Asal Muasal Tradisi Lempar Bunga di Acara Nikahan. Yang Jomlo Biasanya Paling Depan~

sejarah lempar bunga nikahan

“Yak untuk yang masih jomlo, silakan mendekat ke pelaminan karena lempar bunga akan segera dilakukan.”

Advertisement

Kalimat khas MC nikahan yang satu ini layaknya magnet untuk kaum-kaum yang datang kondangan beramai-ramai dengan teman-teman tapi status di KTP-nya masih ‘belum kawin’. Pasalnya selama ini mitos bahwa orang yang mendapatkan buket bunga bakal segera menyusul untuk melaksanakan pernikahan banyak dipercaya meskipun entah terbukti atau tidak.

Namun pernah nggak sih terpikirkan olehmu, bagaimana mitos ini bisa terbentuk dan langgeng dilakukan hingga kini? Kali ini Hipwee Wedding ingin mengupas asal usul tradisi ini untukmu. Yuk simak bersama!

Sebelum melempar bunga, ternyata ada tradisi yang lebih ekstrem yaitu menyobek gaun pengantin demi lancar jodoh

Credit: Photo by Dmitry Zvolskiy from Pexels

Melempar buket bunga awalnya sudah terlebih dahulu dilakukan oleh orang-orang Eropa dan Amerika Utara. Namun, sebelumnya ternyata tradisi yang dilakukan supaya enteng jodoh adalah menyobek gaun pengantin dan menyimpannya. Namun semakin ke sini, selain kain yang lebih tebal dan susah disobek, harganya yang melambung tentu membuat orang-orang sayang jika akan menyobeknya. Sehingga wanita yang menikah kala itu mengakalinya dengan menggantinya melalui buket bunga yang dilempar.

Advertisement

Ternyata tak hanya langgeng sebagai tradisi, kebiasaan yang satu ini juga memiliki makna tersendiri lo

Ternyata buket bunga yang dibawa pengantin perempuan merupakan simbol keindahan dan juga kesuburan. Ternyata dulunya bunga ini hanya dilempar pengantin perempuan ke sahabat-sahabat perempuannya dengan harapan agar sahabat tersebut akan menyusul untuk menikah. Namun, akhirnya seiring berjalannya waktu, buket bunga dilempar ke tamu undangan yang hadir dan masih single.

Mungkin kamu sudah familiar dengan prosesi yang satu ini yang mana biasanya dilakukan saat acara sudah hampir selesai

Credit: Photo by Jonathan Borba from Pexels

Kini tradisi tersebut banyak dilakukan di pernikahan-pernikahan dengan cara pasangan pengantin yang membelakangi tamu lalu menghitung sampai hitungan tertentu (biasanya 3) dan melemparkannya. Orang yang menerima dan masih belum memiliki pasangan diharapkan segera bertemu jodoh sedangkan yang sudah berpacaran diharapkan bisa segera menyusul.

Buket bunga yang dipilih untuk pernikahan memiliki model yang beragam, biasanya yang compact di bagian tengah

Advertisement

Credit: Photo by Anna Shvets from Pexels

Ternyata buket bunga memiliki bentuk yang bermacam-macam dan memiliki nama sendiri-sendiri. Beberapa di antaranya yang masih sering dipilih adalah sebagai berikut:

  • Buket biedermeier yang mana bunga disusun dengan pola menlingkar dan berlapis beberapa warna
  • Buket posy memiliki ukuran yang lebih kecil, bagian tangkainya ditutup dengan pita atau kain untuk pegangan
  • Buket mussie merupakan gugusan bunga melingkar yang biasanya juga memiliki elemen berwarna hijau
  • Buket balerina biasanya hanya membutuhkan bunga yang sedikit, namun desain bunga diberikan tambahan kain tule layaknya gaun penari balet
  • Bunga arm sheaf memiliki bentuk yang memanjang sehingga saat dipegang bunga harus bersandar di bagian lengan

Nah, jika selama ini kamu sudah mengikuti tradisi ini, sekarang kamu juga sudah tahu asal-usulnya. Meskipun bukan tradisi asli Indonesia, tapi banyak juga kok yang memadukan prosesi lempar bunga ini ke dalam pernikahan dengan konsep tradisional.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE