Tanpa perlu didikte lagi, sudah jelas rasanya jika jelang pernikahan ada banyak hal yang perlu disiapkan. Salah satunya adalah seperangkat seserahan. Yap! Jelas rasanya jika simbol kesiapan dari cowok untuk bertanggungjawab pada keluarganya ini nggak boleh sampai ketinggalan.

Seserahan itu sendiri biasanya berisikan kebutuhan sehari-hari dari calon pasangan, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Hal tersebut kemudian seperti menjelaskan jika seserahan nggak perlu berisikan barang-barang mewah, cukup pada barang yang digunakan setiap harinya. Tentu menjadi sebuah hal yang perlu diperhatikan juga, yakni jangan sampai seserahan memberatkan calon suami.

Di bawah ini pun ada beberapa alasan yang menjelaskan kalau kamu dan pasangan hanya perlu seserahan sederhana dan nggak berlebihan. Yuk, langsung saja cari tahu! 🙂

Nggak usah besarkan gengsi, minta dan sepakati saja jika barang seserahan cukup pada apa yang digunakan sehari-hari

seserahan 🙂 via www.dailymoslem.com

Bukan hal yang asing untuk dijumpai jika barang seserahan berisikan sesuatu yang mewah. Hal itu terjadi biasanya lantaran karena besarnya rasa gengsi yang ada. Ya, bisa jadi karena ingin memperlihatkan betapa istimewanya seserahan, sampai lupa jika seharusnya semua itu cukup sebatas pada apa yang digunakan sehari-hari saja. Alasannya simpel, karena biar kamu juga nyaman menggunakannya dan juga supaya nggak memberatkan si dia untuk membelinya.

Seperlu apa sih menggunakan barang merk tertentu dengan harga yang biasa. Toh, yang biasa saja tetap sama fungsinya

Advertisement

yang biasa-biasa ajalah… via cioprihandhika.blogspot.com

Sepatu merk tertentu dengan harga yang nggak biasa rasanya akan sama fungsinya dengan sepatu umum lainnya, sama-sama digunakan sebagai alas kaki. Untuk itu, mungkin kamu nggak perlu meminta sepatu atau barang bawaan lainnya dengan harga yang fantastis sebagai bawaan. Pesan saja yang memang biasa kamu gunakan dalam keseharian, yang penting fungsinya tetap sama dan kamu nyaman menggunakannya. Nyaman menjadi sesuatu yang nggak boleh kamu kesampingkan.

Meskipun harganya nggak seberapa, kalian tetap bisa jadikan seserahan tersebut istimewa dengan kreasi dalam tampilannya

buat jadi seserahan yang unik~ via www.seputarpernikahan.com

Jangan merasa malu atau seperti mengedepankan gengsi perkara seserahan yang sederhana. Kamu dan dia tetap bisa membuatnya nampak istimewa dengan kreasi dalam tampilannya. Buatlah seserahanmu jadi sesuatu yang unik dan lain dari biasanya karena itu dibentuk dengan berbagai model yang unik dan berkesan. Dengan begitu, sederhana yang ada tetap bisa nampak berbeda.

Nggak perlu kok minta yang mewah. Hematlah, karena persiapan lain dan hidup usai menikah akan perlu lebih banyak rupiah

pikir panjang demi masa depan. via www.youtube.com

Salah satu alasan yang harus kamu pikirkan untuk membuat seserahan menjadi hal yang begitu sederhana adalah kamu dan pasangan perlu banget berhemat. Jangan habiskan uangmu terlalu banyak demi seserahan yang sempurna. Sebab, persiapan pernikahan lainnya juga pasti membutuhkan banyak biaya. Dan… Satu hal lagi yang nggak boleh kamu lupa, kehidupanmu usai pesta pernikahan jauh lebih memerlukan uang. Jadi, daripada dibuang sekarang akan lebih baik disimpan dan ditabung demi masa depan. 🙂

Intinya, yang penting dari seserahan adalah makna di balik barang bawaan. Bukan dari seberapa besar harga yang diberikan

Jangan dikira seserahan hanya sebagai pelengkap dari prosesi pernikahan. Nyatanya, ada makna yang begitu dalam dari setiap barang yang dipersembahkan. Dengan kata lain, seserahan menjadi simbol dari tanggung jawab yang harus diemban calon suami dalam menafkahi dan menyayangi keluarga yang akan dibinanya. Oleh karena itulah, kamu harus paham betul makna dari seserahan di balik barang bawaannya, bukan mementingkan seberapa besar harga yang diberikan.

Itulah beberapa alasan kenapa kamu memang nggak perlu mengedepankan gengsi perihal barang bawaan untuk seserahan. Siapkanlah semua dari apa yang biasa kamu pakai dan kamu butuhkan, agar nggak menjadi sebuah hal yang berlebihan. Ingatlah, segala sesuatu yang berlebihan nggak akan pernah jadi sesuatu yang baik. Satu lagi, jangan sampai proses itu memberatkan calon suamimu, ya. 🙂