Pacaran Lama, tapi Pasangan Belum Mapan. Tetap ‘Nekat’ Nikah atau Anteng dalam Penantian?

menikah belum mapan

“Kalian kan pacaran sudah lama, kok nggak nikah aja sih?”

Advertisement

Selalu ada pertanyaan-pertanyaan rese yang terdengar dari mulut orang-orang di sekitar. Entah apa tujuannya namun kadang pernyataan ini bisa mengganggu kepala. Bahkan tanpa sadar mungkin kamu juga terpikir jadi membenarkan hal tersebut. Iya sih, pacaran sudah lama, ia juga sudah bekerja. Akan tetapi rasanya uang yang dihasilkan belum bisa dipakai untuk menghidupi kehidupan berkeluarga, apalagi kendaraan dan rumah juga belum ada.

Akhirnya kamu mungkin malah jadi bimbang tak berkesudahan. Bahkan ada keinginan untuk dekat dengan dia saja yang sudah mapan. Namun, jika kamu mulai terganggu dengan pikiran ini dan mulai bingung terkait apa yang harus dilakukan, kamu bisa menyimak beberapa hal yang bisa kamu pertimbangkan berikut ini. Yuk simak!

Ingat, komunikasi adalah kunci! Kamu dan pasangan harus terbuka satu sama lain apalagi perihal penghasilan. Jangan sok-sok gengsian ya!

Ngobrol serius/ Credit: Freepik via www.freepik.com

Saat akan serius, kamu dan dia harus berkomunikasi dengan terbuka. Berapa penghasilan yang ia punya dan biasanya dipakai untuk apa, begitupun denganmu. Sehingga setelahnya kamu bisa menentukan apakah kalian bisa hidup bersama dengan modal yang dipunya. Tanyakan juga apakah ia punya tabungan atau utang biar nggak kena surprise didatangi debt collector nantinya. Ingat, menikah bukan hanya perkara akad dan resepsi saja tapi ada juga kehidupan setelahnya.

Advertisement

Jika sudah saling tahu, kamu mulai bisa mengira-ngira apakah pendapatan teersebut bisa ditoleransi untuk kehidupan yang layak

Bisakah ditoleransi?/ Credit: Assante via www.assante.com

Jika kamu dan dia sudah menyebut nominal rata-rata yang didapatkan lengkap dengan tabungan, kamu seharusnya sudah memiliki gambaran akan kehidupan seperti apa yang bisa didapatkan dengan uang yang kalian hasilkan. Nah, apakah kamu bisa menoleransi jumlah tersebut? Jika masih bisa, mungkin kamu bisa melanjutkan.

Pernikahan kalian bukan hanya berlangsung satu dua tahun saja, tapi juga tahun-tahun berikutnya saat si kecil sudah muncul

Tabungan untuk anak/ Credit: Wisebread via www.wisebread.com

Mungkin keuangan di awal pernikahan dengan gaji UMR masih bisa ditoleransi untuk kalian hidup berdua, namun kamu perlu memiki perencanaan yang jelas ke depannya. Seiring waktu, pengeluaran kemungkinan akan bertambah sehingga strategi seperti mencari tambahan penghasilan, target promosi pekerjaan, atau melamar kantor incaran yang memberikan gaji lebih besar bisa mulai dipikirkan. Yang juga tak kalah penting, ada baiknya tak grusa-grusu saat akan memiliki anak. Pastikan anak tersebut bisa diurus baik dengan dana yang cukup.

Kamu bisa melihat dia sungguh-sungguh atau sekadar bermanis-manis dengan cara melihat usahanya sejauh ini

Advertisement

Lihatlah keseriusannya/ Credit: Freepik via www.freepik.com

Walau masa lalu tak bisa menjadi tolok ukur seseorang, namun kehidupannya saat ini sedikit banyak terpengaruh dari keputusan yang ia ambil di masa lalu. Pun, kamu juga bisa menebak bagaimana ia di masa depan dari usaha yang ia lakukan di masa sekarang.

Jika kamu melihat adanya perubahan ke arah yang lebih baik, tekun, dan memiliki tujuan yang jelas, maka ia layak kamu pertahankan dan iyakan. Sebaliknya, dengan penghasilan yang mungkin masih pas-pasan dan dia ogah-ogahan, maka ada kemungkinan ke depannya ia juga tak jauh-jauh dari dia yang sekarang.

Yang terpenting jangan gegabah saat mengambil keputusan. Mungkin banyak yang bilang bahwa rezeki akan datang saat kamu sudah melangsungkan pernikahan. Hal tersebut bisa jadi benar, namun kamu juga perlu tetap berpikiran realistis karena finansial menjadi salah satu penyumbang perceraian paling besar dalam pernikahan.

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE