Sebuah unggahan dari pemilik akun Facebook Zahnia Gita belakangan ini viral. Unggahan ini menunjukkan beberapa foto yang berisi seorang anak kecil perempuan yang menangis dengan mata yang hitam. Setelah ditelusuri ternyata sebelumnya ibunya memberi tahu bahwa jika ia main gawai terlalu lama, maka mata anaknya akan menghitam. Lalu, saat anaknya tertidur ia memoleskan make-up warna hitam di bagian mata tersebut. Ada-ada aja nih, idenya!

Viral di dunia maya, hal ini dinilai warganet cukup kreatif. Namun, sebenarnya ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah anakmu yang mengalami kecanduan terhadap gadget ini lo. Simak yuk beberapa caranya!

1. Anak-anak biasanya akan meniru apa yang dilakukan orang tua. Oleh karena itu, saat dilihatnya orang tua mengurangi penggunaan gawai, akan lebih mudah bagi orang tua untuk mendisplinkan penggunaan gawai pada anaknya

Tuh kan niruin via www.parentmap.com

Advertisement

Walaupun mungkin kamu sudah melarangnya, jika kamu sendiri tetap tak bisa lepas dari gawai apalagi saat di depan si kecil, kemungkinan anakmu akan melakukan hal yang sama. Sehingga sebisa mungkin jika bukan hal yang penting, ada baiknya kamu menguranginya juga.

2. Jika belum bisa melepaskannya sama sekali, ada baiknya kamu melakukan pembatasan sesuai dengan umurnya

Dibatasi umurnya via en.tempo.co

Menurut The American Academy of Pediatrics (2013) and the Canadian Paediatric Society (2010), anak berumur dua tahun sebaiknya tidak dipaparkan televisi, ponsel, hingga tablet. Anak berumur dua hingga empat tahun boleh diberikan akses ke gawai maksimal satu jam sehari. Sedangkan di umur lima tahun atau lebih, anak boleh main gawai selama maksimal dua jam.

3. Meletakkan televisi atau gawai di dalam kamar anak akan menyebabkan ia sulit terlepas dari gawai tersebut. Ada baiknya dikurangi saja

Sebaiknya tak ditaruh di kamar via www.medicalnewstoday.com

Alih-alih menaruh televisi di kamar anak, ada baiknya gawai ini ditaruh di kamar orang tua atau justru ruang keluarga sehingga saat masuk jam tidur, fokus anak tidak terbagi ke televisi. Saat dia sedang bermain, sebisa mungkin hindarkan ponsel dari jangkauan termasuk penglihatan anak.

4. Jadwal untuk penggunaan gawai juga perlu dibuat lo, pun kamu perlu membuat tempat-tempat yang tech-free selain di kamar

Jangan di meja makan via www.freepik.com

Advertisement

Selain memberikan batas maksimal penggunaan gawai perharinya, kamu juga perlu memberikan jadwal seperti gawai tak boleh digunakan saat jam makan atau jam belajar. Kamu juga bisa membuat aturan agar si kecil tidak menggunakan gawai di tempat-tempat seperti meja makan dan mobil.

5. Jika jadwal dan peraturan sudah dibuat, kamu harus disiplin dan memiliki sikap tegas dalam melaksanakannya

Udah ya, Dek mainnya~ via dotcomplicated.co

Kadang si kecil akan merengek meminta diberikan gawai kembali saat batas jamnya sudah terlewati. Kamu mungkin merasa kasihan atau lelah karena tangisannya yang tak kunjung terhenti. Tapi, kamu harus bersikap tegas untuk berkata tidak agar hal ini tak semakin parah nantinya.

6. Gawai biasanya menjadi alternatif saat si bayi bosan. Alih-alih memberikannya berlebihan, coba alihkan ke hal yang lain

Bermain bersama teman via www.alongsideyou.ca

Kamu bisa memperbanyak kegiatan yang tak memerlukan gawai dengannya. Aktivitas di luar rumah juga bisa dilakukan. Jika ada anak-anak seumurannya di sekitar rumah, kamu bisa mengajaknya untuk bermain bersama, sekaligus meningkatkan kemampuan berkomunikasi si kecil.

Bukan berarti si kecil tak boleh terpapar gawai sama sekali, tapi kamu perlu mengurangi karena kecanduan gawai ternyata memiliki dampak yang buruk juga lo seperti gangguan perkembangan fisik hingga mental. Mungkin awalnya tak terasa tapi efeknya bisa terlihat setelah jangka panjang. Hiii, nggak mau kan menyesal belakangan~

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya