Marah pada Istri, Ayah Gantung dan Aniaya Anak Sendiri. Ini 4 Cara Bijak Bertengkar dengan Pasangan

pertengkaran rumah tangga

Sebuah video berisi seorang anak yang digantung terbalik dan dipukuli oleh ayahnya viral di media sosial. Namun, dilansir dari detik.com, ternyata setelah ditelusuri oleh KPAI dan Tim Siber Polda Metro Jaya, video tersebut berasal dari Filipina. Tersangka penganiayaan bernama Myraflor Flores Basbas melakukan penganiayaan dengan cara menggantung sang anak yang masih berumur 4 tahun di sebuah jendela secara terbalik lalu memukulinya.

Advertisement

Aksi keji ini ia rekam ke dalam video lalu ia mengunggahnya ke media sosial agar istrinya yang kabur dapat melihat kejadian tersebut. Meskipun belum diketahui penyebab istrinya kabur, namun hal ini biasanya terjadi karena adanya masalah dalam keluarga. Padahal untuk menyelesaikan masalah ini kamu tak melulu melibatkan anak yang belum tahu apa-apa lo. Kita simak yuk masalah yang umum terjadi dan cara mengatasinya!

1. Sudah bukan hal aneh, keuangan biasanya menjadi salah satu penyebab utama terjadinya pertengkaran antara suami dan istri

Semua gara-gara uang/ Credit: Vivaglam Magazine via vivaglammagazine.com

Dilansir dari The Asian Parent, John Tyden, jaksa khusus perceraian asal Washington, menyatakan bahwa 90% masalah perceraian yang ia hadapi terjadi karena adanya masalah keuangan. Hal ini biasanya terjadi karena adanya perbedaan prinsipil dalam cara mengatur keuangan dan bagaimana mendapatkannya.

Makanya, sebaiknya dari awal sudah dilakukan berbagai kompromi seperti terbuka tentang pemasukan dan pengeluaran masing-masing, saling menyesuaikan gaya hidup, menyepakati peran dalam keluarga perihal siapa yang bekerja dan bagaimana mengaturnya, selalu diskusikan kemana saja uang akan dibelanjakan dan berapa yang perlu disimpan untuk berbagai tujuan.

Advertisement

2. Dua kepala berasal dari dua pola asuh yang berbeda, sehingga akan mungkin pola asuh untuk anak nantinya juga terpengaruh pada latar belakang masing-masing

Beda cara didik/ Credit: Quick and Dirty Tips via www.quickanddirtytips.com

Mungkin banyak hal yang berbeda di antara kamu dan pasangan, salah satunya perihal pola asuh yang dulunya kalian dapatkan. Karena tertanam di alam bawah sadar selama bertahun-tahun, ada kemungkinan kamu akan melakukan hal yang sama dengan anakmu. Sehingga jika kamu dan suami memiliki cara asuh yang bertentangan, masalah pun bisa jadi tak terhindarkan. Padahal bisa jadi pola asuh yang dipakai orang tuamu sudah tidak kompatibel di era saat ini.

Kamu bisa meminimalisirnya dengan cara banyak mencari informasi tentang pola asuh anak yang paling mungkin diterapkan dan memiliki hasil yang kira-kira bagus. Setelahnya kamu bisa memberikan referensi tersebut kepada pasangan sambil berdiskusi. Anak pun tak jadi korban ego sendiri.

3. Pernikahan dan seks merupakan salah satu hal yang tidak bisa dihindarkan, jika terjadi permasalahan ini bukan tak mungkin akhirnya merembet ke mana-mana

Advertisement

Masalah ranjang/ Credit: APK Pure via apkpure.com

Masalah yang awalnya terjadi di tempat yang paling privat seperti kamar tidur justru bisa menjadi masalah perselingkuhan yang akhirnya menyakiti hati. Franklin Potter, Ph.D, seorang penasihat pernikahan menyatakan bahwa masalah pasutri yang kerap ditemui adalah adanya perbedaan libido yang menyebabkan ada pihak yang kebutuhan seksnya tidak terpenuhi.

Hal ini karena seks dianggap masih menjadi sesuatu yang tabu. Padahal sebagai solusi, kamu perlu membicarakan hal ini secara terbuka dan mengamati hal apa yang membuat pasangan senang. Kamu juga bisa membuat jadwal untuk melakukannya jika masing-masing sibuk.

4. Masalah komunikasi antara dua orang sangat mungkin terjadi. Hal ini pulalah yang mungkin menyebabkan pertengkaran tak kunjung usai

Komunikasi buruk/ Credit: Cheat Sheet via www.cheatsheet.com

Kesibukan masing-masing atau jarangnya memiliki quality time secara bersama dapat menyebabkan beberapa kali terjadi miskomunikasi. Bahkan masalah bisa timbul karena jarangnya pasangan bertemu atau justru melakukan kesibukan masing-masing saat sedang bersama lo. Akibatnya, banyak hal kecil yang pada akhirnya menjadi masalah. Saat terjadi perbedaan pendapat, kamu bisa berdiskusi dengan nada yang lembut dan tidak mudah terbawa emosi. Pastikan bahwa yang kamu sampaikan adalah sebuah upaya memberi solusi bukan hanya menunjukkan pendapatmu yang paling benar. Setelah itu kalian bisa bernegosiasi hingga kedua belah pihak bisa sepakat.

Perlu diingat bahwa menghindar bukanlah hal yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah. Alih-alih melakukannya, kamu dan pasangan bisa berdiskusi dengan kepala dingin karena semakin tinggi nada bicara, maka semakin jauh jalan keluar. Belum lagi si kecil yang mendengarnya akan terdampak secara psikologis juga. Jadi, kalian bisa berdiskusi saat si kecil mungkin sedang terlelap atau pergi.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE