Mungkin pepatah “Tak kenal maka tak sayang” memang benar adanya. Kita tidak akan pernah paham atau tahu seberapa bermaknanya sesuatu hal sebelum mengenal, mempelajari dan memahami terlebih dahulu. Banyak orang yang selalu menjudge negatif terlebih dahulu tentang sesuatu hal yang mereka sendiri tidak tau sejarah atau tujuan dari sesuatu hal tersebut. Seperti  Curhatan Cerita tentang seseorang penikmat musik Metal yang sangat keras dan bertempo sangat cepat yang biasa disebut dengan METALHEAD.

Kita sebagai metalhead kadang atau sering merasa risih atau merasa Ackward ketika banyak orang-orang awam menjudge dengan pandangan skeptic atau sinis terhadap selera musik dan Fashion kami. Padahal sebenarnya pengen sekali dalam hati kita berdebat dengan mereka, tapi karena kita metalhead kebanyakan adalah orang dengan karakter cuek dan masa bodo dengan cara pandang orang terhadap kita. Berikut reaksi-reaksi aneh orang awam terhadap pecinta musik metal.

 

 

1. Dibilang selera musik kamu kayak selera musik Papah atau Kakek aku (musik jaman neneknya masih bisa salto atau kuno maksudnya)

Rock n' Roll Granma

Rock n' Roll Granma via http://reincarnationhighway.com

Ketika kita lagi asik banget dan  menggebu-gebu mendengarkan musik metal favorit “Pull Harder On the Strings Of your Martyr” Milik Trivium sambil ngibas-ngibasin kepala dengan khas rambut gondrong dengan headset atau headphone, eh tiba-tiba ada temen yang penasaran dengan musik yang lagi kita dengarkan. Lalu sang temen pengen dengerin juga dan berakhir dengan komen seperti ini ”Oh kamu suka musik Rock ya? Ini musik selera papah guwe banget. Musik kaya gini udah gak jaman (bilang aja gak laku di pasaran)”. Hello, anybody home? (sambil sentuh2 kepala) mungkin selama ini yang dia dengarkan adalah lagu-lagu metal lawas, padahal banyak band-band veteran dan generasi baru yang tiap tahunnya release album baru dan mungkin dia tidak tau kalau Band Link in Park, korn yang dia sukai sebetulnya juga subgenre dari musik Metal. Padahal kalau mau search and Check di internet band-band metal tidaklah se-Ndeso itu, banyak band metal veteran dan yang baru mengikuti perkembangan jaman dengan mengexplorasi dan memfusikan berbagai alat music modern. Sh*t Man, rasanya KZL banget pengen nyeburin orang ini ke Adonan kuenya Chef Juna.

2. Awas ada orang mencurigakan, amankan tas dan dompet!

What are you looking at? I am not a thief, I just Undertaker.

What are you looking at? I am not a thief, I just Undertaker. via http://static.comicvine.com

Punya rambut gondrong dan berpakaian Khas rocker-rocker barat yang penuh rantai, tindik, tattoo, jaket kulit dan berpakaian serba item memang secara kasat mata mirip dengan stereotype (persepsi) orang Indonesia terhadap preman, bandit, copet atau rampok. Entah siapa yang membuat stereotype ini, padahal banyak juga penipu-penipu berdasi di luar sana yang pakaiannya rapi, perlente, dan katanya Agamis. Alhasil ini sangat merugikan kita para metalhead ketika jalan-jalan di Kerumunan orang banyak sering di kira mau malinglah, nyopetlah, ngerampoklah, pokoknya yang berbau kriminal. Padahal kami juga kuliah di perguruan tinggi calon sarjana penerus bangsa. Ah, Kalau kami udah niat memperkarakan di ranah pidana, kami bisa menggunakan Pasal Pencemaran nama baik (ikut-ikutan para pejabat dan selebriti). Dasar wong kok raenek pendidikane bablar blas (dasar orang kok tidak ada pendidikannya sama sekali)

3. Muka yang disangka lebih tua dari umur sebenarnya

Mirror mirror on the wall, Who's the youngest of them all?

Mirror mirror on the wall, Who's the youngest of them all? via http://wallbasehq.com

Saat kumpul sama teman-teman dan pembicaraan sudah menjutsu (menjurus) kearah umur, dan tiba giliran kami untuk menyebut umur asli, seketika mereka terperanga, terperanjat, dan terheran-heran seolah tidak percaya ketika tahu bahwa umur kami jauh lebih muda dari ekspektasi mereka. Memangsih fashion kami oldschool tidak seperti kebanyakan anak muda trendy lainnya yang gaul, tapi bukan berarti kami umurnya juga tua dong, kami lebih muda dari pada yang anda kira kok. Gak percaya, niah liat KTP kami (Sambil ngeluarin Katana)

4. Orang suka disorientasi gender sama kami (khusus Metalhead Cowok)

Itu cowok feminim atau cewek maskulin ya?

Itu cowok feminim atau cewek maskulin ya? via http://orig00.deviantart.net

Banyak dari kami (terutama cowok) juga telaten merawat rambut gondrongnya. Kami juga punya konsep rapi lho, biar gondrong tapi terawat dan rapi dengan rebonding atau smoothing. Mungkin banyak para metalhead yang pernah punya pengalaman seperti ini “Mbak boleh kenalan gak? (dengan muka brewokan kami noleh) Eh, maaf Mas. Tau gak, mas masuk dalam acara apa? Disana ada kamera, disana ada kamera. Selamat anda masuk dalam program Just for lought”, Terus ngacir. Atau malah para cewek suka pegang-pegang rambut gondrong kita yang halus dan bilang “rambut kamu bagus deh, cocok buat iklan shampo”. Gak apa-apalah. untung yang di elus-elus rambutnya, bukan yang lain (You know what I mean). mata maksudnya, kan perih mata di elus-elus. dasar!!

5. Sering dilabeli sebagai bad boy atau bad girl. Padahal banyak juga dari kami yang sholat 5 waktu

Pasti ngerokok, pasti dia tukang mabuk, pasti dia urakan, pasti pergaulannya bebas. kamikan juga beragama.

Pasti ngerokok, pasti dia tukang mabuk, pasti dia urakan, pasti pergaulannya bebas. kamikan juga beragama. via https://khabaristantimes.com

Memang kami adalah manusia makhluk bumi yang penampilannya sangat mencolok di antara makhluk bumi lainnya. Dari celana jeans yang robek dengkulnya, wis rambute gondrong, badane tattoan, dasar wong edan (lyric lagunya Jamrud) kami sering di judge negatif terlebih dahalu di pandang sebelah mata oleh orang awam, tanpa mau mengenal dan memahami kepribadian kami. Pandangan mereka seolah-olah bahwa kami adalah pemuda yang nakal, urakan, jauh dari nilai-nilai agama. Padahal ini cuma selera berpakaian saja, banyak kog dari kami walaupun penampilan tidak selayaknya orang Alim tapi juga melakukan sholat lima waktu bagi yang muslim dan sembahyang di gereja tiap minggu bagi yang Kristen atau khatolik. Gini-gini kami banyak lho yang sudah Khatam baca Al-Quran. Yang belum Cuma khatamin hati mertua ^^

6. Dianggap sebagai orang yang memiliki selera musik jelek

Musik apaan sih ini, brisik banget

Musik apaan sih ini, brisik banget via http://www.lullabelly.com

Pas di rumah enak-enak lagi ngejam atau dengerin Desperate Cry milik SEPULTURA, tiba-tiba ada sepupu, tetangga atau teman yang bertamu. Karena udah lama ngobrol, otomatis dia mendengarkan lagu yang kami putar. tiba-tiba mereka nyeletuk “ini lagu apaan sih? Vocalnya kaya marah-marah, Cuma brisik doang. Lagu itu yang enak di dengerin lagunya ini lho (sambil nunjuk foto Musisi klasik).  Yealah kebetulan aja yang di play lagu-lagu Thrash metal yang benar-benar garang dan  penuh distorsi. Padahal masih ada Dream-thater, Angra, Stratovarious, Rhapsody, Galneryus, dan Sonata Arctica yang menggabungkan musik Klasik dengan music metal yang belum Dia dengarkan. Sebenarnya tidak ada yang lebih bagus atau lebih jelek dalam genre musik, setiap genre musik punya keunikannya masing-masing. ini hanya masalah selera. Kalau ditanya kenapa kami suka musik metal? Kami akan jawab ibarat selera dalam memilih makanan, ada yang suka makanan pedas, ada yang gak suka pedes, suka manis atau asin semua masalah selera masing-masing. 

7. Tidak jarang dijudge sebagai Satanic atau pemuja setan

Musik metal itu sesat. Musisinya penyembah setan

Musik metal itu sesat. Musisinya penyembah setan via http://wallpoper.com

Ini dia judge paling dumbest sedunia persilatan. Ada beberapa orang yang entah kurang baca, kurang pergaulan, atau selama ini mereka hidupnya di dalam Goa ya? Mereka dengan pemikiran yang sempit memiliki opini bahwa musik metal itu adalah sekte sesat dan para pecinta music metal adalah satanic (pemuja setan). Emang sih, isi lemari kami kebanyakan berwarna hitam. Ada beberapa warna lain, tapi tetep warnanya mendekati gelap. Paling mentok warna paling cerah kami kalo gak putih ya abu-abu, tapi bukan berarti kami pemuja setan yang sadis, brutal, suka isep darah, suka mutilasi orang, atau suka makan bayi euww.

 

Itulah sekelumit kisah duka kami pecinta musik metal (Metalhead). Manusia itu majemuk, penuh perbedaan cara berpikir. Maka perlulah untuk saling mengerti dan memahami kami. Kami juga manusia biasa, yang juga perlu di mengerti dan tidak di pandang negatif. Bukankah hidup akan lebih indah jika kita mau mengerti dan memahami satu sama lain? Cobalah menilai dengan asas kebalikan: "Jika aku jadi dia, bagaimana ya perasaanku?"