9 Kebiasaan Pernikahan Penguras Uang yang Sebaiknya Ditinggalkan. Ya, Katanya Mau Punya Rumah Impian?

kebiasaan pernikahan yang sebaiknya nggak lagi dilakukan

Siapa yang berencana menikah tahun ini? Kamu? Nah, kalau ya maka saatnya kamu mulai memikirkan dengan matang konsep pernikahan kamu, sesuai dengan bujet dan impian kamu berdua dengan pasangan. Bukan sekedar konsep venue acara, tapi termasuk bujet dan jumlah undangan juga.

Advertisement

Menikah adalah momen sekali seumur hidup yang sayang banget kalau dilewatkan. Tapi bukan berarti kamu harus mempersiapkannya dengan ugal-ugalan, sampai jadi puyeng dan senewen sendiri akibat terlalu heboh memikirkan bujet dan ‘apa kata orang nanti’. Nah, agar kewarasan tetap terjaga, 9 kebiasaan pesta pernikahan berikut ini sebaiknya mulai kamu tinggalkan di tahun ini.

1. Pesta hajatan mengundang ribuan orang yang separuh lebih nggak kamu kenal-kenal amat. Ya, kecuali kamu anak sultan sih sebaiknya ide semacam ini mulai ditinggalkan

Kecuali Anda anak sultan, anak presiden dan anak-anak petinggi yang memang punya banyak relasi via sidomi.com

2. Heboh memikirkan konsep undangan dengan ketebalan kertas dan jumlah isian yang kadang di luar nalar. Demi apa juga sih, toh kebanyakan hanya berakhir di bak sampah :'(

Bagus sih~ via www.weddingsonline.ie

Advertisement

3. Memikirkan venue super cetar menggelegar hanya demi membuat semua tamu undangan terkesan, padahal isi tabungan sangat pas-pasan. Duh, mending yang begini dipikirkan ulang deh!

Kecuali Anda Priyanka-Nick Jonas sih via www.inkhabar.com

4. Bujet pas-pasan, tapi mau kasih suvenir harga di atas 5 ribuan untuk ribuan tamu undangan yang sebenarnya kebanyakan nggak kamu kenal. Kamu bangkrut, orang lain belum tentu suka juga padahal

Suvenirnya luebay padahal ongkos nikah pas-pasan~ via pastimesevents.com

5. Heboh mencari wedding planner sampai wedding organizer demi pesta kamu yang sebenarnya artis bukan, sosialita juga nggak. Mending uangnya bukan dialokasikan ke katering aja deh

Nggak apa kalau bujetmu memang banyak via eerp.ca

6. Memaksakan diri jahit baju pengantin dengan tarif hampir sepuluh juta. Padahal habis itu juga bingung mau diapain, apalagi kalau ukurannya nggak bisa dibesar kecilkan

Advertisement

Kecuali kamu seleb sekelas Raisa yang mungkin saja malah dikadoin wedding dress puluhan (bahkan ratusan) juta via www.bridestory.com

Kalau ukurannya bisa disesuaikan kan lumayan juga, bisa buat dijual atau disewakan.

7. Berantem sama keluarga dan pasangan hanya demi hal-hal yang kurang prinsipil. Iya, kamu memang mau mewujudkan pesta impian kamu. Tapi menikah bukan soal kamu sendiri kan?

Ngamuk-ngamuk mulu sebelum nikah via www.glamour.com

Saking idealisnya, semua saran dan ide dari pasangan dan keluarga nggak digubris. Padahal dana sokongan banyak datang dari mereka. Jangan galak-galak ah, jadi calon pengantin~

8. Lupa esensi penting pernikahan, yaitu mempersiapkan rumah tangga bersama pasangan. Akibatnya jadi heboh urus resepsi pernikahan. Daripada pesta, seremoni secara agama dan negara lebih penting, apalagi fase setelah sah berumahtangga

Percuma habis nikah, berantem mulu via unsplash.com

9. Biar nggak ketinggalan buat diunggah di berbagai media sosial, menguras isi tabungan sendiri atau ‘memeras’ ortu (apalagi sampai ngutang!) demi bikin pesta bridal shower dan kasih bingkisan ke para bridesmaid

Habis nikah, gigit jari doang via nzcubaywide.co.nz

Oke, momen seremoni dan resepsi pernikahan memang penting dan menjamu para tamu undangan juga nggak boleh disepelekan. Tapi pastikan semuanya realistis sesuai dengan kondisi keuangan dan kebutuhan. Ingat, setelah pesta pernikahan usai ada setumpuk tanggung jawab menanti kamu dan pasangan, jangan sampai hanya karena memenuhi ego dan gengsi, kalian akhirnya malah kerepotan sendiri. Cheers untuk pernikahan lebih realistis di tahun ini!

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE