Gaya berbusana setiap orang berbeda-beda. Ada yang rapi, cuek, berantakan, dan nggak jarang juga seperti anak bandel. Penampilan sering dianggap sebagai representasi seseorang sebenarnya. Padahal, di sisi lain, pilihan gaya berpakaian bisa juga berdasarkan kenyamanan saja.

Hal inilah yang suka bikin kamu bingung untuk mengenalkan pasangan bergaya bad boy ke orangtua. Penampilannya yang menyerupai bad boy membuat kamu harus memutar otak agar ajang pertemuan dengan ibu dan ayahmu berkesan baik. Untuk merealisasikannya, kamu butuh berbagai cara dan kerja sama juga dengan pasangan. Biar kesan bad boy nggak melekat pada pasanganmu hanya karena penampilan, silahkan simak 7 cara berikut ini. Kalau udah kamu terapkan, dijamin deh restu cepat diberikan.

1. Jika si cowok tetap ngeyel nggak mau mengubah penampilan, setidaknya bikin dia mau sedikit berkompromi. Misalnya kalau atasan udah pakai kaos metal, ya pastikan bawahnya rapi

kalau suka pakai kaos, akali dengan kemeja juga via figment.com

Problema tersulit yang kami hadapi ketika mau mengenalkan pasangan yaitu jika dia sendiri enggan mengubah penampilannya. Baginya, tak ada yang salah pada gaya busananya dan dia pun nggak ingin mengubahnya. Menurutnya, hal itu sama saja seperti malah menipu orangtua dari penampilan.

Kalau reaksinya begitu, kamu perlu memintanya sedikit berkompromi. Sebagai anak muda, tak ada salahnya memberikan yang terbaik, apalagi demi sesuatu yang diinginkan berupa restu. Coba bicarakan penampilan seperti apa baiknya yang dia kenakan, setidaknya mesti ada yang rapi salah satunya. Kalau nggak atasan ya bawahan. Misalnya kalau mau pakai celana jeans sobek-sobek, paling tidak atasannya kemeja deh. Atau jika mau pakai kaos metal, usahakan bawahannya celana biasa atau kaosnya dilapisi kemeja.

2. Latihlah berbicara dengan kata-kata halus kalau dia ngomongnya suka slengean. Nggak mungkin ‘kan sama orangtuamu nanti dia bicara ceplas ceplos kayak ngoceh sama teman sebangku kuliah?

Advertisement

jangan sampai dia mengeluarkan kata-kata slengean ya via www.buzzfeed.com

Yang namamya anak muda, biasanya apa yang dikatakan sehari-hari jadi terbawa di manapun dan kapanpun. Tanpa melihat siapa orang-orang di sekitarnya, mereka tetap cuek bicara ceplas-ceplos dengan bahasa yang cukup slengean. Kalau pasanganmu termasuk seperti itu, kalian perlu melakukan latihan berbicara sebelum bertemu orangtua agar ia terbiasa dan nggak kagok ketika berkenalan. Siapa tahu orangtua senang dengan tutur katanya nanti.

3. Atur gerak tubuhnya nanti. Kasih kode ke dia kalau udah mau angkat kaki di depan orangtua

pakai kutang lagi! via ebook-bike.tumblr.com

Hal satu ini sebenarnya nggak cuma dia saja yang gemar melakukannya, tapi orang lain (termasuk kamu) pun demikian. Gestur tubuh yang biasa ia lakukan di hadapan teman-teman sulit dihilangkan. Makanya, ketika perkenalan sedang terjadi, kamu harus sigap memberikannya kode jika kakinya mulai diangkat tanpa disadari. Kalau hal ini terlewat, wah susah lagi deh mengambil hati orangtua untuk pertemuan berikutnya.

4. Manfaatkan momen-momen untuk bisa menunjukan sisi santunnya. Misalnya menjelang waktu ibadah

lumayan orang tua kamu tahu dia santun via laziswahdah.com

Kamu harus pintar-pintarnya mengatur strategi. Jangan sampai momen-momen baik seperti menjelang waktu ibadah terlewatkan begitu saja. Karena dengan memanfaatnya, kamu bisa menunjukkan sisi dia sebagai anak muda yang santun. Misalnya saja bagimu yang beragama Islam bisa mengatur waktu pertemuan menjelang adzan Dzuhur. Nah, selanjutnya bisa deh dia shalat jamaah bareng dengan keluargamu, atau izin pamit sebentar ke masjid sekitar rumah kamu. Pasti orangtua senang.

5. Jangan sampai kamu memperlihatkan ada pengaruh buruk yang kamu dapat darinya

tunjukkan kalau kamu tetap seperti yang dulu via planetlunars.wordpress.com

Punya pasangan bergaya bad boy nggak berarti kamu jadi ikut berpenampilan bad girl, begitupun dari cara bicara dan perilaku. Tunjukanlah bahwa kamu masih menjadi seorang anak yang tetap menjaga sopan santun dan menuruti perintah orangtua. Dengan begitu, mereka akan percaya dengan kamu dan pasangan pilihanmu. Mereka paham bahwa kepribadianmu tak mudah goyah terhadap hal-hal yang mereka anggap negatif, seperti yang ada pada diri pasanganmu.

6. Kalau orangtua udah menampakan keluhan, yakinkanlah bahwa dia akan bisa berubah (meski sebenarnya kamu sendiri nggak yakin). Dan pakai alasan standar kayak: “Yah, namanya juga masih muda”

namanya juga masih muda via www.cheapsunglasses.cn

Bisa saja segala usahamu telah dilakukan, namun apa daya hal-hal itu tak berhasil memikat orangtuamu. Oleh karenanya, mereka jadi mengeluh dan tak ingin kamu melanjutkan hubungan. Kalau udah begini kamu harus yakinkan mereka bahwa hal itu hanya bersifat sementara. Toh, kamu dan pasangan juga masih muda, ada banyak hal yang dapat mengubah hidup kalian. *Walau kamu sendiri nggak yakin*

7. Kalau bisa malah tonjolkan kelebihan-kelebihan dari sisi bad boy-nya, seperti pandai bergaul, pemberani, atau punya pendirian

dia punya banyak teman via seoulbeats.com

Setiap orang pada dasarnya punya kelebihan di balik kekurangannya. Untuk itu, kamu wajib memperlihatkan kelebihan yang dia miliki. Misalnya saja pasanganmu memiliki relasi yang cukup banyak, pemberani, percaya diri, dan punya pendirian. Yakinkan kalau kelebihan-kelebihan itu punya arti penting untuk dimiliki seorang pendamping.

Biasanya orangtua gampang luluh sama tipe orang yang santun dan rapi penampilannya. Mereka berpedoman kalau cowok berpakaian rapi berarti anak baik-baik, bukan tukang tipu dan punya latar belakang bagus. Padahal yang bergaya bad boy bisa saja nggak kalah keren dan punya masa depan cerah dibanding yang serba rapi. Selamat mempraktikkan dan semoga berhasil ya!

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!