Dia baik tapi….

Kamu tahu dia salah satu tipe cowok baik-baik yang bisa menjaga perasaanmu. Selama menjalani hubungan, dia tak pernah macam-macam atau melakukan sesuatu di luar kewajaran. Belum lagi perlakuan baiknya yang melimpah ruah kepadamu. Sekalipun keras kepala, dia masih mau mengalah. Sekalipun cuek, dia sendiri setia dan tak pernah main mata ke cewek lain.

Tapi sosoknya ini ibarat kunci yang tak pernah benar-benar bisa membuka dirimu yang diposisikan sebagai gembok. Kamu merasa ada bagian yang tak bisa cocok. Sampai kamu sendiri kadang merasa bersalah karena seolah-olah memainkan perasaan atau hubungan kalian. Tapi biar kamu tak berlalarut-larut memojokkan dirimu sendiri. Beberapa hal ini sebenarnya bisa jadi tanda dari apa yang kamu rasakan.

Sebab kadang yang baik belum tentu tepat pula untukmu.

1. Dia tak selingkuh, tapi karakternya yang terlalu cuek seperti magnet yang bertolak belakang dengan harapanmu

karakternya yang tak sejalan dengan maumu via bridalmusings.com

Advertisement

Selama menjalani hubungan dengannya, kamu memang tak pernah menaruh curiga. Untuk urusan setia dan menjaga kepercayaan, dia memang bisa diandalkan. Tapi sayang karakternya yang terlalu cuek ini seperti halnya magnet yang bertolak belakang dengan harapanmu. Kabar darinya yang tak tentu, sampai jarangnya kalian bertemu membuatmu sering merasa kesepian. Rasanya punya pasangan tapi kadang seperti tak punya.

Apalagi kalau dia sudah berkumpul dengan teman-temannya. Bilangnya sih kepikiran kamu juga, tapi keasyikan bersama teman-temannya tetap jadi juara yang mengalihkan dunianya. Buatmu sebesar apapun kesetiaan dan kepercayaan dia, tetap saja karakter cueknya ini seperti duri yang membuatmu tak bisa nyaman.

2. Ternyata sikap baiknya tak cukup membuatmu berdamai dengan beberapa sifatnya yang tak bisa ditoleransi

Entah kenapa ada sifatnya yang tak bisa ditoleransi via tandshughesphotography.com

Dia tak pernah keberatan mengantar, menjemput, atau menemanimu. Dia selalu berusaha menjaga kata-kata serta nada bicaranya agar tak terkesan kasar. Kadang dia pun punya kejutan manis, entah sekadar mentraktir makan, sampai membelikanmu sesuatu barang. Bahkan keluarga atau temanmu sendiri menganggap sosoknya ini pasangan idaman.

Tapi ternyata buatmu kebaikannya ini tak cukup membuatmu berdamai dengan sikap atau sifatnya yang tak bisa ditoleransi. Bukannya kamu tak bersyukur dengan sosoknya. Tapi kamu kadang merasa sebal saat dia mulai bertingkah konyol seperti membuat candaan yang garing. Atau kebiasaan sendawanya yang buatmu tak enak didengar dan pastinya tak sopan. Hal remeh, tapi entah kenapa kamu tak suka sekali.

3. Obrolan kalian layaknya air dan minyak yang tak bisa membaur, selalu saja tak nyambung

Bagai air dan minyak via tandshughesphotography.com

Suka banget deh dengar suaranya Si Is, unik dan agak-agak mistis gitu

Hah, kamu suka sama Iis Dahlia

Apa sih, kok nggak nyambung kamu….

Bukan sekali dua kali obrolan kalian tak sejalan. Kamu membahas apa, tapi sahutan dirinya apa. Bahkan dia pernah sama sekali tak paham apa yang sedang kamu bahas. Membuat penilaianmu terhadap dirinya tak lagi menarik. Kamu dulu membayangkan dia bisa diajak berbagi banyak cerita dan hal, tapi ternyata justru banyak tak tahunya. Kadang kalau sudah mentok tak ada bahan obrolan lagi, kamu merasa sangat kikuk sekali.

Kalian diibaratkan minyak dan air yang sampai kapanpun tak bisa membaur satu sama lainnya.

4. Niatnya mungkin baik ingin kamu berbenah diri, tapi sayang kamu selalu merasa risih dengan kritik atau sarannya

Sebenarnya tak ada yang salah dari cara dia mengkritik atau memberi saran ke kamu. Dia menyampaikannya dengan sangat hati-hati seperti saat bilang kamu terlalu keras kepala dan memintamu berusaha sedikit fleksibel.

Tapi alih-alih menerimanya dengan lapang dada, kamu justru merasa risih dengan kritikan dan sarannya. Sekalipun kamu sadar apa yang disampaikan olehnya itu benar, dan sebagai niat baiknya yang ingin sama-sama berbenah diri. Parahnya lagi kritik dan saran dari dia sering kamu anggap sebagai dominasi pria dalam hubungan, alias sikap mengaturnya.

5. Entah kenapa lama-lama kamu bosan dengan sosoknya, hubungan kalian rasanya monoton saja

Hubungan terasa membosankan via fetephotography.com

Padahal kamu tak termasuk tipe orang yang mudah bosan, dan selalu berusaha untuk membuat nyaman dirimu di segala situasi. Tapi entah kenapa saat menjalani hubungan dengannya, kejenuhan seperti tak bisa ditoleransi. Semakin hari bukannya semakin senang diperlakukan dengan baik olehnya, kamu justru merasa semakin canggung. Dengan kata lain sikap baiknya terasa monoton di hubungan ini. Seperti tak bisa memberi tantangan ke dirimu atau membuatmu merasa lebih geregetan.

Buatmu hubungan ini sudah kehilangan nyawa. Seiring dengan menebalnya bosan kepada sosoknya.

6. Ada kalanya kamu merasa bersalah, karena perasaanmu terhadapnya ternyata biasa saja

perasaanmu ternyata hambar via bridalmusings.com

Ini sudah kesekian kalinya kamu berpikir kembali tentang perasaanmu. Seperti ada yang salah dengan hubungan ini. Atau jangan-jangan dirimu sendiri yang memang salah. Kamu memang tak pernah ada niat untuk bermain-main dengan perasaannya atau hubungan kalian. Tapi kok rasanya perasaanmu yang semakin hari semakin biasa ini membuat kamu dilanda rasa bersalah.

Dia baik, bahkan baik sekali. Tapi sayang sosoknya tak bisa sepenuhnya cocok dengan dirimu. Kalaupun dipaksakan, kamu menggadaikan perasaanmu sendiri. Sementara tanpa disadari pun kamu semakin melukai dirinya dengan kebohongan demi kebohongan soal rasa nyaman.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya