Buatmu yang jelang menikah, pastinya akan banyak bertanya-tanya dan penasaran bagaimana rasanya berjuang ketika dalam mahligai pernikahan. Ya memang benar, menikah adalah tentang perkara berjuang, jadi nggak semua hal yang kamu lalui di pernikahan adalah yang senang-senang saja.

Meskipun kamu belum pernah menikah, tetapi ada pentingnya kamu belajar dari pasangan-pasangan suami istri yang sudah lebih dahulu menjalani pernikahan. Bisa dari orang tua kamu, tante atau om kamu, bahkan sahabat kamu yang sudah lebih dulu menikah. Kali ini Hipwee Wedding ingin berikan untukmu, contoh pasangan suami istri yang sepak terjangnya jangan ditiru. Karena apa? Ya karena perjuangan mereka bukan contoh yang baik dan sangat merugikan masyarakat.

Suami istri yang sama-sama tersandung korupsi? Amit-amit jangan sampai meniru deh

Kenalan dulu dengan kabupaten Klaten, tempat di mana sebuah tempat yang dipimpin oleh dua dinasti keluarga selama 17 tahun!

Prambanan, dimiliki oleh dua wilayah: Sleman dan Klaten via www.klatentv.com

Klaten adalah sebuah kabupaten yang berada di sebelah timur laut provinsi Yogyakarta. Klaten masuk ke daerah Jawa Tengah dan dikenal dengan banyak obyek wisatanya yang menarik. Misalnya Candi Prambanan, Umbul Ponggok dan banyak wisata alam lainnya. Klaten adalah tempat yang menjadi perantara kota besar Jogja dan Solo. Untuk menuju Klaten, tinggal menuju arah timur Jogja, atau baratnya Solo.

Sejak tahun 2000 hingga sekarang bupati dan wakil bupatinya berasal dari keluarga itu-itu saja. Kalau dijelaskan dalam satu kalimat dijamin bikin pusing

Advertisement

Bupati petahana, Sri Hartini via www.mattanews.com

Tampuk pimpinan kabupaten Klaten ini termasuk yang unik dibanding daerah lainnya. Sejarah mengatakan, pemimpin kabupaten ini berasal dari keluarga itu-itu saja. Istri mantan bupati jadi bupati, lalu istri mantan bupati jadi wakil dengan bupati istri mantan bupati periode sebelumnya. Bagaimana? Bingung nggak? Ya memang begitulah adanya.

Dimulai dari dinasti pertama. Bupati Klaten pada tahun 2000 adalah Haryanto Wibowo yang beristrikan Sri Hartini

Karena kurangnya pencarian gambar untuk Bupati Haryanto, ini adalah foto Bupati Sri Hartini, istri dari Haryanto via nasional.sindonews.com

Tahun 2000 adalah tahun di mana Haryanto Wibowo naik menjadi bupati Klaten. Waktu itu tidak ada yang salah dengan itu. Namun ketika berangsur ke periode selanjutnya. Lihat saja poin berikutnya ya.

Bupati Haryanto lengser, digantikan oleh Bupati Sunarna selama dua periode dengan wakil Sri Hartini di periode terakhir yang tidak lain dan tidak bukan adalah istri bupati sebelumnya, Haryanto

Bupati Sunarna dengan wakil Sri Hartini via www.suaramerdeka.com

Dinasti politik Klaten berlanjut dengan terpilihnya Bupati Sunarna dengan wakil Sri Hartini yang merupakan istri dari bupati sebelumnya, Haryanto. Memang jamak terjadi di beberapa tempat bahwa ketika seorang suami lengser menjadi bupati, gantian istrinya yang naik jabatan dan ikut pemilu. Tapi dari sini seharusnya bisa ketahuan ada politik dinasti kekuasaan yang patut diwaspadai masyarakat.

Sunarna memimpin selama dua periode, digantikan oleh Bupati Sri Hartini dengan wakil Sri Mulyani yang adalah istri dari mantan bupati Sunarna

Duo Sri via www.timlo.net

Aku istri mantan bupati

Aku juga istri mantan bupati

Yasudah, yuk nyalon jadi bupati dan wakil?

Singkat kata, duo Sri ini berhasil naik jabatan menjadi bupati dan wakil bupati Klaten. Di samping isu dinasti politik yang mbulet, pasangan ini nyatanya telah didapuk oleh MURI sebagai satu-satunya dan yang pertama kalinya sebuah wilayah dipimpin oleh ketua dan wakil perempuan. Kamu yang cewek, jangan bangga dulu, karena ujung-ujungnya bupati Klaten ini kesandung kasus juga. Penjelasannya di bawah ini ya.

Belum setahun menjabat, Bupati Sri Hartini tertangkap tangan oleh KPK dengan dugaan korupsi. Hmm, bukan prestasi yang baik ‘kan?

Bupati sekarang via jogja.tribunnews.com

Belum setahun menjabat, Bupati Sri Hartini tertangkap tangan dengan dugaan suap senilai 2 miliar. Tentunya ini bukan prestasi baik mengingat harapan masyarakat Klaten sudah ditampuk oleh pasangan bupati ini. Tapi nyatanya cukup bikin jengkel masyarakat Klaten juga, karena ini adalah bukti bahwa politik yang mbulet dari keluarga itu-itu saja nggak lantas membuat kabupaten ini menjadi semakin baik.

bukan prestasi baik via news.okezone.com

Selain tertangkap tangan, KPK juga menyita barang bukti berupa uang US$100 dan sejumlah dokumen lainnya. Menyusul dipecatnya Sri Hartini dari kader PDIP secara sepihak. Dari sini terlihat bahwa masa depan Sri Hartini tidak terlalu baik.

Usut punya usut, alm suami Bupati Sri Hartini yang dulu menjadi bupati (Haryanto) juga pernah tersandung kasus suap pengadaan buku

suap pengadaan buku via rimanews.com

Namanya masyarakat, tentunya kasus korupsi dalam sebuah keluarga bisa menjadi bahan penyelidikan. Ternyata setelah ditelusuri, alm suami Sri Hartini yang dulu pernah menjabat sebagai bupati juga pernah tersandung kasus korupsi pengadaan buku senilai 4 milyar. Tak hanya itu, penyelewengan dana perjalanan dinas dan kasus penjualan aset daerah juga pernah mewarnai pemerintahan Bupati Haryanto Wibowo. Sayangnya kasus itu menguap ketika mantan bupati tersebut meninggal dunia.

Meskipun mantan bupati Sunarna (alias suami dari wakil bupati Sri Mulyani) belum punya jejak rekam buruk, namanya juga menjadi kurang baik karena politik dinasti Kabupaten Klaten yang itu-itu saja pemimpinnya

Sunarna dan Sri Mulyani via klatenkab.go.id

Bupati Sunarna memang tercatat belum pernah kesandung masalah yang serius, tetapi tetap saja, ada lampu kuning untuknya dan keluarganya karena kebiasaan politik turun-temurun yang kurang sehat di kabupaten Klaten. Yang salah cuma satu pasangan, tapi pasangan lain juga kena.

Pesan dari pelajaran ini adalah: jangan jadi kayak mereka ya. Kalau sudah menikah dan jadi pemimpin kelak, jiwa dan ragamu adalah untuk rakyat

pasangan suami istri yang ideal via www.hipwee.com

Seandainya kamu nanti jadi pasangan suami istri yang dilebihkan rejekinya dengan menjadi pemimpin, coba pikirkan kembali apa tujuanmu menikah. Untuk aji mumpung atau untuk berjuang di koridor yang seharusnya? Baiknya kita makin belajar dari pasangan-pasangan yang bisa memberi contoh baik (untuk ditiru) dan juga contoh yang tidak baik (jangan ditiru).

Oke, selamat berjuang.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya