Bersahabat dengan laki-laki bukan hanya kamu akan selalu dibantu dalam hal angkat berat saat kamu pindahan rumah.. Lebih dari itu, Kamu bukan cuma takjub akan pemikirannya yang taktis, tapi kamu juga akan banyak belajar dan berpikir ala Pria..

Ini dia alasan-alasan kenapa kamu harus memulai persahabatan dengan teman laki-laki

 

1. Darinya kamu belajar Realistis

diajarin realistis

diajarin realistis via http://tumblr.com

Perempuan adalah makhluk cantik yang hobinya bawa-bawa perasaan… Dengan bersahabat dengan laki-laki, kamu diajarkan bagaimana berpikir realistis. Bagaimana berpikir ala pria. Bagaimana kamu ga boleh terenyuh dalam perasaan semu. Mungkin kamu kaget karena dia terkesan tidak membela kamu saat kamu terlalu terbawa perasaan, tapi percayalah, apa yang dia bilang 100% masuk akal dan demi kebaikan kamu juga. Dan darinya, kamu belajar mengambil keputusan karena pola pikirnya yang taktis..

Darinya kamu belajar realistis

2. Darinya kamu belajar arti ketegaran

Selalu ada bahu untuk bersandar

Selalu ada bahu untuk bersandar via http://sodahead.com

Dalam keadaan apapun, dia selalu ada untukmu..Dia bukan hanya ada dan siap menculik kamu saat kamu gembira. Namun saat kamu sedang patah hati, sedih, galau, gundah gulana, dia dengan rela mendengarkan curhatanmu yang mungkin memakan waktu berjam-jam. Dia akan menjemputmu dan mengajakmu untuk pergi keluar supaya kamu ga sedih lagi. Baginya keceriaanmu nomor satu. Bahunya selalu tegak untuk menopangmu ketika ingin bersandar sejenak.. Darinya kamu belajar tegar!

3. Becanda bodoh-bodohan ga pernah jadi masalah

Becandaan absurd memang kami ahlinya

Becandaan absurd memang kami ahlinya via http://medicaldaily.com

Kepada sahabat laki-laki kamu tak perlu canggung untuk bercerita ataupun mengkritik dirinya. Kamu bisa dengan santainya bilang “cuy, pacar barumu kok ga welcome ya sama aku?” dan dia akan mudahnya menjawab “iyalah, emang dia keset??” dan kemudian tawa pun membahana.. Sementara ke sahabat perempuan, rasanya kamu ga bisa becanda seperti ini…

4. Bersamanya Jaimmu hilang..

No jaim at all

No jaim at all via http://ilovemylsi.com

“Aku pinjem hape ya?”

“ambil aja di kantong tas paling depan”

“ini siapa kok dipajang2, aku aja ga pernah dipajang?”

“ishhh malesnyaaa pajang kamu jadi DP (Display Picture),”

“awas, jangan baperrr”

“kagaklahhh.. kan udah diajarin sama kamu masternya baper-baperan”

“aku hauuuuuuuuuusssss, ambilin minum donk”

“yaelah, ambil sendiri tuh dikamar, sekalian cemilannya juga ya”

Kalian bisa ngobrolin hal random dan tak canggung lagi untuk saling pinjam hape, numpang ke kamar untuk ambil minum dan bahkan uyeng-uyeng kepalanya kalo jailnya muncul.. Bahkan tak jarang kalian justru jaim depan pacar tapi bisa tertawa lepas depan sahabat..

5. Meski Cinta, sahabat akan tetap menjadi sahabat..

What if my partner in crime is meant to be my partner in life?

What if my partner in crime is meant to be my partner in life? via http://21abstraction.blogspot.com

Entah kamu, ataupun dia, pasti pernah memikirkan, seandainya kalian jadian pasti asik berat.. lalu kalian akan berpikir ulang, bagaimana bila suatu saat jadian dan kemudian putus? Dimana bisa nemu partner in crime seperti dia lagi? Teman bisa ribuan, tapi partner in crime?? Pada akhirnya kalian tidak akan egois untuk mengungkapkan rasa. Karena persahabatan jauh diatas segalanya.. Dan hubungan ini terlalu nyaman untuk dipertaruhkan ke tahap lainnya.. Meski kamu tak tau apa garis Tuhan untuk persahabatan kalian, namun rasanya.. Sahabat tetaplah sabahat. Selamanya... Namun jika Tuhan menggariskan lebih, siapa yang bisa menolak Kuasa-Nya? :)

Darinya kamu belajar kesetiaan dan pengorbanan