Mungkin kamu pernah merasa jengah mendengar nasihat orangtua. Bagimu, apa yang mereka ucapkan terlalu sering diulang sehingga membuatmu bosan. Termasuk petuah-petuah orangtua perihal cinta, terkadang kamu beranggapan jika mereka hanya sok tahu saja. Padahal, apa yang mereka ucapkan ada benarnya juga.

Orangtua memang jadi lebih bawel dan perhatian ketika anaknya sudah punya pacar. Apalagi kalau mau menikah, jangan heran mereka akan memberikan berbagai petuah agar hubunganmu tetap harmonis. Meski banyak perdebatan yang berujung pertengkaran, asal terapkan 6 resep ini pernikahan kamu dan pasangan akan selalu langgeng.

1. Hindari pertengkaran hanya karena hal sepele. Percayalah kalau masih banyak urusan yang lebih penting dibanding berantem gara-gara itu

Masih banyak yang lebih penting untuk diurusi via www.rd.com

Advertisement

Tanpa disadari atau tidak, kamu dan pasangan pasti pernah berantem cuma karena hal sepele. Entah masakanmu terlalu asin atau dia yang males membantu bersih-bersih rumah, kamu dan dia jadi saling marah. Padahal, persoalan sepele seperti itu kalau dipikir-pikir bisa kamu manfaatkan sebagai pemanis dalam hubungan. Daripada kalian hanya menghabiskan waktu berputar-putar dalam masalah simpel itu saja, coba pikirkan kalau masih banyak urusan yang lebih penting dibanding bertengkar karena hal itu.

2. Jika kamu bertengkar tentang masalah yang berulang, maka ingat lagi bagaimana cara kalian menyudahi pertengkarannya dulu

Ingat-ingat bagaimana kalian bisa baikan via blog.brilliance.com

Seringkali kalian berantem dalam persoalan yang sama. Kamu dan dia saling marah tentang hal yang berulang, itu lagi itu lagi. Supaya tidak menghabiskan waktu kalian dan hubungan kalian berjalan harmonis seperti sebelumnya, ingatlah bagaimana cara kalian dulu menyudahi pertengkaran. Dengan begitu, kalian jadi nggak menghabiskan banyak waktu dalam persoalan yang sama.

3. Jangan biarkan dirimu larut dalam emosi yang kian meninggi. Sebisa mungkin tahan agar pertengkaran kalian nggak makin membesar

Tahan supaya nggak membesar via www.rd.com

Saat menghadapi pasangan yang sedang marah-marah, kamu kadang terpengaruh emosi yang kian meninggi. Entah dari gerak-gerik yang menunjukkan emosi, atau dari nada suara yang melengking tinggi. Jika hal ini terus terjadi, yang ada pertengkaran kalian akan terus berlanjut tak ada habisnya. Padahal, dalam sebuah hubungan harus ada yang mau mengalah dan saat inilah diperlukan. Pikirkan dengan kepala dingin, ya.

4. Coba kalian saling mengingat momen-momen bahagia bersama. Dengan begitu, emosi kamu dan dia jadi terkendali

Momen bahagia bikin emosimu terkendali via www.rd.com

Advertisement

Pernikahan itu isinya memang tidak melulu penuh kesenangan, tapi juga ada sedihnya. Namun, bukan berarti kamu dan pasangan dilarang bahagia. Ingatlah momen-momen bahagia bersama saat lagi berantem. Tanpa disadari, kalian jadi sadar kalau kerinduan akan kenangan yang menyenangkan itu membuat emosi kamu dan dia jadi terkendali.

5. Kadang, saat berantem kamu dan dia suka lupa keberadaan orangtua dan anak. Hindari seperti itu ketika ada mereka di dekat kalian, ya!

Jangan di depan anak-anak via www.huffingtonpost.com

Salah satu ujian yang kalian harus hadapi saat lagi berantem yaitu adanya orangtua dan anak. Baik kamu atau dia suka terlupa kalau di dekat kalian ada mereka. Berantem saat ada orangtua, terlebih anak tentu kurang baik. Untuk itu, kalian harus sadar dan ingat kalau di sekitar kalian ada orangtua dan anak. Hal itu membuat kamu dan dia saat berantem jadi lebih terkontrol. Emosi terkendali dengan baik.

6. Percayalah kalau pertengkaran bukan sebagai akhir dari hubungan, tapi merupakan cara kalian untuk membangun rumah tangga lebih kuat lagi

Bumbu manis pernikahan via www.fullonwedding.com

Berantem itu jangan dijadikan sebagai hal pahit yang merusak pernikahan kalian. Ambilah sisi positifnya, yakni kalian jadi lebih saling mengenal karakter pasangan sesungguhnya. Berbagai polemik yang menjadi akar masalah merupakan penguat kalian dalam hubungan. Karena semakin harmonisnya hubungan, maka cobaan akan semakin berat.

Kalau selama ini suka jengah mendengar ucapan orangtua, kini saatnya kamu berbenah diri. Karena ternyata apa yang mereka sering pedulikan ada benarnya. Demi kebaikanmu dan pasangan di kemudian hari, jangan acuhkan lagi, ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya