Menjadi Single Parent Bukan Akhir dari Dunia, Inilah 6 Hikmah Nyata di Baliknya!

Hikmah sebagai single parent

Usai memutuskan membangun bahtera rumah tangga, tak ada satu pun pasangan yang berharap hubungan mereka akan berakhir. Namun, banyak faktor yang memengaruhi peristiwa tersebut bisa terjadi, entah karena permasalahan yang tak bisa ditolerir, ketidakcocokan, pertengakaran atau bahkan dipisahkan oleh maut. Kenyatannya, hal itu bisa menimpa siapapun. Kalau sudah seperti itu, kamu yang dikarunia buah hati harus siap menyandang status sebagai single parent.

Advertisement

Menjadi single mom atau single dad bukanlah hal yang mudah. Sebab biasanya akan dihantui perasaan cemas dalam mendidik buah hati. Dalam hal ini kamu pun harus melakukan dua peran sekaligus, yakni mengurusi anak dan juga mencukupi kebutuhan keluarga. Meski demikian, jangan terlalu berkecil hati ya, sebab selalu ada hikmah atau keuntungan yang bisa didapatkan. Yuk, coba simak apa saja kelebihan menjadi single parent berikut ini!

1. Kondisi yang tengah dihadapi membuat pribadimu jadi lebih kuat. Bayangkan saja, peran ayah atau ibu bisa diterapkan dalam satu waktu. Salut!

Single parent menjalani 2 peran | Credit: Kelly Sikkema via unsplash.com

Menjadi orang tua tunggal membuat seseorang terbiasa menjalani peran ganda. Menggebrak batasan gender dalam perannya di keluarga. Ibu sekaligus ayah, ayah sekaligus ibu. Hal tersebut membuat single parent mempunyai komitmen akan hidup yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Perjuangan sebagai figur tunggal membuat kamu menjadi lebih bertanggung jawab dan memiliki dedikasi tinggi akan kesejahteraan anak di masa depan. Dalam hal ini, anak merupakan prioritas utama dalam hidup yang pada akhirnya membuatmu jadi fokus memberikan fasilitas hingga gaya pengasuhan terbaik.

Advertisement

2. Ibu yang pekerja keras membuat anak lebih mandiri. Secara tak langsung kamu pun dijadikan role model dalam hidupnya

Orang tua pekerja keras adalah role model anak | Credit: Standsome Worklifestyle via unsplash.com

Seorang single parent akan sedikit kesulitan untuk menyelesaikan semua pekerjaan rumah dari A-Z seorang diri, sebab biasanya mereka juga harus mencari nafkah. Dengan demikian, ia lebih cenderung membagi pekerjaan dengan anak remajanya. Hal ini ternyata dapat meningkatkan kepercayaan diri anak lo, karena mereka merasa berkontribusi dalam keluarga.

Moms atau Dads yang single parent akan dijadikan panutan. Mereka melihat sosok orang tua sebagai pribadi yang pekerja keras. Tanpa pendamping bukan sebuah alasan untuk menyerah, berdiri di kaki sendiri tanpa bergantung dengan orang lain adalah tindakan yang mulia.

3. Moms atau Dads akan merasa lebih dekat dengan anak, layaknya seorang teman yang melakukan apapun bersamanya

Merasa lebih dekat dengan anak | Credit: Thiago Cerqueira via unsplash.com

Keuntungan menjadi single parent justru membuat  anak menjadi dekat dengan orang tua. Biasanya, mereka tak segan bercerita perihal masalahnya. Sudah terbiasa melakukan apapaun bersama Ibu atau ayah, membuat anak merasa kehilangan saat tak membagikan cerita seru di setiap aktivitas.

Hal ini juga berlaku bagi orang tua, rasa lelah sepulang kerja dapat hilang dengan sekejap melihat canda tawa sang anak. Ikatan batin keduanya pun akan semakin kuat. Namun, perlu diperhatikan ketika bersama si kecil, berikanlah ia cinta dan perhatian yang kamu miliki sepenuhnya.

4. Konflik yang terjadi di rumah bisa diminalisir, dan Moms atau Dads pun bisa lebih fokus menata diri

Tak ada lagi tekanan dan salah paham | Credit: Priscilla Du Preez via unsplash.com

Salah satu penyebab perceraian adalah keretakan dalam rumah tangga, termasuk pertengkaran yang intens terjadi. Di masa seperti ini kondisi mental Moms atau Dads sudah pasti tertanggu, akibatnya perhatian kepada anak tak bisa diberikan secara maksimal. Bukan hanya itu, pertengkaran juga mampu berpengaruh pada psikologis si kecil. Jika dibiarkan justru berisiko meninggalkan trauma.

Menjadi single parent tak lagi berurusan dengan hal itu. Moms atau Dads akan lebih tenang dan bisa membuat keputusan dengan cepat dan tegas, tanpa adanya suara kedua yang kadang membuat anak menjadi manja. Pun orang tua punya prioritas yang jelas, misalnya “Aku harus sehat demi anak-anakku”.

5. Memiliki teman baru sudah pasti, kamu juga bisa melakukan apapun tanpa takut ditentang oleh pasangan

Traveling dengan anak | Credit: Sai De Silva via unsplash.com

Ketika menikah biasanya pasangan akan membatasi diri berteman dengan orang lain, termasuk lawan jenis. Ada sekat yang tak bisa disamakan seperti saat lajang. Namun, ketika kamu menjadi single parent hal seperti itu tak perlu dikhawatirkan lagi. Kamu pun bebas melakukan apa saja, seperti leluasa pergi bersama teman-teman ataupun traveling bersama anak. Meski demikian, harus diimbangi dengan tanggung jawab, karena hidupmu bukan hanya tentang kamu, melainkan ada anak yang perlu dicukupi kebutuhannya.

6. Percayalah seorang single parent adalah semangat bagi anak untuk mencapai kesuksesan. Sebab ia telah melihat sendiri bagaimana perjuangan orang tuanya selama ini

Single parent ialah semangat anak untuk berjuang | Credit: Some Tale via unsplash.com

Anak akan tumbuh dengan pribadi yang mampu menghormati orang lain. Ia akan lebih bertanggung jawab atas semua keputusan yang dibuat. Ibu atau ayah single parent adalah motivasinya untuk memberikan hidup yang jauh lebih baik. Sebab mereka telah melihat bagaimana perjuangan membesarkan anak seorang diri. Sikap mandiri dan menghargai kerja keras seseorang akan terbentuk dari pendidikan yang telah diberikan orang tuanya.

Itulah sederet hikmah menjadi single parent yang tangguh. Menjadi orang tua tunggal memang tak mudah, tetapi bukan berarti tak bisa menghadapinya. Tetap semangat dan tunjukkan bahwa kasih sayang tetap penuh diberikan untuk anak. Tetap positif dan semangat selalu!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Seorang makmum yang taat :)

CLOSE