Curhat Viral Ibu yang Masukkan Anak Cerdas dan Kritisnya Homeschooling; Apa Pertimbangannya?

pertimbangan homeschooling

Akses pendidikan bagi anak adalah investasi yang penting untuk masa depannya. Makanya, banyak orang tua yang bekerja keras demi mendapatkan uang agar bisa mengakomodasi kebutuhan anak untuk mendapatkan pendidikan yang terbaik. Tapi, ada hal yang kadang-kadang malah terlupakan yaitu adanya kontribusi dalam membantu memilihkan pendidikan yang tidak hanya dianggap terbaik tapi juga tepat untuk sang anak.

Advertisement

Seorang ibu dua anak yang juga menjadi influencer bernama Iim Fahima Jachja belakangan ini membagikan sebuah utas di Twitter tentang pengalamannya memilihkan sekolah untuk anak. Simak yuk bagaimana kisah selengkapnya!

1. Iim Fahima membagikan utas ini karena sebelumnya banyak yang bertanya mengenai anak pertamanya yang memutuskan untuk homeschooling

Ternyata investasi ada yang lebih penting/ Credit: Iim Fahima via www.instagram.com

Sebuah video TikTok dibuat oleh anak pertama Iim yang menjawab pertanyaan orang-orang bahwa anak homeschooling lebih banyak selow-nya, padahal anak-anak ini bisa jadi lebih sibuk daripada anak lainnya. Di cuitan sebelumnya, ia juga menjelaskan bagaimana segala kegiatan dilakukan untuk mencapai mimpi yang diinginkan.

2. Awal keputusan untuk homeschooling berawal dari pendapat anaknya saat ia masih SD dimana dirasa sekolah biasa tidak cocok dengan kepribadiannya

Berawal dari kekritisannya kelas 3 SD/ Credit: Iim Fahima via www.instagram.com

Jika biasanya anak-anak tak begitu memedulikan sistem yang dipakai sekolahnya, anak Iim berbeda. Ia berani menyampaikan pendapatnya kepada ibunya. Bahkan, saat kelas 3 SD ia menyampaikan apa yang dirasakannya langsung kepada kepala sekolah.

Advertisement

3. Pemberontakan yang dilakukan anak Iim semakin terlihat hingga sebagai orang tua ia mengajak sang anak ke psikolog

Diajak psikolog/ Credit: Iim Fahima via www.instagram.com

Anak ini melakukan berbagai pemberontakan dengan lebih nyata, dalam hal ini orang tua perlu mulai memperhatikan tanda-tanda yang terlihat dan bisa mulai mencari solusinya. Iim memilih untuk menemui psikolog dan mengajak anaknya mengobrol bersama.

4. Namun, saat diajak mengobrol ke psikolog jawabannya pun tak terduga-duga. Bahkan saat mendapatkan hukuman ia tak juga jera

Bisa saja jawabnya/ Credit: Iim Fahima via www.instagram.com

Ia selalu bisa menjawab pertanyaan psikolog dengan kekritisan pikiran yang ia punya. Sistem hukuman yang diterapkan pun tak berlaku layaknya sebuah hukuman yang membuat ia menjadi jera karena justru ada alasan yang bisa membuatnya menghindari kelas yang ia tak suka.

5. Sebelumnya, Iim menerapkan sistem memaksa untuk anaknya, berhasil sih awalnya tapi di balik itu semua…

Mulai dari dipaksa dari stres/ Credit: Iim Fahima via www.instagram.com

Nilai yang ditargetkan ke anak banyak yang tercapai pada awalnya, namun ternyata hal ini tidak memberikan dampak yang baik ke anak yaitu stres karena tujuan yang salah. Akhirnya melalui hal ini Iim justru bisa mencari sistem yang paling tepat untuk anaknya.

Advertisement

6. Iim melakukan banyak riset, namun pada akhirnya ia menyerahkan keputusannya kembali pada anaknya juga

Akhirnya terpilihlah homeschooling/ Credit: Iim Fahima via www.instagram.com

Setelah berbagai riset, Iim tetap menyerahkan pilihan kepada anak dan yang paling cocok menurutnya adalah homeschooling. Pilihan ini dipilih karena siswa dapat menyesuaikan mulai dari jadwal hingga kebutuhan yang diinginkan. Pun tak perlu khawatir tidak punya teman karena sosialisasi bisa dilakukan di tempat yang lain.

7. Iim juga memberikan wejangan perihal menjadi orang tua yang ternyata tidak mudah. Bukan hanya perihal memberikan akses tapi juga menjadi partner yang baik

Orang tua harus paham/ Credit: Iim Fahima via www.instagram.com

Guru yang paling dekat dengan anak-anak justru sebenarnya adalah orang tua karena ialah yang akan ditemui setiap hari dan membantu membimbing anak dalam menentukan pendidikan yang paling cocok untuknya. Orang tua juga perlu menjadi teman diskusi yang baik termasuk dalam hal-hal penting yang masih dianggap tabu oleh kebanyakan orang.

8. Ia menegaskan bahwa homeschooling belum tentu merupakan pilihan yang terbaik, tapi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan adalah yang utama

Semua tergantung kebutuhan anak/ Credit: Iim Fahima via www.instagram.com

Walau Iim memutuskan untuk menyekolahkan anaknya dengan sistem homeschooling, bukan berarti setiap anak akan cocok dengan metode ini. Bisa jadi anakmu justru malas-malasan jika belajar tidak di ruang kelas yang kondusif. Sehingga yang paling penting adalah mendengarkan dan menyesuaikan kebutuhannya.

Pendidikan adalah investasi dasar bagi anak-anak. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk memberikan yang terbaik baik dari segi kualitas maupun menjadi teman diskusi yang menemani perkembangannya sehari-hari. Tak harus melulu bersama, tapi kamu bisa mengajaknya mengobrol dengan intens sesekali untuk mendengar pendapatnya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE