Tepati Janji Menikah Setelah Merdeka, Pernikahan Bung Hatta Digelar dalam Adat Jawa ‘Canggung’

pernikahan bung hatta

Sama-sama proklamator, selama ini kisah cinta dan pernikahan Bung Karno rasanya lebih populer daripada kisah milik Bung Hatta. Padahal kalau tahu ternyata kisah Bung Hatta tidak kalah uniknya lo. Jika Bung Karno selama ini lebih terkenal sebagai sosok yang lebih pintar berkata-kata sehingga mampu menaklukkan hati banyak wanita, ternyata Bung Hatta justru sebaliknya. Beliau merupakan sosok yang pendiam dengan hobi membaca. Karena hal inilah teman-temannya sampai gemas karena ia tak kunjung menambatkan hati hingga usianya 40 tahun.

Advertisement

Walaupun demikian, hal ini beliau lakukan ternyata karena ada janji yang sudah diucapkan sejak usianya 20-an yaitu bahwa dirinya tak akan menikah sebelum Indonesia merdeka. Kita simak yuk bagaimana ceritanya hingga akhirnya ia berumah tangga dan menjadikan mantan kekasih sebagai ibu mertuanya!

Bung Hatta merupakan sosok yang tahu prioritas dan teguh pada apa yang ia pegang, makanya ia tak gegabah memutuskan untuk menikah

Bung Hatta/ Credit: Wikipedia via id.wikipedia.org

Sejak menjadi seorang mahasiswa di Belanda, Bung Hatta merupakan sosok yang rajin belajar dan hobinya adalah membaca buku demi bisa mencari modal untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Ia tak tertarik dengan hubungan percintaan kala itu walau banyak yang menggodanya. Ia bahkan sempat beberapa kali dicomblangkan oleh Bung Karno.

Dilansir dari Historia, putri bungsu Bung Hatta yaitu Halida mengungkap bahwa Bung Hatta merupakan sosok yang tahu apa yang mesti ia prioritaskan. Bahkan ia berjanji bahwa ia tak akan menikah sebelum Indonesia merdeka~

Akhirnya setelah kemerdekaan berhasil diraih, Bung Hatta menambatkan hati pada seorang perempuan yang merupakan anak dari mantan kekasihnya

Tatapannya!/ Credit: Potret Lawas via twitter.com

Walau tak begitu tertarik dengan urusan percintaan, Bung Hatta ternyata sempat tertarik dengan sosok Anni yang merupakan ahli alih bahasa pemerintahan Aceh dan merupakan seorang aktivis perempuan yang pernah menjadi terlibat dalam Kongres Perempuan Indonesia III di Bandung. Sayangnya, hubungan ini hanya sampai di tahap pertunangan karena Anni menikah dengan kawan Bung Karno, Abdul Rachim hingga memiliki dua anak yaitu Rahmi dan Titi.

Dari sinilah cerita unik itu terjadi, Indonesia sudah merdeka dan Bung Hatta segera mengatakan pada Bung Karno bahwa beliau tertarik dengan seorang yang mereka temui saat ke Instituut Pasteur dan ternyata orang tersebut adalah Rahmi, anak Anni. Jangan dikira ini perkara mudah, dilansir dari Republika, ternyata Bung Hatta sempat kesulitan mendapatkan restu untuk menikah karena usia yang terpaut jauh di mana usia Bung Hatta 43 tahun dan usia Rahmi 19 tahun. Akan tetapi, karena kegigihannya Bung Hatta berhasil menikahi Rahmi dan menjadi mantu mantan kekasihnya.

Demi menghormati Bung Karno, sang mak comblang, maka pernikahan mereka digelar dalam adat Jawa namun dengan suasana yang malah jadi penuh tawa

Menikah/ Credit: Kompas via nasional.kompas.com

Pernikahan ini digelar pada 18 November 1945 di Megamendung, daerah Cipayung. Tamu yang datang hanya sekitar 30 orang termasuk Bung Karno sang mak comblang. Hal inilah yang dianggap memunculkan ide pernikahan Bung Hatta dan Rahmi  digelar dalam adat Jawa. Bung Hatta kemudian meminta bantuan Hasjim saat prosesi injak telur. Karena ia berdarah Minang-Palembang ia tak tahu bagaimana harus melakukan prosesi ini. Akhirnya prosesi yang harusnya sakral malah mengundang tawa karena Hasjim menginjak telur seperti ‘tentara Jepang yang menginjak musuh.’

Advertisement

Walaupun selama ini dikenal sebagai sosok pendiam ternyata setelah menikah Bung Hatta berubah jadi sosok yang sangat romantis

Bertambat ke Rahmi/ Credit: Kaskus via www.kaskus.co.id

Setelah mengarungi bahtera rumah tangga, Bung Hatta menunjukkan sisi romantisnya. Saat akan melahirkan anak pertama misalnya, ia membawakan sandwich buatannya sendiri ke dalam kamar bersalin. Pun ketika bepergian, beliau akan memberikan tempat yang tidak terkena sinar matahari kepada Rahmi agar istrinya tersebut tak kepanasan. Mereka tetap bersama-sama hingga dikaruniai 3 orang anak perempuan.

Bung Hatta membuktikan bahwa tak masalah untuk menikah walaupun di usia yang terbilang sudah telat. Ia juga tak peduli apa yang dikatakan oleh teman-temannya karena ia memiliki prioritas dan prinsip sendiri yang ia pegang teguh. Akhirnya, cerita berujung bahagia, ia menikah dengan seseorang yang dicinta hingga memiliki 3 anak.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE