Pernikahan bisa menjadi suatu hal yang diidam-idamkan banyak pasangan, terlebih jika hubungan keduanya sudah berjalan bertahun-tahun. Dengan menikah, mereka akan lebih terikat dan dapat saling mengisi satu sama lain. Namun jodoh tetap menjadi misteri, meskipun kedua belah pihak sudah berkomitmen untuk menikah dan hidup bersama selamanya. Bahkan, banyak kasus dimana calon pengantin terpaksa harus membatalkan pernikahan disebabkan alasan-alasan tertentu, meski persiapannya sudah sangat matang. Terkadang alasan tersebut masih bisa diterima akal sehat, namun tidak jarang pula hal-hal sepele justru dapat merubah keputusan seseorang untuk menikah dengan pasangan yang ia cintai sebelumnya, membuat kita sebagai orang lain seringkali kurang bisa memahami jalan pikirannya.

Di India, seorang pria rela membatalkan pernikahannya secara sepihak hanya karena tidak cocok dengan hidangan makanan yang disajikan pihak mempelai wanita! Tega banget nggak sih?

Alasan pria ini membatalkan pernikahannya benar-benar tidak bisa diterima akal sehat

Wanita ditinggalkan pria via belitung.tribunnews.com

Seorang lelaki di kampung Kulhedi, Muzaffarnagar, Uttar Pradesh, India ini tega membatalkan pernikahannya yang sudah di depan mata karena pihak keluarga mempelai wanita hanya menyajikan sayuran tanpa daging sedikitpun saat acara pernikahan mereka. Mengaku kecewa, lelaki tersebut langsung mengurungkan niatnya menikahi wanita yang sudah menjadi pilihannya tersebut. Padahal pihak keluarga wanita sudah menjelaskan alasan mengapa mereka tidak menyediakan daging, namun keluarga calon pengantin pria tetap pada keputusan semula. Karena proses musyawarah gagal, lelaki dan keluarganya itu memilih kembali ke rumah dan meninggalkan acara pernikahannya sendiri. Sedih nggak sih jadi mempelai wanitanya? 🙁

Beruntung, setelah calon mempelai pria pergi, salah satu tamu undangan menawarkan diri menggantikan pria tersebut untuk menikahi calon pengantin wanita

Dilamar tamu undangannya sendiri via www.ikhwancut.com

Advertisement

Seperti kisah di kebanyakan film drama atau sinetron televisi, ada pangeran menyelamatkan hidup sang putri dengan bersedia menikahinya setelah sang putri patah hati. Hal ini benar-benar terjadi di dunia nyata! Sesaat setelah kepergian mempelai pria, salah seorang tamu undangan mengatakan bahwa ia bersedia menggantikan posisi pria tersebut untuk menikahi sang gadis malang tadi. Tak butuh waktu lama bagi si calon pengantin wanita untuk menyetujui keputusan pangeran pemberani tersebut. Tentunya setelah ada kesepakatan antara keluarga masing-masing. Sayang, tidak ada penjelasan mengenai siapakah gerangan pria tersebut. Apakah sebenarnya mereka sudah saling kenal sebelumnya, atau memang sama-sama baru bertemu pertama kali? Yang jelas si wanita patut bersyukur karena sudah ada yang pria yang mau menyelamatkan pernikahannya.

Usut punya usut, minimnya pasokan daging di Uttar Pradesh menjadi alasan mengapa keluarga mempelai wanita hanya menyajikan sayuran saat acara tersebut

Sapi dianggap suci via hizbut-tahrir.or.id

Setelah Yogi Adityanath terpilih menjadi pemimpin negara bagian Uttar Pradesh, India tersebut, seluruh rumah jagal dan toko daging ilegal di sana ditutup. Ia mengatakan bahwa penutupan massal tersebut menjadi prioritas utama pemerintahannya saat ini. Akibatnya, pemogokkan dilakukan para pedagang daging yang merasa kebijakan Yogi merugikan. Bahkan rumah potong dan toko daging dengan ijin resmi juga ikut ditutup. Bagi umat Hindu yang notabene adalah mayoritas penduduk di India, mengonsumsi daging sapi memang diharamkan karena dianggap sebagai hewan suci. Meski daging sapi dilarang, namun sebelum penutupan tersebut dilakukan, masyarakat masih diperbolehkan mengonsumsi daging kerbau, kambing, atau ayam. Tetapi pasokan semua daging mendadak berkurang drastis akibat penutupan massal itu. Hal ini juga berdampak pada melonjaknya harga daging menjadi hampir dua kali lipat hingga waktu yang tidak bisa ditentukan. Kesulitan mendapatkan daging itulah yang menjadi penyebab keluarga mempelai wanita tidak menyediakan daging di acara pernikahan tersebut.

Sepertinya jika permasalahan seperti itu dapat dikomunikasikan lebih awal atau sebelum acara digelar,  kemungkinan pihak pria membatalkan pernikahan akan dapat diminimalisir ya? Tapi ya namanya juga belum berjodoh, mau berjuang seperti apapun tidak akan berhasil kan..

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya