Mengenal Nunchi, Sebuah Seni Mengasuh Anak ala Korea untuk Capai Kebahagiaan dan Kesuksesan

korean parenting nunchi

Setiap orang tua tentu punya cara tersendiri untuk mengajarkan nilai-nilai kehidupan pada anaknya. Meskipun pola asuh tiap orang tua berbeda, tidak ada salahnya menerapkan pola asuh yang dianggap baik dan sejalan dengan hal-hal yang ingin kita ajarkan pada anak. Misalnya, mengulik gaya parenting dari Korea yang menerapkan konsep nunchi.

Advertisement

Sebelumnya, apakah kamu pernah menonton sebuah video eksperimen sosial yang dilakukan untuk melihat reaksi anak-anak SD di Korea saat tak sengaja melihat orang yang cedera lengan terjatuh? Kalau belum, yuk sempatkan waktumu sebentar untuk menyimak video berikut ini dulu!

Nah, dalam eksperimen sosial yang telah ditonton sebanyak lebih dari tiga juta kali tersebut, kita bisa melihat bahwa anak-anak Korea dalam video menolong orang yang kesulitan tanpa ragu. Setelah mengamati selama beberapa detik, mereka tidak segan untuk berbalik dan membantu orang yang tak dikenal tersebut. Tindakan mereka ini berkaitan dengan nunchi.

Dilansir dari CNBC, dalam bukunya, The Power of Nunchi: The Korean Secret to Happiness and Success, Euny Hong membeberkan tentang nunchi. Nunchi (noon-chee) yang secara harafiah diterjemahkan sebagai “ukuran mata”. Nunchi adalah seni untuk memahami apa yang dipikirkan dan dirasakan orang lain, serta memberikan respons yang tepat.  Nah, konsep nunchi ini juga bisa diterapkan dalam pola asuh anak, lo. Seperti apa penerapannya? Baca terus ya~

Advertisement

Orang tua Korea mengajarkan konsep nunchi pada anak-anaknya saat berusia tiga tahun

anak-anak di Korea belajar nunchi sejak usia tiga tahun | credit: YouTube 스튜디오V [ STUDIO V ] via youtu.be

Layaknya bunyi sebuah pepatah Korea,

“Sebuah kebiasaan yang dibentuk pada usia tiga tahun akan terus diingat hingga usia 80 tahun.”

Nunchi yang terasah dapat meningkatkan hubungan anak dengan lingkungan serta melindungi diri dari hal-hal yang membahayakan. Saat dewasa, nunchi dapat membantu anak untuk mencetak prestasi di sekolah dan tempat kerja, memilih pasangan yang tepat dalam kehidupan maupun bisnis, dan bahkan mengurangi kecemasan sosial.

Advertisement

Sering disebut sebagai ‘kekuatan super’ oleh orang Korea, nunchi sebenarnya tidak bisa disamakan dengan dengan empati lo

nunchi berbeda dengan empati| credit: Ketut Subiyanto via www.pexels.com

Selain hanya berfokus pada individu tertentu, empati yang sifatnya emosional juga bisa berbahaya untuk kesehatan psikologis kita, lo. Berbeda dengan empati, nunchi mengamati sekeliling, baik orang dan lingkungan, secara menyeluruh. Dengan nunchi, anak diajak menempatkan diri untuk mengamati secara diam-diam dan tetap teguh saat mendengarkan orang lain.

Untuk memanfaatkan kekuatan nunchi, seorang anak cukup menggunakan mata dan telinganya serta pikiran yang tenang. Dalam video eksperimen sosial di atas, anak-anak mendengar dan melihat sekeliling sebelum mengambil respon yang sesuai.

Pelajaran penting bagi anak-anak di Korea adalah bahwa dunia tidak berputar dengan kamu saja sebagai pusatnya

anak belajar untuk memahami apa yang terjadi di sekitarnya | credit: Instagram @_____hi.rony via www.instagram.com

Ya, nunchi tidak berbicara tentang diri sendiri, tetapi tentang hal-hal di sekitar kita. Sebagai contoh, perkara mengantre di restoran untuk memesan makanan untuk waktu yang cukup lama, seorang anak berusia empat tahun mungkin akan mulai tidak sabar dan merengek, “Bu, kok lama banget sih? Aku laper banget, nih.”

Seorang ibu Korea yang mengajarkan nunchi tidak akan memberikan camilan pada anaknya dan berkata, “Duh, kasihan anak Ibu. Makan ini dulu, ya, Nak, buat ganjel perut.” Namun, ia mungkin akan berkata begini,

“Nak, coba deh kamu lihat orang-orang lain yang antre kayak kamu. Sekarang, apa menurutmu cuma kamu aja satu-satunya yang lapar, Nak?”

Tentu jawabannya tidak. Inilah contoh penggunaan konsep nunchi sebagai salah satu teknik dalam mengasuh anak.

Dalam kehidupan sehari-hari, nunchi mengajak kita untuk mendengarkan dua kali lebih banyak daripada berbicara

lebih banyak mendengarkan daripada bicara | credit: Instagram @_angel_elijah_ via www.instagram.com

Anak terlibat untuk memperhatikan siapa yang berbicara, apa yang dibicarakan, siapa yang mendengarkan, yang menyela, yang meminta maaf, bahkan yang memutar bola mata mereka. Dengan nunchi, anak berlatih untuk membuat penilaian untuk menemukan hubungan tiap orang yang terlibat dalam percakapan, suasana hati masing-masing secara keseluruhan, dan cara berperilaku yang tepat dalam situasi.

Kecepatan adalah kunci dalam nunchi. Maksudnya, seseorang mampu memproses informasi sosial yang berubah dengan cepat

anak-anak yang punya nunchi cepat akan tanggap terhadap berbagai situasi | credit: YouTube 키즐 kizzle via youtu.be

Dikutip dari The Guardian, anak dengan nunchi cepat akan dapat memahami situasi sosial dengan cepat. Hal ini meningkatkan peluang anak untuk sukses di lingkungan sosial apa pun. Selain itu, anak bisa lebih mudah menjalin koneksi dengan orang lain dan jarang dianggap tidak mengerti akan sesuatu.

Kalau kamu perhatikan, anak-anak dalam video eksperimen sosial di atas bisa mengajak bicara orang yang tak dikenal tanpa canggung. Sambil membantu memunguti kertas yang berserakan, mereka mampu menciptakan pembicaraan dan suasana yang hangat.

Contoh konsep nunchi lainnya bisa dilihat di sekolah. Tanpa petugas kebersihan, beberapa sekolah di Korea memberikan siswa tanggung jawab untuk membersihkan sekolah.

ilustrasi anak-anak sekolah | credit: note thanun via unsplash.com

Mulai dari menyapu, mengepel, membuang sampah, dan membersihkan toilet, para siswa mengerjakannya secara berkelompok. Ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari konsep ini. Pertama, anak diajak untuk menjaga kebersihan sejak dini, baik itu kebersihan pribadi maupun lingkungan. Semakin bersih, semakin sedikit waktu yang dibutuhkan untuk membersihkan sekolah.

Selain itu, kegiatan ini menyadarkan tiap anak bahwa mereka adalah suatu tim dalam kelas. Sebagai tim dan bukan berpusat pada diri sendiri, para siswa diajak menghargai lingkungan karena merekalah yang bertanggung jawab untuk menjaga dan melestarikannya.

Konsep yang diterapkan dalam parenting ala Korea ini memang sedikit berbeda dengan pola asuh di Indonesia. Nunchi adalah soal kepekaan dan perhatian yang diberikan pada setiap hal yang ada di sekeliling kita. Hmm, semoga seni rahasia ini bisa jadi inspirasimu untuk mengasuh anak, ya! Jadi, apakah kamu tertarik untuk mengajarkan nunchi pada anakmu kelak?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE