Memahami Fenomena Menstruasi pada Bayi Perempuan. Bisa Terjadi dan ini Penjelasan Medisnya

menstruasi pada bayi

Saat mengalami menstruasi mungkin kamu akan merasakan perut yang sakit hingga pinggang yang pegal. Inginnya sih rebahan saja tanpa melakukan apa-apa. Bayangkan jika ternyata hal ini nggak hanya dialami oleh perempuan dewasa saja, tapi juga bisa dialami oleh bayi perempuan yang baru berumur beberapa hari. Kasus ini ditemukan di Hangzhou, Cina di mana ada bayi umur 5 hari mengeluarkan darah dari vaginanya. Dokter mengatakan bahwa inilah menstruasi palsu.

Advertisement

Kamu nggak perlu khawatir karena hal ini jarang ditemukan meskipun tetap ada kemungkinan untuk terjadi pula pada bayimu. Istilah ilmiah untuk kondisi ini biasa disebut dengan neonatal menstruation atau neonatal uterine bleeding. Jika kamu masih penasaran bagaimana hal ini bisa terjadi, kita cek yuk penjelasan selengkapnya!

Mirip dengan yang terjadi pada orang dewasa, menstruasi pada bayi ini biasanya terjadi karena adanya pengaruh hormon

Karena hormon/ Credit: Pond5 via www.pond5.com

Dilansir dari Mother and Baby, neonatal uterine bleeding terjadi karena adanya pengaruh hormon yang mengalir dari ibu ke tubuh si kecil dari saat masih di dalam kandungan hingga ia dilahirkan. Saat hamil inilah ada lonjakan hormon estrogen yang dapat merangsang rahim janin perempuan. Dalam rahim, estrogen mengalir melalui plasenta hingga ke dalam sirkulasi darah janin. Saat bayi lahir, hormon tersebut akan menurun drastis kemudian akan terjadi keputihan dan muncul darah. Bahkan biasanya hormon ini juga membuat payudara anak menjadi terlihat lebih besar. Jika hal ini terjadi pada bayi laki-laki maka akan terjadi pembesaran di bagian buah zakar.

Hal ini sebenarnya jarang ditemukan, pun waktu berlangsungnya biasanya juga nggak begitu lama

Biasanya nggak lama kok/ Credit: Freepik via www.freepik.com

Menurut penelitian hanya ada 5% dari kelahiran bayi yang mengalami kondisi neonatal uterine bleeding ini. Biasanya akan terjadi pada bayi yang lahir dengan berat badan rendah atau lahir dari kehamilan dengan risiko preeklampsia. Jika terjadi, hal ini biasanya berlangsung saat bayi berumur 2 hingga 10 hari dan nggak berlangsung dalam waktu yang lama yaitu sekitar 3 sampai 4 hari saja. Biasanya jika sudah sekali terjadi dan berhenti, darah ini nggak akan muncul kembali di periode berikutnya layaknya orang dewasa.

Advertisement

Walau hal ini jarang ditemui pada bayi, kamu perlu tahu juga bagaimana cara mengatasi jika hal ini ternyata terjadi pada bayimu

Mengganti popok/ Credit: Modern Ghana via www.modernghana.com

Vagina merupakan area yang sensitif apalagi pada bayi yang baru lahir, sehingga kamu perlu memperhatikan kebersihannya. Kamu bisa membersihkan bagian tersebut  dengan air hangat tanpa perlu sabun dan handuk yang lembut. Saat membersihkannya, kamu nggak perlu menjangkau area yang terlalu dalam. Celananya harus diganti secara rutin agar nggak ada bakteri yang tumbuh di sana dan menyebabkan infeksi. Perhatikan juga apakah vagina si kecil mengeluarkan bau tak sedap dan berbeda dari biasanya.

Sebenarnya ibu nggak perlu khawatir jika terjadi keluarnya darah pada si kecil hanya selama beberapa hari saja dan nggak muncul kembali setelahnya. Namun jika darah yang keluar berlangsung dalam jangka lama dan kondisi si kecil terlihat semakin parah, maka sebaiknya kamu segera membawa si kecil ke dokter demi mendapatkan perawatan yang tepat karena dilansir dari The Asian Parent, menstruasi ini bisa menjadi tanda fetal distress  atau gawat janin yang membahayakan janin.

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE