Prosesi Pedang Pora, Impian Dari Setiap Cewek yang Sedang Menunggu Jodohnya

Jika berbicara soal ragam pesta pernikahan rasanya nggak akan ada habisnya. Mulai dari adanya pesta di rumah, gedung, pesta kebun, sampai pada pesta dari adat-adat tertentu. Salah satu pesta yang sering menarik perhatian adalah adanya prosesi Pedang Pora.

Advertisement

Apa sih sebenarnya prosesi Pedang Pora itu? Hipwee Wedding pun berusaha merangkum beberapa hal yang menjelaskan apa sebenarnya Pedang Pora itu. Yuk, disimak! 🙂

Pedang Pora merupakan prosesi pernikahan untuk menghormati perwira militer yang akan melepas masa lajangnya

Prosesi Pedang Pora.

Prosesi Pedang Pora. via bastianajich.wordpress.com

Pedang Pora sendiri berasal dari kata Pedang Pura atau Gapura Pedang yang maksudnya adalah tradisi pernikahan bagi perwira militer. Prosesi itu dilaksanakan dalam rangka melepas masa lajang perwira yang diiringi dengan rangkaian pedang berbentuk gapura. Dengan kata lain itu merupakan sebuah penghormatan bagi perwira yang akan memulai hidup baru dalam bahtera rumah tangga.

Selain sebagai tradisi wajib yang sudah dilakukan turun-menurun, ada pula makna dan tujuan yang dalam di balik prosesinya

Tradisi turun-menurun.

Tradisi turun-menurun. via www.weddingku.com

Pada dasarnya Pedang Pora adalah sebuah tradisi wajib yang sudah dilakukan turun-menurun dalam dunia militer. Di balik upacara wajib itu sendiri ternyata terselip sebuah tujuan, yakni untuk memperkenalkan dunia angkatan bersenjata kepada mempelai wanita.

Advertisement

Selain itu, simbol Pedang Pora sendiri pun melambangkan solidaritas, persaudaraan, permohonan perlindungan pada Tuhan untuk angkatan bersenjata. Sedangkan Pedang Pora yang membentuk gapura ketika dilewati oleh kedua mempelai mengartikan kalau telah dimasukinya pintu gerbang kehidupan rumah tangga yang baru.

Biasanya angkatan bersenjata yang terlibat dalam prosesi tersebut pun adalah rekan perwira dari mempelai pria

Membantu sesama rekan. :)

Membantu sesama rekan. 🙂 via adifirmansy4h.blogspot.com

Angkatan bersenjata yang menjadi pengiring dan merangkai pedang-pedang tersebut biasanya adalah rekan-rekan atau adik tingkat dari mempelai pria yang notabenenya adalah seorang perwira. Sebagai info nih, prosesi Pedang Pora ini hanya berlaku untuk para perwira cowok, lho. Prosesi ini nggak dilakukan dalam pernikahan perwira cewek, kecuali pada akhirnya dia menikah dengan cowok yang juga seorang perwira.

Prosesi Pedang Pora ini berlaku untuk para angkatan bersenjata yang masih aktif bertugas

Advertisement
Untuk militer yang masih aktif.

Untuk militer yang masih aktif. via satuasaproduction.com

Prosesi Pedang Pora ini sendiri berlaku untuk para angkatan bersenjata yang masih aktif dalam menjalankan tugasnya pada negara. Baik dari Kepolisian, Tentara Republik Indonesia (TNI), Angkatan Bersenjata Republik Indonsia (ABRI), Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), atau Angkatan Udara (AU).

Tidak hanya sebatas pada mereka, tetapi seluruh perwira pria baik Sepawamil, IDP, Semapa PK, maupun Secapa reguler juga akan mendapatkan prosesi tersebut. Namun, ada syarat yang berlaku, yakni upacara itu dilakukan hanya sekali seumur hidup. Artinya, jika sewaktu-waktu mereka hendak menikah lagi, maka prosesi Pedang Pora nggak akan lagi dilaksanakan.

Mempelai pria dan para perwira pengiring Pedang Pora yang berseragam lengkap selalu membuat prosesi menjadi begitu khidmat

Khidmat!

Khidmat! via www.weddingku.com

Prosesi Pedang Pora pun akan dimulai ketika kedua mempelai sudah siap berjalan memasuki gerbang yang terdiri dari 12 orang pasukan Pedang Pora. Mereka berdiri berhadap-hadapan dengan satu orang sebagai komandan regu. Pasukan Pedang Pora termasuk juga mempelai pria tentulah menggunakan seragam militernya. Lengkap dengan segala atribut, serta nggak lupa juga pedang pora atau pedang panjang yang masih berada di dalam sarung dan tergantung pada pinggangnya masing-masing.

Kemudian, seperti inilah urutan prosesi yang ada di dalam upacara Pedang Pora:

Saat komandan regu sudah melaporkan kesiapan mereka pada kedua mempelai, pasukan Pedang Pora pun kemudian dipersiapkan untuk mulai menghunus pedangnya. Pedang yang terhunus pun memiliki makna sendiri, yakni dengan jiwa ksatria, kedua mempelai siap menghadapi segala rintangan yang akan mereka hadapi di dalam kehidupan.

Setelah itu, secara perlahan pedang pora mulai terangkat ketika mempelai berjalan pelan tapi pasti di bawah pedang tersebut. Suara tambur pun mengiringi keduanya yang tengah melewati deretan pedang itu, diikuti oleh pasukan Pedang Pora yang berjalan tegap di belakang mempelai.

Kemudian mereka membuat formasi lingkaran yang mengelilingi mempelai sembari menghunuskan pedang ke atas hingga seolah membentuk payung. Adapun makna di balik bentuk Payung Pora itu, yakni Tuhan Yang Maha Esa akan senantiasa melindungi kedua mempelai dalam menghadapi segala rintangan kehidupan dan selalu ingat untuk memohon lindungan dan petunjuk kepada-Nya.

Selanjutnya, kedua mempelai pun akan menerima pemasangan cincin yang juga melambangkan kalau kedua mempelai akan selalu bersama-sama dalam mengarungi bahtera kehidupan baru. Dan… Khusus untuk mempelai wanita, dia akan mendapatkan pakaian atau sebuah simbol lain sebagai lambang jika dirinya telah siap menjadi istri seorang prajurit.

Itulah beberapa hal mengenai prosesi Pedang Pora yang coba Hipwee rangkum. Mungkin menjadi pendamping hidup bagi anggota militer adalah impian bagi sebagian cewek di luar sana. Meski akan sering ditinggal untuk pergi dinas, tapi rasanya menikah dalam prosesi Pedang Pora bisa jadi sebuah kebanggan yang begitu diidam-idamkan. Hihihi. Untuk itu, kalau mau dapat jodoh anggota bersenjata, yuk, memantaskan diri dulu! 🙂

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penyuka kuning dan Kamu.

19 Comments

  1. Eli Widiyanti berkata:

    kalau prajurit juga pakai pedang pora gak ya?

  2. Irnam Ankortall berkata:

    Kalau prajurit selain perwira itu bkn pedang pora,tapi sangkur pora

  3. Eli Widiyanti berkata:

    Irnam Ankortall tapi kurang lebih kaya gitu?

  4. Alisha Ayunda berkata:

    dihhh keren upacara pernikahan militer
    kunjungi juga aplikasipemda.com penyedia aplikasi perpajakan online untuk pemerintah

  5. Amnesti Marta berkata:

    Artikel yang terlalu menggeneralisasi perempuan. Saya cewek, tapi saya nggak into sama man in uniform. Sama sekali nggak menganggap nikah ala pedang pora tu sesuatu yang harus diglorifikasi.

  6. Beloved Gita berkata:

    Eli Widiyanti beda mba, kalau bukan perwira ga pakai pedang, pakai tangan, namanya hasta pora.

  7. Eli Widiyanti berkata:

    Beloved Gita ow yaya maksih mb infonya

  8. Meuthia Oktavia berkata:

    kalau pangkatnya masih pratu atau praka di TNI AD ada sangkur pora nya juga ga ya?

  9. Thanks! saya setuju banget sama mba 🙂

  10. Aku malah taunya sangkur komando pora

CLOSE