4 Trik Ampuh Agar Anak Mau Mendengarkan Orang Tua. Jangan Gampang Emosi Dulu ya~

anak mau dengar orang tua

“Nggak mau!”

Advertisement

Hayo, Moms…siapa di sini yang akhir-akhir ini lagi sering banget dapat jawaban begini dari si kecil di rumah? Di tengah-tengah segunung pekerjaan dan stres karena harus di rumah saja gara-gara pandemi, mudah rasanya tersulut emosi saat anak nggak mau mendengarkan dan bersikap membangkang. Kalau dimarahi, bukannya mendengarkan, malah bikin si kecil makin semangat melawan. Duh 🙁

Tenang, Moms. Kamu nggak sendirian kok. Mengasuh agar anak yang sudah beranjak balita mau mendengarkan orang tua dan diajak berdiskusi memang butuh kesabaran dan ketelatenan. Apalagi kalau si kecil mulai merasa ingin mandiri dan sudah tahu apa yang dia inginkan. Biar nggak berantem melulu, coba deh terapkan 4 hal ini di rumah.

1. Dilansir dari laman Babycentre UK, faktanya si kecil butuh kita untuk mengajari mereka agar mau mendengarkan. Jadi butuh latihan dan salah satunya dengan rutin membaca untuknya

Credit: Photo by Lina Kivaka from Pexels via www.pexels.com

Membaca dengan suara nyaring akan meningkatkan kemampuan si kecil untuk mendengar dan menyimak. Ajak si kecil untuk memperhatikan dan menyimak saat mama membacakan buku cerita favoritnya. Gunakan beragam intonasi suara yang lucu, sedih atau marah agar si kecil bisa belajar tentang beragam emosi. Dan pastinya, kalau dibaca dengan intonasi menarik, bakal membuat anak lebih betah mendengarkan.

Advertisement

2. Sejajarkan pandangan mata orang tua dengan si kecil saat bicara. Tatap matanya dan gunakan intonasi suara yang netral. Sebaiknya nggak menggunakan nada tinggi ya, Moms!

Credit: Photo by Ketut Subiyanto from Pexels via www.pexels.com

Iya, memang sulit untuk bersabar saat si kecil sedang bertingkah. Tapi mendisiplinkan si kecil dengan cara ini bakal lebih efektif daripada meneriakinya dan menghardiknya tanpa kita mencoba mensejajarkan tatapan mata kita dengan mereka.

3. Jangan pakai kata-kata sulit dan ribet! Usahakan pakai kata-kata yang sederhana saja ya, Moms

Credit: Photo by Elly Fairytale from Pexels via www.pexels.com

Maksudnya, daripada bilang “Nak, jangan teriak-teriak nanti adik bangun dan nangis, Mama lagi pusing nih banyak kerjaan!”, cukup bilang “Nak, tolong kecilkan suaramu.” Katakan dengan sungguh-sungguh dan tatap wajahnya saat bicara. Ini akan membuat anak lebih mudah mengerti dan mau mendengarkan.

4. Pastikan si anak sudah memahami perkataan ibu atau ayahnya saat bicara dengannya. Caranya, minta dia mengulang kembali kata-katamu

Advertisement

Credit: Photo by Gustavo Fring from Pexels via www.pexels.com

Kadang si kecil bingung dengan apa yang ibu atau ayahnya ucapkan. Setelah mengatakan kalimat sederhakan, pastikan si kecil sudah menangkap pesannya dan minta ia mengulanginya lagi pelan-pelan. Ini akan membentuk kebiasaan anak mau menyimak, bukan saja sekadar mendengarkan.

Semoga cara-cara yang sudah Hipwee Young Mom berikan bisa membantu anak lebih kooperatif di rumah ya. Jangan lupa, biasakan juga untuk mau mendengarkan anak saat mengutarakan perasaan atau pendapatnya supaya anak tahu pendapatnya didengarkan. Jadi mereka nggak merasa hanya dihardik untuk patuh tanpa tahu maksud baik orang tuanya. Semangat, Moms!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An independent woman, loving mom and devoted wife.

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE