Bagi para ibu hamil yang sedang menanti kelahiran sang buah hati, pasti terselip rasa deg-degan di tengah rasa bahagia yang sedang dialami. Salah satu yang menjadi perhatian para calon ibu masa kini adalah penggunaan kosmetik dan perawatan kulit semasa hamil, apakah baik atau nggak demi kesehatan janin. Pasalnya, meski nggak dikonsumsi secara oral ke dalam tubuh, tetapi zat-zat kimia yang terkandung dalam produk yang kamu gunakan sehari-hari seperti produk perawatan kulit pasti akan tetap berdampak pada kehamilan dan perkembangan buah hatimu.

Supaya kamu nggak salah pilih produk kecantikan, kali ini Hipwee sudah merangkum 12 kandungan bahan kimia yang wajib kamu waspadai selama menjalani kehamilan. Sebagai ibu yang baik, peduli penampilan itu boleh. Namun harus tetap bertanggungjawab, penting untuk mengetahui asupan apa saja yang masuk ke dalam tubuh, bahkan ‘sesepele’ kosmetik harian yang kamu pakai. Biar nggak sampai menyesal di kemudian hari, yuk cek ulasan Hipwee Parenting kali ini!

1. Retinoid, kandungan yang biasanya dapat ditemukan dalam kosmetik anti penuaan, obat jerawat dan pemutih ini sebaiknya dihindari saja ya karena efeknya cukup berbahaya

Hati-hati dengan krim dengan kandungan ini ya via www.health.com

Advertisement

Retinoid dalam produk pemutih atau anti aging bisa tertulis dengan nama lain seperti retinoic acid, retinyl palmitate, retinaldehyde, adapalene, tretinoin, tazarotene dan isotretinoin.  Kandungan ini sebaiknya dihindari  karena secara klinis telah ditemukan kaitan antara penggunaan retinoid dengan risiko peningkatan risiko cacat pada janin.

2. BHA atau beta hydroxy acids biasa ditemukan di obat jerawat atau produk pengelupasan kulit ini wajib kamu waspadai lho, Sis!

Hindari dulu pemakaian BHA ya, Sis! via glamourlifestyles.com

Kandungan BHA atau biasa tercantum sebagai salicylic acid, 3-hydroxypropionic acid, trethocanic acid atau tropic acid ini sebaiknya dihindari saja kalau nggak dibutuhkan dalam kondisi terdesak. Pasalnya, bahan ini juga berisiko menghambat perkembangan janin.

3. Tetracycline adalah sejenis antibiotik yang bahaya kalau dikonsumsi saat hamil. Konsultasikan subtitusi obat ini dengan dokter ya

Konsultasikan pemakaian obat oral apapun dengan dokter kandunganmu ya via www.healthline.com

Jenis kandungan ini dapat tertulis dengan nama lain seperti  doxycycline dan minocycline. Tetracyclines yang biasa digunakan untuk mengatasi jerawat dan penyakit Lyme. Studi membuktikan pemakaian antiobiotik ini saat hamil akan berdampak buruk pada hati ibu hamil dan mempengaruhi warna gigi si adik bayi.

4. Hydroquinone tak hanya wajib diwaspadai pada ibu hamil karena dikhawatirkan bisa memberikan efek yang buruk bagi janinmu

Sabar dulu ya memutihkan kulitnya. Bisa tunggu habis melahirkan ‘kan? via theconversation.com

Advertisement

Kandungan pemutih yang biasa digunakan untuk mengatasi kondisi chloasma dan melasma ini sebaiknya dihindari pemakaiannya saat hamil sampai setelah menyusui karena studi menunjukan 45 persen dari produk ini akan terserap ke dalam kulit setelah pemakaian topikal. Meski belum ada studi yang menyatakan secara pasti efek negatifnya, lebih baik sih hentikan dulu penggunaan produk ini karena akan ada terlalu banyak kimia dalam aliran darahmu selama penggunaan produk berbahan ini.

6. Phthalates yang biasa ditemukan di pewarna kuku atau parfum ini juga sebisa mungkin dihindari, demi menghindari penyesalan di kemudian hari 

Batasi penggunaan parfum selama hamil ya via www.cosmeticsdesign-europe.com

Kandungan ini juga dapat tertulis dengan nama BzBP, DBP, DEP, DMP, or diethyl, dibutyl, atau  benzylbutyl phthalate. Para ilmuwan mengatakan bahkan kandungan ini berisiko meningkatkan risiko janin kelak menderita tekanan darah tinggi, ADHD sampai diabetes. Waduh!

7. Formaldehyde yang biasa ditemukan di produk pelurus rambut, pewarna kuku dan lem bulu mata ini konon zat karsinogen yang memicu kanker lho

Hati-hati saat menggunakan produk pelurus atau pengeriting rambut via food.ndtv.com

Bahan yang biasa tercantum di label produk sebagai formaldehyde, quaternium-15, dimethyl-dimethyl (DMDM), hydantoin, imidazolidinyl urea, diazolidinyl urea, sodium hydroxymethylglycinate, atau  2-bromo-2-nitropropane-1,3-diol (bromopol) ini sebaiknya dihindari saja ya karena berisiko memicu kanker.

8. Toluene seringkali ditemukan ditemukan di pewarna kuku. Satu lagi alasan kenapa pakai pewarna kuku nggak boleh asal-asalan buat ibu hamil

Cantik sih, tapi tinggi risiko buat bumil via food.ndtv.com

Hindari pemakaian produk yang menuliskan kandungan methylbenzene, toluol or antisal 1a pada labelnya ya. Pasalnya, toluene yang dicurigai sebagai pemicu kanker ini biasa ditemukan di pewarna kuku juga biasa ditemukan bersama dengan phthalates dan formaldehyde yang bersama-sama dijuluki ‘trio toxic’.

9. Sudah nggak asing kan sama amoniak? Bahan ini sangat sering ditemukan di formula pewarna rambut

Waspadai penggunaan pewarna rambut ya via www.independent.co.uk

Banyak ditemukan di formula pewarna rambut, amonia dapat dengan mudah mengiritasi kulit dan terhirup paru-paru jadi sebaiknya hindari pemakaiannnya di masa kehamilan ya.

10. Meski mungkin akan jarang terpapar di orang Indonesia, kamu pun wajib mewaspadai dihydroxyacetone lho

Lebih populer di negara barat sih ini via abcnews.go.com

Dilabeli dengan nama DHA, produk ini banyak digunakan pada produk spray penggelap kulit. Meski kecil kemungkinan DHA terserap tubuh, tapi bahan ini dapat dengan mudah terhirup selama aplikasinya jadi ya bagi kamu yang ingin sun-tan instan lewatkan dulu perawatan ini ya.

11. Saat hamil atau menyusui, ada baiknya melakukan waxing atau cukur rambut di area yang diinginkan secara konvensional saja daripada terpapar kandungan thioglycolic acid 

Lebih baik pakai cara konvensional yang minim produk kimia ya via www.huffingtonpost.com

Seringkali digunakan pada krim pencukur rambut atau hair removal cream, bahan ini seringkali tercantum di label produk sebagai acetyl mercaptan, mercaptoacetate, mercaptoacetic acid dan thiovanic acid. Lebih baik gunakan cara mencukur konvensional dengan alat cuku saja daripada harus terpapar zat yang berisiko.

12. Botulinim toxin atau biasa dikenal dengan nama botox ini juga sebaiknya dihindari saja ya kalau nggak perlu-perlu amat

Tunda dulu keinginan menggunakan botox ya via www.skindeeplaser.co.nz

Botox pun sebaiknya dihindari dulu pemakaiannya selama hamil ya karena terlalu berisiko semasa hamil. Sabar dulu, perawatan ini bisa kamu lakukan setelah adik bayi lahir kok.

Dari sederetan bahan-bahan yang patut diwaspadai tersebut, sebaiknya sih benar-benar hindari dan stop penggunaan produk yang mengandung retinoid, BHA dan bahan-bahan yang biasa terdapat di cat kuku ya. Pasalnya bahan-bahan tersebut sudah terbukti memberikan efek negatif pada kehamilanmu. Untuk lebih yakin jangan lupa konsultasikan juga ke dokter kandunganmu, produk apa saja yang aman kamu gunakan selama hamil. Nah, bagi kamu yang selama ini nggak terlalu peduli dengan kandungan produk yang biasa digunakan, yuk lebih teliti dan selektif lagi. Semua demi kebaikan kamu dan buah hati kok 🙂

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya