5 Cara Elegan Hadapi Body Shaming Setelah Punya Anak. Semua Ibu Berhak Bahagia!

Body shaming ibu

Ih gendutan ya abis ngelahirin, naik berapa kilo?

Lho kok kusem banget sekarang mukanya, setelah punya anak jadi jarang perawatan, ya?

Advertisement

Menjadi seorang ibu mulai dari mengandung dan melahirkan buah hati adalah hal luar biasa yang dilalui oleh perempuan. Banyak sekali perubahan yang harus dialami mulai dari peran, tanggung jawab, prioritas bahkan perubahan fisik. Nggak heran jika hal tersebut sering membuat ibu baru mengalami kesulitan bahkan insecure. Terutama saat mengalami perubahan fisik, yang dulunya kurus sebelum hamil jadi lebih berisi setelah punya anak. Apalagi ditambah mengalami body shaming atau mendapat komentar tentang bentuk fisik.

Apakah Moms pernah mengalaminya? Body shaming teleah punya anak sering kali didapat para Moms dari kerabat dekat, teman-teman dan tetangga. Hal ini tentu membuat Moms nggak nyaman, kurang percaya diri, bahkan merasa kecewa dengan diri sendiri. Mungkin tanggapan orang lain seperti body shaming memang nggak sepenuhnya bisa Moms kendalikan dan hindari. Namun, Moms bisa menghadapi hal tersebut dengan lebih percaya diri supaya nggak gampang insecure, lo. Bagaimana caranya menghadapi body shaming setelah punya anak? Yuk simak info berikut!

1. Menerima diri sendiri dengan menyadari bahwa kondisi tubuh saat ini adalah hal terbaik dan wajar karena Moms sudah mengandung dan melahirkan

Penerimaan diri | Credit photo by Krakenimage.com on depositphoto

Dalam menghadapi suatu kondisi yang nggak kita inginkan, salah satu cara terbaik yang pertama kali bisa kita lakukan adalah menerima diri sendiri. Seperti halnya saat mengalami body shaming yang mungkin berupa komentar halus, pertanyaan, sindiran  hingga kritikan dari orang lain. Saat merasa diri Moms dianggap buruk atau ditolak oleh orang lain, saat itulah Moms harus bisa menerima diri sendiri.

Advertisement

Hal ini mungkin bukan hal yang mudah bagi sebagian orang yang terlalu pemikir dan mudah tersinggung. Namun, bukan berarti nggak bisa ya! Caranya, sadari bahwa diri Moms sangat berharga dan berjasa karena telah mengandung dan melahirkan anak. Sadari pula jika kondisi tubuh yang sehat saat ini patut disyukuri. Selain itu, Moms juga harus ingat bahwa hampir semua ibu mengalami kenaikan berat badan saat hamil dan hal tersebut sangat normal. Sehingga Moms nggak merasa sendirian dengan kondisi tubuh saat ini.

2. Tingkatkan self compassion atau kasih sayang pada diri sendiri dengan cara stop membandingkan diri sendiri dengan orang lain

Jangan membandingkan diri sendiri dan orang lain | Credit by Rawpixel on depositphoto

Self compassion merupakan cara seseorang untuk terbebas dari penderitaan atau kondisi yang membuatnya nggak nyaman, mengasihi diri sendiri dan merasa dirinya berharga. Hal ini bisa membantu Moms untuk menguatkan penerimaan diri dengan lebih baik. Nah, untuk membangun dan meningkatkan self compassion saat mengalami body shaming, Moms harus bisa berhenti membandingkan diri sendiri dan orang lain.

Jika mengalami body shaming tapi moms justru semakin melihat orang lain dan membandingkannya dengan diri sendiri justru membuat Moms merasa semakin gagal dan nggak berdaya. Alih-alih bisa termotivasi, hal tersebut justru membuat Moms hilang percaya diri.

Advertisement

3. Jangan sungkan untuk meminta dukungan orang terdekat seperti suami. Ingat, Moms berhak bahagia dan percaya diri!

Minda dukungan pada suami | Credit by William Furtunato on Pexels

Mendapat perlakuan atau komentar yang membuat diri nggak nyaman memang butuh dukungan dari orang-orang terdekat. Dalam hal body shaming yang Moms alami setelah punya anak ini, orang pertama yang harus Moms mintai dukungan adalah suami. Cobalah terbuka dan ceritakan hal yang Moms alami pada suami. Ungkapkan juga perasaan Moms, misalnya nggak nyaman, kesal, malu, kecewa dan sedih. Kemudian, minta dukungan dari suami supaya Moms tetap percaya diri dan nggak mudah khawatir dengan kondisi tubuh saat ini.

4. Fokuskan diri pada tumbuh kembang anak daripada memedulikan omongan orang tentang perubahan tubuh Moms. Bisa, yuk!

Fokus pada tumbuh kembang anak | Credit by Yan Krukov on Pexels

Daripada memikirkan bagaimana pendapat orang tentang tubuh Moms saat ini, lebih baik fokus pada tumbuh kembang anak dan belajar hal baru sebagai seorang ibu. Memedulikan omongan atau komentar orang tentang tubuh, justru bisa membuat Moms ingin fokus pada perubahan tubuh. Bisa jadi Moms ingin fokus diet ketat, padahal anak masih butuh nutrisi lengkap dari ASI. Bagaimana pun tubuh Moms saat ini setelah punya anak, kesehatan Moms dan perkembangan anak adalah prioritas terbaik.

5. Fokus pada peran baru dan potensi yang bisa Moms gali setelah menjadi seorang ibu adalah pencapaian terbaik, daripada bentuk tubuh yang ideal menurut orang lain

Fokus pada peran ibu dan potensi yang ingin dikembangkan | Credit by Andrey Lozovyi on depositphoto

Percaya deh, untuk menjadi ibu yang baik nggak ada kriteria “punya tubuh yang ideal menurut orang lain”.

Ibu yang baik adalah ketika Moms bisa menjalankan peran sebagai seorang ibu. Daripada memikirkan body shaming yang membuat Moms insecure, lebih baik fokus pada peran baru sebagai ibu. Selain itu Moms juga bisa mengasah potensi atau keterampilan yang Moms miliki. Misalnya menekuni hobi, bejar parenting, membuat keterampilan atau mencoba menjadi Moms preneur. Hal tersebut bisa mengalihkan perhatian Moms dari body shaming dan membantu Moms meningkatkan kepercayaan diri. Moms juga jadi merasa lebih berharga bagi anak dan keluarga.

Nah, itulah 5 hal yang bisa Moms lakukan untuk menghadapi body shaming. Mungkin bukan hal yang mudah, bagaimana pun body shaming bisa menjadi hal yang sangat menyakitkan dan merusak kepercayaan diri Moms. Namun, Moms bisa mencobanya pelan-pelan dan selalu menganggap bahwa diri sendiri sangat berharga apalagi bagi anak dan suami. Semangat ya Moms!

Follow Mamin di Instagram @hipweeyoungmom atau gabung ke Support Group di Whatsapp juga yuk. Media curhat yang fun, menghadirkan konten-konten inspiratif dan terpercaya buat para moms #KarenaSemuaIbuBerhakBahagia
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Seorang makmum yang taat :)

CLOSE