Siapa bilang jadi orangtua itu mudah? Terlebih di era milenial, di mana para orangtua dituntut untuk lebih dinamis dan punya seabrek kegiatan selain momong anak. Meski teknologi pendukung sudah semakin maju dan memudahkan, tetap saja menjadi  sosok orangtua tangguh itu gampang-gampang susah, mengingat kita harus mempersiapkan anak kita kelak untuk menghadapi persaingan yang lebih ketat.

Sebagai orangtua milenial, tentu ada banyak tantangan yang harus kita hadapi, yang tentunya berbeda dengan pengalaman orangtua kita dahulu. Beruntungnya Hipwee  mendapat kesempatan ngobrol intim dengan pasangan hits, Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percussion yang beberapa waktu lalu memang sengaja mampir ke Yogyakarta untuk menghadiri event tahunan Land of Leisure 2018Kira-kira seperti apa sih gaya parenting pasangan yang ngetop dengan tagar #TemanTapiMenikah ini dalam membesarkan putranya, Sekala? Simak hasil ngobrol Hipwee bareng Ayu dan Ditto kali ini ya!

1. Kata siapa jadi orangtua serba sibuk dan padat kerjaan nggak bisa handle anak sendirian? Ayudia dan Ditto telah buktikan mereka bisa!

Pasangan yang kompak dan manis banget! via www.hipwee.com

Advertisement

Meski disibukkan dengan proyek masing-masing dan proyek berdua, seperti proyek musik terbaru mereka, Dengarkan Dia dan vlog keluarga #temantapimenikah di channel Youtube mereka, ternyata pasangan Ayu dan Ditto memilih untuk tetap berkomitmen mengasuh anak berdua tanpa bantuan helper. Bahkan saat memutuskan untuk pergi berlibur ke luar negeri pun keduanya memilih untuk tetap mengurus Sekala berdua saja tanpa bantuan khusus dari babysitter lo.

2. Kata mereka sih jadi orangtua itu banyakan sukanya. Intinya sih, happy!

Sharing, no teaching! via www.hipwee.com

“Kalau ditanya lebih banyak suka atau dukanya, jelas lebih banyak sukanya sih…” – Ayu

Nah, untuk mengatasi tantangan sebagai orantua milenial, menurut Ayu membahagiakan diri sendiri dulu adalah kuncinya. Terutama dalam menghadapi fase anak yang kini mulai sering tantrum, berusaha untuk memahami bahwa itu adalah hal yang normal adalah salah satu triknya. Dengan jadi sosok yang bahagia, bakal lebih mudah bersikap tenang dan kalem saat menghadapi berbagai reaksi anak yang berubah-ubah seiring pertumbuhannya.

3. Kalau kata Ditto sih, “No teaching, just sharing!”. Berbagi lewat media sosial nggak dosa, selama niatnya memang berbagi ya, bukan menggurui

Pasangan so sweet, bahkan pas diwawancara pun kompak lo via www.hipwee.com

Advertisement

 “Kita tuh jarang banget sharenting. Kita hampir nggak pernah ngasih tahu segala sesuatu yang berhubungan dengan parenting di media sosial kita. Kecuali saat ada yang tanya di media sosial kita tentang gimana sih caranya nggak rempong bawa anak liburan, baru kita jawab.” – Ayu

Alih-alih bicara panjang lebar soal hal seputar parenting di dunia maya, keduanya sepakat lebih memilih berbagi seputar daily life saja. Ditto pun mengimbuhkan kalau keduanya nggak mau terkesan terlalu menggurui seputar parenting di media sosial. Berbagi seputar keseharian mereka dan menginspirasi oke, tapi bukan lantas memberikan petuah yang terkesan menggurui para orangtua di luar sana.

4. Bicara soal gaya parenting, keduanya sepakat menggabungkan gaya modern dan tradisional. Nggak terlalu kaku, yang penting sesuai aja dengan kebutuhan anak~

Koleksi foto Instagram @ayudiac via www.hipwee.com

“Ada beberapa aspek gaya asuh tradisional yang kita tinggalin, ada juga yang masih dipertahanin. Ada gaya modern yang kita pakai, ada juga yang nggak. Lebih disesuaikan dengan kebutuhan anak aja, sih.” – Ayu

Sebelum menerapkan gaya pengasuhan, Ayu dan Ditto sepakat untuk mengenali diri sendiri dulu, seperti bagaimana cara untuk marah dan cara untuk mengajar anak. Intinya sih keduanya berusaha menyesuaikan dan menjadi contoh yang baik dulu sebelum menuntut anak untuk tumbuh sesuai yang mereka mau. Uniknya, keduanya juga menerapkan cara reverse psychology parenting dalam mengasuh Sekala dan konon ini cukup efektif lo!

5. Nggak usah buru-buru nikahin teman sendiri gara-gara tagar #temantapimenikah ya! Eh, ini kata Ayudia dan Ditto lo~

Keluarga bahagia versi Ayu dan Ditto via www.instagram.com

“Meskipun kita ini teman tapi menikah, tapi kita nggak suggest teman-teman Hipwee di luar sana harus menikah sama teman sendiri kok. Sama siapa pun bisa, asal setiap pribadi sudah penuh dan jadi diri yang utuh. Seperti aku saat ketemu Ditto, udah jadi diri yang utuh. Ditto juga begitu. Jadi pas ketemu, bisa berkolaborasi. Jangan pernah deh galauin orang, mending bahagia dan puas-puasan aja sendiri dulu sebelum memutuskan bersatu dengan seseorang.” – Ayu

“Peka terhadap lingkungan sekitar lebih penting dari sekadar galau menikah. Kenali diri sendiri juga penting, sebelum kamu memutuskan bersatu dan menikah dengan seseorang. Saat kita sudah puas dengan hidup dan percaya diri dengan hidup kita, baru deh kita bisa berani ngajak seseorang untuk menikah.” – Ditto

Menikah itu bukan perlombaan kok dan bukan orang lain juga yang jadi patokannya. Saat kamu sudah puas dengan diri sendiri, puas dengan segala mimpi dan relasi dengan orang sekeliling kamu, baru deh kamu bisa berpikir untuk bersatu dengan orang lain. Sosok yang utuh saat bersatu dengan sosok utuh lainnya akan menjadi kolaborasi yang cetar. Sebaliknya, saat masing-masing masih mencari jati diri dan maksain bersatu, jadinya malah nggak asyik. Duh, kita sih setuju banget ya dengan pemikiran duo Papa Mama cetar ini!

Meski berlangsung singkat, Hipwee senang banget sudah ngobrol bareng pasangan inspiratif, @dittopercussion dan @ayudiac. Buat kamu yang penasaran dengan video wawancara Hipwee bareng mereka, bisa tonton di sini ya! Semoga hasil obrolan Hipwee kali ini bisa kasih wawasan baru buat kamu, para calon Mama-Papa milenial. Yuk ah, jangan galau-galau lagi, soal menikah dan berumahtangga~

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya