Banyak orang bilang bahwa cewek bakal mengeluarkan darah dari organ intimnya saat pertama kali berhubungan seksual. Hal ini dikarenakan robeknya selaput dara yang menutupi lubang vagina akibat penetrasi penis. Hal ini terus menerus dikoar-koarkan hingga akhirnya muncul anggapan bahwa kalau nggak berdarah saat pertama kali berhubungan intim, artinya si cewek sudah nggak lagi perawan. Aduh, padahal ini anggapan yang salah kaprah lho!

Memang sih, keperawanan sering dijadikan tolak ukur atas berharga atau nggaknya seorang cewek, terlebih yang baru saja menikah. Tapi, bukan berarti kalau nggak berdarah itu nggak perawan lagi. Ada beberapa faktor yang menyebabkan selaput dara nggak berdarah saat berhubungan intim pertama kali. Simak baik-baik ya, biar nggak salah paham lagi.

1. Tiap cewek punya selaput dara yang berbeda-beda, kebanyakan akan semakin melebar ketika si cewek tumbuh dewasa

selaput dara bentuknya beda-beda via www.childrenscolorado.org

Selaput dara umumnya merupakan jaringan lembaran penuh dengan struktur pembuluh darah pada bagian dari vagina. Tiap bayi perempuan dilahirkan dengan selaput dara yang berbeda. Pada perkembangannya, selaput dara ini akan berubah baik dari bentuk, ketebalan maupun strukturnya. Inilah yang menyebabkan adanya perbedaan selaput dara pada masing-masing cewek, ada yang tebal ada yang tipis, ada yang sudah terbuka lebar, ada yang masih sempit. Bahkan ada beberapa cewek yang nggak memiliki selaput dara sejak lahir kok!

2. Selaput dara sudah terbuka lebih dulu karena mengenakan tampon atau melakukan tes kesehatan vagina

Ada beberapa cewek yang lebih nyaman mengenakan tampon ketimbang pembalut saat mens. Karena cara mengenakan tampon adalah dengan memasukkannya di lubang vagina untuk menyumbat darah mens, bukan nggak mungkin kalau hal ini bisa membuka lapisan selaput dara. Sama halnya saat melakukan pemeriksaan pada organ intim, di mana harus memasukkan alat medis ke dalam bagian intim cewek. Meski ukurannya sangat kecil, alat medis ini juga bisa memicu robeknya bagian selaput dara.

3. Pernah mengalami kecelakaan atau aktivitas fisik yang membuat selaput dara robek dengan sendirinya

olahraga ekstrim via www.wallpaperflare.com

Faktor kecelakaan ini  merupakan penyebab yang paling umum dan memang wajib dipahami baik oleh para istri maupun suami. Jika seorang cewek pernah mengalami kecelakaan, khususnya mengenai bagian vagina, hal ini bisa menyebabkan robeknya selaput dara tanpa disadari. Selaput dara yang nggak berdarah saat berhubungan intim pertama kali juga bisa disebabkan karena olahraga ataupun aktivitas fisik lain dengan gerakan tertentu yang menyebabkan selaput dara meregang hingga robek.

4. Tegang atau stres saat pertama kali berhubungan intim juga bisa bikin cairan bening ataupun darah nggak keluar dari lubang vagina

tegang atau stres saat bercinta via www.bustle.com

Rasa nyeri dan keluarnya darah di daerah vagina juga bisa muncul saat cairan lubrikasi nggak keluar saat bercinta. Cairan lubrikasi atau cairan pelumas untuk mengurangi rasa nyeri saat bercinta ini bisa disebabkan karena tegang atau stres. Asal kamu tahu, cairan lubrikasi ini hanya akan keluar jika cewek merasa terangsang, tapi jika ia sedang tegang atau stres, cairan bening tersebut juga nggak akan keluar, termasuk juga darah.

5. Atau justru kamu terlampau rileks sehingga vagina terlubrikasi dengan baik saat berhubungan badan

rileks banget via hdwallpapersrocks.com

Saat melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya, selaput dalam vagina akan meregang demi memfasilitasi jalur masuk si penis. Selaput dara ini bisa saja nggak sobek dan berdarah saat bercinta. Selain karena ketebalan dan elastisitasnya, juga karena efek tubuh yang rileks sehingga menghasilkan lubrikasi yang baik di dalam vagina. Ada juga selaput dara yang sangat elastis dan hanya bisa robek saat melahirkan.

Setelah membaca penjelasan di atas, semoga kamu nggak lagi menghakimi cewek yang nggak berdarah saat malam pertama dengan menyebutnya nggak perawan, ya. Please, jangan kolot, anggapan itu sudah nggak relevan lagi di zaman yang semuanya bisa dijelaskan secara medis.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya