Biar Nggak Gegar Budaya, Pahami 6 Hal ini Sebelum Nikah dengan Pasangan Beda Ras dan Negara

pasangan beda negara

Menikah dengan pasangan lintas budaya dan beda negara itu susah!

Advertisement

Untuk yang belum pernah mengalami sendiri, tentu akan menganggap ungkapan di atas berlebihan. Pasalnya, apa sih yang susah dalam hubungan dua orang yang saling mencintai, apalagi sudah sama-sama sepakat akan menikah? Faktanya, banyak lo pasangan yang mengaku, hubungan beda ras, beda budaya dan negara itu nggak mudah. Ya, bukan mustahil tapi pastinya ada banyak tantangan yang harus dilalui.

Untukmu yang saat ini berencana atau sedang menjalani hubungan beda ras, misalnya calonmu yang berasal dari Korea, Inggris atau dari Amerika, beberapa hal ini wajib diperhatikan agar hubungan kalian bisa berjalan mulus. Ya, meski sulit dihindari seenggaknya kamu sudah siap dan bisa menyikapi perbedaan dengan lebih bijaksana~

1. Hubungan beda ras itu terkesan seru dan menarik, padahal ya pas dijalani ada banyak tantangan yang harus dilalui. Apalagi di negara kita, ikatan kekeluargaan masih sangat kuat

Beda ras, beda pula latar belakang keluarganya~ | Credit: Today via www.today.com

Di negara-negara maju seperti Eropa dan Amerika, hubungan pernikahan itu terkesan lebih inklusif karena yang terlibat umumnya hanya keluarga dan kerabat yang benar-benar dekat. Nah, saat calon pasangan beda ras (yang biasa disebut sebagai bule) di Indonesia masuk ke lingkaran keluarga orang Indonesia pada umumnya, bisa jadi doi bakal shock nih.

Advertisement

Ya, karena bisa jadi doi ‘diserbu’ rombongan keluarga kita yang meriah, mulai dari orangtua, adik-kakak, sampai kakek-nenek, om-tante dan para sepupu. Jangan sampai si doi jadi kagok di tengah keluarga besar kita dan karena grogi keluarga malah jadi mencap si calon kita sombong.

2. Kita pun harus siap menyikapi perbedaan tradisi dan budaya si calon pasangan. Bukan terkesan rasis, tapi kita nggak bisa menutup mata terhadap fakta stereotip yang ada

Cinta kadang nggak pandang ras atau usia | Dramafever via www.dramafever.com

Kalau kamu iseng main ke akun Youtube ‘Dating Beyond Borders’ ini, kamu akan menemukan betapa stereotip seputar si A dari Prancis dan si B dari negara Italia punya pola pikir dan pandangan berbeda soal kencan, pacaran dan pernikahan. Ya, suka nggak suka kita harus membuka mata bahwa latar belakang budaya, iklim politik sampai pola asuh keluarga memengaruhi pola pikir seseorang tentang hubungan cinta dan pernikahan.

Ambil contoh nih, secara umum para pria Prancis terkenal nggak butuh konfirmasi khusus saat menjalani hubungan. Kalau sudah cocok, nyaman dan jalan berdua, maka besar kemungkinan kamu akan dianggap sebagai kekasihnya tanpa ada acara ‘penembakan’. Atau para pria Italia termasuk orang yang sangat peduli dengan makanan dan cenderung posesif. Ya, hal-hal sederhana itu bisa memengaruhi bahtera rumah tangga kalian lo!

Advertisement

3. Keterbukaan sangat penting saat menjalani hubungan dengan seseorang dengan ‘dunia’ yang berbeda. Bicarakan segala hal dengan pasangan, bahkan yang paling receh sekalipun

Siap-siap untuk menghadapi beragam perbedaan ya! | Credit: thoughtco via www.thoughtco.com

Sebelum memutuskan menikah, pastikan kamu dan pasangan beda rasmu sudah terbuka tentang segala hal, agar di kemudian hari nggak terjadi kesalahpahaman akibat gesekan budaya dan kebiasaan yang beda. Bahkan hal yang terkesan sepele seperti kamu yang nggak bisa hidup tanpa nasi, bisa cuek makan pakai tangan, mandi 2 kali sehari sampai kemungkinan membicarakan tentang pandangan soal hubungan suami istri akan menyelamatkan hubungan kalian di masa depan.

4. Memiliki fondasi yang solid dan komitmen untuk bekerjasama sebagai tim sangat penting untuk menyikapi segala perbedaan, saat kamu memilih menjalani rumah tangga beda ras

Bukan soal bulenya, tapi soal perasaan satu sama lain | Credit: Padang Kita via padangkita.com

Dilansir dari today.com, untuk membina hubungan rumah tangga dengan pasangan beda ras, kalian berdua wajib memantapkan hubungan kalian dengan fondasi yang kuat. Dengan fondasi yang kuat, tantangan apapun, baik dari dalam diri maupun dari sosial akan bisa dilalui dengan lebih mudah. Komitmen yang kuat juga dibutuhkan, karena beda latar belakang pastinya akan sulit kalau kamu dan pasangan nggak kompak saat menghadapi sikap orang luar. Ya, meski sebenarnya tantangan terbesar seringnya datang dari perbedaan antara kamu dan si doi sih.

5. Pelajari dengan baik segala aturan dalam rumah tangga menurut doi, hukum-hukum pernikahan di negaranya sampai kebiasaan para istri di negaranya

Hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menikah dengan bule | Credit: China Daily via usa.chinadaily.com.cn

Saat kamu memahami sudut pandangnya soal aturan rumah tangga, maka kamu akan bisa mengambil keputusan-keputusan bersama dengan lebih bijak. Demikian pula si doi, wajib tahu juga aturan tak tertulis dalam rumah tangga yang kamu anut. Selain itu, entah kamu menikah di Indonesia atau di luar negeri, kamu perlu tahu minimal hukum-hukum pernikahan yang berlaku di negaranya.

Jangan pernah membuat asumsi apapun tentang calon pasanganmu berdasarkan ras atau stereotip rasnya. Apa yang kamu ketahui dan dapatkan dari orang lain, lebih baik didiskusikan langsung saja!

Bahkan, lakukan riset kecil tentang kebiasaan para suami dan istri di negara asal si doi. Intinya, rajin-rajin deh cari tahu tentang doi. Dan kalau doi nggak seaktif kamu, jangan ragu juga bertukar pikiran dengannya. Pria di manapun lebih senang kalau kamu bersikap lebih terbuka dan proaktif kalau menyangkut soal kebaikan bersama.

6. Saat memutuskan dengan pasangan beda agama, nggak bisa dimungkiri kalau perihal agama jadi hal yang penting dan sensitif. Diskusikan juga soal ini dengan calon pasangan sampai tuntas-tas-tas!

Lika-liku menikah beda ras dan negara | Credit: Global News via globalnews.ca

Nggak perlu dibahas lagi kan, betapa pentingnya bahasan agama sebelum memutuskan menikah dengan doi yang beda negara. Kalau kebetulan agamanya sudah sama sih, lebih mudah. Tapi kalau berbeda? Hmm, pertimbangkan dan berusaha ambil keputusan terbaik, pasalnya ini menyangkut prinsip lo.

Pada akhirnya, saat kamu merasa nyaman dan setuju untuk membina rumah tangga dengan si doi, pastikan kamu siap menerima kekurangan dan kelebihannya. Begitu pula sebaliknya, pastikan di doi juga siap menerima kekurangan dan kelebihanmu. Intinya, saat menjalani hubungan beda ras, sikap lebih terbuka dan mental baja wajib dipunya, demi pernikahan kalian bisa lebih bahagia~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An independent woman, loving mom and devoted wife.

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE