Pria ini memang biasa saja. Dia tak pernah menawarkan kemewahan atau janji-janji yang membumbung tinggi di angan. Semua terasa wajar dan tanpa dibuat-buat jika kamu bersamanya. Bersamanya, semua pun terasa lebih sederhana. Kriteria yang dulunya membuatmu kesulitan menemukan pasangan, sejak kehadirannya daftar kriteria itu pun menguap begitu saja. Kamu jadi hanya peduli satu hal, dia adalah orang yang mau mati-matian membahagiakanmu dengan cara yang dewasa.

Dia adalah orang yang akan terus menggenggam tanganmu ketika kalian berjalan beriringan menyusuri jalan setapak. Namun dia juga yang akan paling marah ketika kamu seenaknya tak menjaga kesehatan.

Dulu, kamu menuntut pria yang bersamamu. Mapan adalah hal mutlak yang kamu syaratkan. Namun bersamanya yang sekarang bersanding denganmu, kamu tak keberatan jika harus berjuang mati-matian. Bagimu, dia adalah mimpi yang tak akan pernah kamu relakan.

Kamu memang tak masalah jika harus berjuang bersama. Namun pria ini tak akan membiarkanmu terus kepayahan

Dia tak akan membuatmu kepayahan via shutterstock.com

Sejak kamu bersamanya, kamu yakin dia yang kelak akan bersamamu di sisa hidup. Untuk itu, berjuang bersamanya untuk masa depan tak pernah membuatmu mengeluh. Dia bangga denganmu, dia pun merasa telah memilih perempuan yang tepat. Perempuan yang tak mengeluh, meski harus berjuang bersama dari titik terendah. Perempuan yang mau membuang egonya, demi bisa meraih masa depan yang diinginkan.

Advertisement

Namun hal itu tak pernah membuatnya puas. Dalam hatinya ia selalu berjanji, tak akan terus-terusan membuatmu kepayahan. Peluh yang saat ini mengalir dari dahimu, ia bertekad akan membayarnya suatu saat nanti. Dia yang punya rasa sayang tak terhingga padamu menganggap kebahagianmu adalah hidup dan matinya. Bagi dia, kamu layak mendapatkan kenyamanan atas perjuangan yang telah kalian lakukan.

Dia layak menjadi suami bukan karena keberadaannya yang bisa terus di sisi. Justru ketika jarak menghalangi, pendampingan tak pernah berhenti

Pendampingan selalu ada

Suatu saat kamu dibuat gugup karena harus melakukan presentasi rencana kerja di depan bosmu. Tanpa kamu berkata padanya, dia sudah paham dengan kondisi yang kamu alami sekarang. Dia memang tak bisa memberimu semangat dengan kecupan hangat di pagi hari. Namun pesan singkat darinya untuk menyemangatimu sudah cukup membuat hatimu tenang.

Kamu bahagia karena bukan karena dia bisa selalu mendampingi, kapanpun dan dimanapun. Kamu jatuh cinta kepadanya justru karena dia yang terpisah oleh jarak ratusan ribu kilometer, tetap membuatmu merasa tak sendiri. Pendampingan darinya selalu ada. Meski tak selalu bisa merasakan hangat peluknya, namun setiap akhir hari dia tak pernah menolak mendengar ceritamu setelah seharian beraktivitas.

Begitu pula dengannya, berbagi cerita denganmu selalu membuatnya bersemangat. Baginya, kamu adalah semangat yang tak akan pernah memudar. Dia tahu tujuan perjuangan yang selama ini ia upayakan dari jauh, suatu saat akan berlabuh di kamu. Pada akhirnya kamu sadar satu hal, meski tak selalu di sisi tapi pendampingannya selalu ada di apapun kondisi.

Tak peduli dimanapun kamu berada, cukup bersamanya saja adalah rumah bagimu. Sesederhana itu

Dia adalah rumah bagimu

Hubungan kamu dan dia tidaklah rumit. Tuntutan yang kalian buat pun sederhana. Alih-alih menuntut untuk memiliki rumah mewah untuk ditinggali bersama, kamu hanya ingin kebersamaan dengannya tak pernah berakhir. Kamu telah menemukan kehangatan di pendar matanya, kamu pun selalu rindu dengan pelukan yang selalu membuat bulu kudukmu meremang, atau pipimu yang merona merah tepat setelah ia mengecup manja keningmu.

Senyum hangat yang selalu tersungging di bibirnya ketika melihatmu mati-matian berdandan untuk berkencan dengannya atau gelak tawanya saat mendengarmu menyanyi dengan nada sumbang adalah kemewahan tiada tara bagimu. Tanpa banyak upaya, kamu merasa dicintai.

Dia adalah rumah bagimu. Rumah yang selalu menawarkan keteduhan. Kembali pulang ke hatinya adalah momen yang selalu kamu tunggu.

Saat bersama dia, kamu tak pernah lupa untuk bahagia. Bukan dengan bunga, lelucon ‘recehnya’ sudah mampu membuat kamu tertawa

bersamanya bahagia terasa sederhana via shutterstock.com

“Yang, foto kita yang ini bagus deh,”
“Bilang aja gara-gara disitu kamu keliatan tirus makanya dibilang bagus. Padahal kan….ya gitu deh,”
“Ih, kamu sukanya gitu!”
“Sukanya apa? Orang aku sukanya kamu,”
“Ihhh apaan siiiiiih,” *padahal dalam hati berbunga-bunga

Dia tak punya banyak stok kata romantis. Namun lelucon receh seperti ini tak pernah gagal membuatmu tertawa atau diam-diam tersipu malu dalam hati. Dan lagi, dia tak pernah membuatmu lupa mengapa bisa jatuh cinta dengannya. Bersama dia, bahagia terasa sederhana. Tanpa perlu banyak upaya, gelak tawa selalu begitu saja dengan mudah tercipta.

Masih banyak pria sempurna, lebih dari dia. Tapi bersamanya kamu merasa cukup, kali ini kamu yakin berhenti mencari

rasanya cukup via shutterstock.com

Kamu sadar, dia juga manusia biasa yang punya banyak kekurangan. Anehnya, kekurangan yang ada pada dirinya bisa kamu terima dengan lapang dada. Di pria lain, kamu sebal setengah mati jika dia memiliki sikap yang slengekan. Di matamu pria seperti itu tak akan mampu jika diberi tanggung jawab berat. Namun pria ini datang dengan sikap slengekannya justru mampu membuatmu jatuh hati. Entah dari mana, keyakinan untuknya datang begitu saja. Dan benar saja, dia membuktikan keseriusannya padamu.

Saat bertemu dengan orangtuamu dan akhirnya melamarmu, sikap slengekan yang selama ini ia tunjukkan saat bersamamu tiba-tiba hilang. Ia melakukan usaha lebih keras agar bisa diterima orangtuamu dengan baik. Dan lagi, meyakinkan mereka bahwa dia bisa membahagiakan putri mereka di sisa hidupnya.

Melihat kegigihannya ini, kamu merasa cukup. Rasanya tak perlu lagi mencari, toh hatimu akhirnya sudah bisa menentukan pilihan. Bersamanya memang tak ada jaminan kisah cintamu akan seperti dalam cerita dongeng, bahagia selama-lamanya, namun kamu tak pernah keberatan dengan itu. Jika badai datang dalam hubungan kalian pun, kalian mampu menjalaninya bersama tanpa meninggalkan luka di hati.

Bersama dia yang punya kualitas ini, kamu pun tak perlu lagi berupaya keras untuk merengkuh bahagia. Berada di sisinya saja sudah merupakan kebahagiaan. Kehidupan orang dewasa yang katanya rumit akan terasa mudah jika dilalui bersamanya. Jika ini yang kamu rasakan, maka jangan pernah kamu lepaskan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya