1. Tempat dimana belajar menjadi terfokus dengan jurusan yang dipilih

Kuliah menjadi suatu tempat yang membuat mahasiswa menjadi memiliki tujuan yang jelas. Dimana apabila memilih jurusan hukum maka akan belajar dengan apa yang berkenaan dengan hukum, begitu pula apabila memilih jurusan lainnya seperti kedokteran, psikologi, komunikasi, teknik sipil, dsb. Tidak seperti jenjang pendidikan sebelumnya, dimana kita dituntut untuk pandai dalam segala hal, layaknya seekor ikan dituntut untuk pandai memanjat seperti kera. Imbas dari hal tersebut, mahasiswa dapat terfokus untuk menambah wawasan sehingga intelektualitas nya dapat diimplementasikan sedemikian rupa bagi orang-orang di sekitar.

2. Tempat dimana banyak organisasi dan kepanitiaan untuk menempa soft skill

Otak yang cerdas pun belum cukup untuk menunjang kemampuan diri. disiplin, ulet, komunikasi yang baik, dsb. terkait dengan soft skill tidak akan didapatkan dengan duduk nyaman di dalam kelas. Soft skill haruslah dibentuk diluar kelas itu. Tidak perlu berpikir keras, pembelajaran soft skill bisa di dapatkan dengan masuk ke dalam organisasi serta kepanitiaan mahasiswa yang bergelimpangan.

Advertisement

Mulai dari Badan Eksekutif Mahasiswa, Senat Mahasiswa, Kepanitiaan event musik, Kepanitiaan konferensi nasional, dll. Yang pastinya semua sarat akan pengalaman yang mengasyikkan. Setelah berkecimpung didalamnya, maka kita akan belajar bekerja sama dengan orang lain, tepat waktu, dan melaksanakan segala tupoksi dengan penuh tanggung jawab. Kurang lebih hal itu lah yang akan dihadapi mahasiswa setelah masuk ke dalam dunia kerja. 

 

3. Tempat dimana waktu belajar dapat diatur sesuka hati

Sesuka hati via http://unycommunity.com

Terbayang sekolah dasar dan berbagai menengah masuk dari setengah 7 pagi hingga sore hari. Tidak ada lagi waktu yang super ketat seperti sekolah-sekolah jenjang 12 tahun. Di perkuliahan waktu belajar bebas ditentukan mahasiswa sendiri. Satu hari hanya satu kelas, kelas hanya pada di sore hari, atau semua waktu kelas diperketat dari senin – kamis, sehingga jumat libur. Semua bisa dilakukan di perkuliahan.

Di perkuliahan waktu menjadi hal yang utama untuk ditimbang-timbang, karena waktu kuliah juga harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing mahasiswa, apalagi yang mengikuti oragnisasi dan kepanitiaan yang biasaanya rapat dimalam hari hingga larut. Jadi, bersenang-senanglah dalam menentukan jadwal kalian.

4. Tempat dimana hidup harus semandiri mungkin

Menjadi mahasiswa berarti harus berani keluar dari zona nyaman, apalagi bagi anak-anak perantauan. Mandiri menjadi harga mati untuk dilakukan. Karena di perkuliahan pastinya kita akan jauh dari orang-orang tercinta, terutama keluarga. Tidak ada yang memasaki lagi, tidak ada yang mencucikan lagi, tidak ada yang membangunkan lagi. Semuanya harus dikerjakan sendiri.

Namun, disitulah pembelajaran berharga yang dapat dipetik. Berbagai hal yang tadinya tidak mampu, mau tidak mau karena tuntutan keadaan, hal yang tidak bisa menjadi bisa dan yang tadinya bisa menjadi semakin cakap. Disaat keuangan menipis pun kita harus pandai-pandai menjalin relasi dengan penjual warteg, melakukan pekerjaan yang menghasilkan penghasilan, serta berbagai hal halal apapun yang dapat dilakukan untuk memenuhi kehidupan di masa krisis.

Hal ini menyadarkan kita bahwa tidak bisa terus-menerus berlindung dibawah ketiak orang tua.

5. Tempat dimana dapat memperjuangkan hidup rakyat yang tertindas dengan murni

Pemuda-pemudi yang dapat kuliah merupakan segelintir golongan yang sangat beruntung. Diluar sana masih banyak orang-orang yang merupakan lulusan SMA, SMP, bahkan SD. Karena terkendala faktor biaya ataupun keadaan yang mendesak sehingga terdapat masyarakat yang tidak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.

Sebagai sumbangsih mahasiswa bagi masyarakat, maka mahasiswa harus menjadi garda terdepan untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat yang dipermainkan. Dengan berbagai jurusan yang ada di kampus, hal tersebut bisa semua saling melengkapi dan berkolaborasi untuk membuat pemecahan masalah yang terbaik. Mahasiswa pun merupakan entitas murni yang tidak ditunggangi oleh golongan apapun dalam melakukan aksi.

Karena bagaimanapun juga mahasiswa merupakan anak yang lahir dari rahim masyarakat, dan sudah menjadi kewajibannya lah untuk menegakkan kebenaran dan keadilan se adil-adilnya bagi masyarakat.