bahwa pihaknya sedang berusaha mengumpulkan data dan bukti penuh guna penyelidikan lebih lanjut. Apabila nanti dalam proses penyelidikan dan intervensi, AG memang terbukti bersalah dalam kasus tersebut, pihak maskapai berlambang kepala singa ini berjanji akan memberikan sanksi tegas terhadap pilotnya dan tak segan-segan untuk memberhentikannya.

Lebih lanjut, dia juga mengungkapkan bahwa Lion Air senantiasa akan menjunjung tinggi etika yang dimiliki oleh semua pegawainya dalam berhadapan dengan orang lain dan mengutamakan budaya kedisiplinan dalam semua hal. Dikutip dari laman Detik, pihak Kapolrestabes Surabaya juga akan berkoordinasi dengan pihak manajemen hotel La Lisa yang berlokasi di Jalan Raya Nginden Surabaya untuk menyelidiki lebih lanjut perihal kasus ini.

Kasus ini tentu saja harus menjadi pelajaran penting yang kesekian kalinya bagi Lion Air sebagai perusahaan yang memberikan jasa layanan transportasi publik. Meski kasus kali ini nggak bersentuhan langsung dengan konsumen, tentu tindakan oknum kru pesawat yang lalai tersebut dapat memengaruhi kepercayaan para calon penumpang kepada maskapai berlogo singa ini. Duh, semoga kasusnya segera terselesaikan dan nggak terulang lagi di masa depan ya!

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya