Banyak orang bilang, wanita dengan panggul besar punya peluang besar untuk melahirkan normal. Lantas mereka yang panggulnya kecil merasa khawatir bayinya nggak bisa melewati jalan lahir yang sempit sehingga harus melalui SC. Padahal, penampakan besar atau kecilnya panggul dari luar nggak serta-merta jadi jaminan persalinan bisa dilakukan secara normal atau nggak, seperti dituturkan spesialis kandungan dan kebidanan dari RS Bethsaida, Tangerang, dr Andriana Kumala Dewi, SpOG, dilansir Health Detik. Jadi, bentuk panggul hanya memberikan informasi tambahan terhadap risiko bilamana terjadi hambatan dalam proses melahirkan.

Jangan pesimis dulu, agar lebih bisa memahami dengan baik kondisi panggul yang kamu miliki termasuk pengaruhnya terhadap proses persalinan, nih Hipwee Young Mom bagikan info tentang 4 bentuk panggul menurut medis yang umum dimiliki oleh wanita.

1. Ginekoid: merupakan bentuk yang paling ideal untuk melahirkan secara normal. Hampir 50% wanita memiliki bentuk panggul seperti ini

lubangnya besar via teachmeanatomy.info

Advertisement

Ginekoid merupakan bentuk panggul yang paling umum dimiliki oleh wanita. Rongga dalamnya berbentuk oval, jarak dari sisi kanan ke sisi kiri panggul lebih lebar dibandingkan dengan jarak dari bagian depan ke belakang. Tulang bawah panggul tumpul (bulat, nggak menonjol atau tajam) dan lengkungan pubis cukup besar, yaitu sekitar 90 derajat atau lebih lebar.

Bentuk panggul ini menyerupai mangkuk jika dilihat dari atas dan membulat di bagian dalam sehingga memudahkan bayi bergerak tanpa ada intervensi dari struktur tulang ibu.

2. Antropoid: bentuk depannya yang lonjong menyerupai telur. Punya peluang melahirkan normal namun baiknya mempertimbangkan kondisi lainnya

menyerupai telur via www.slideshare.net

Rongga dalam pinggul ini berbentuk oval tapi jarak antara sisi depan dan belakang lebih lebar dibandingkan sisi kanan dan sisi kiri. Dinding samping sejajar dan bagian belakang cukup luas untuk menampung bagian belakang kepala bayi.

Advertisement

Ibu hamil dengan tipe panggul seperti ini punya peluang untuk melahirkan normal, hanya saja kemungkinan besar mengakibatkan bayi lahir menghadap ke atas, maka perlu mempertimbangkan kondisi lainnya. 25 % wanita memiliki bentuk panggul seperti ini.

3. Android: bentuk panggul ini menyerupai segitiga atau hati. Pelvis ini membuat persalinan normal cenderung lebih lama

bentuk panggul pria via hsaidbenmar.blogspot.com

Bentuk android merupakan tipikal panggul pria, yang mana ukuran rongga panggul dan pelvis bagian depannya kecil dan sempit dan menyerupai simbol hati. Pada tipe panggul ini, tulang bawah panggul cenderung menonjol dan lengkungan tulang panggul yang tajam. Bentuk ini dimiliki oleh sekitar 20% wanita.

Pelvis ini membuat persalinan normal cenderung lebih lama dan berisiko mengalami hambatan. Namun masih bisa diusahakan.

4. Platipeloid: panggul dengan bentuk oval yang memipih. Bentuk panggul ini umumnya berisiko untuk melakukan persalinan secara normal

pipih memanjang ke samping via slideplayer.com

Sekitar 5% wanita memiliki bentuk panggul tipe platipeloid. Memiliki ciri bentuk rongga panggul yang oval, namun memipih pada bagian diameter bagian depan ke belakang. Pintu masuknya berbentuk mirip ginjal, sedang pintu keluarnya cukup luas karena arcus pubisnya sangat besar. Kondisi tulang panggul seperti ini bisa disebabkan oleh faktor perkembangan, rakitis atau faktor keturunan.

Bentuk panggul platipeloid potensinya kecil untuk bisa melahirkan normal karena kepala bayi akan kesulitan memasuki pintu masuk. Pun harus melintang posisi kepalanya saat melewati tulang panggul, jadi sangat berisiko.

Karena bentuk panggul turut menentukan langkah terbaik metode persalinan pada wanita, sebaiknya lakukan pemeriksaan kehamilan termasuk kondisi panggul rutin sejak awal kehamilan.

Meski bisa memengaruhi proses persalinan normal nantinya, bentuk panggul ini nggak selamanya jadi patokan kok. Kamu nggak perlu terlalu mengkhawatirkan perihal bagaimana bentuk panggulmu. Menjaga kesehatan dan stamina tubuh melalui konsumsi makanan sehat serta olahraga lebih penting untuk diperhatikan agar janinnya juga sama-sama sehat. Sehingga bisa mengurangi komplikasi apa pun yang mengancam ibu maupun sang bayi saat persalinan kelak.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya