Musim hujan, banyak orang yang menganggap bahwa musim hujan adalah suatu penghalang. Penghalang ketika seseorang akan bepergian dalam jarak jauh, seringkali tiba-tiba turun hujan. Sebagian orang yang tidak suka ribet atau tidak suka mengenakan jas hujan, akan memilih mengurungkan niatnya untuk bepergian. Mereka hanya bisa berdiam diri di rumah dengan menikmati secangkir teh hangat dan mengenakan baju tebal, karena musim penghujan mengakibatkan suhu udara menurun dan kita merasakan udara dingin.

Meski demikian oleh sebagian orang, musim hujan sangat ditunggu-tunggu kehadirannya. Ibarat persahabatan, hujan seperti sahabat yang sudah lama dinantikan kehadirannya. Musim penghujan juga dianggap sebagai musim yang membawa berkah dimana seseorang dapat menambah penghasilannya dengan berbagai kegiatan. Turunnya hujan juga membawa berkah bagi mereka yang memiliki pekerjaan musiman seperti petani musiman, ojek payung, dan pekerjaan lainnya. Bukan hanya bagi pekerja musiman saja tetapi menjadi berkah juga bagi para pedagang, seperti pedagang bunga, pedagang jas hujan dan payung, pedagang makanan dan minuman hangat serta yang lainnya. Beberapa hal dibawah ini adalah contoh pekerjaan yang sering ada ketika musim hujan.

 

1. Ojek Payung

Sebagian orang memilih untuk menjadi ojek payung demi menambah penghasilannya. Ojek payung merupakan pekerjaan yang dilakukan saat hujan turun. Para pekerja ojek payung akan merasa bahagia ketika turun hujan, mereka akan memanfaatkan waktu itu untuk menyewakan payung-payungnya. Ojek payung merupakan pekerjaan sampingan yang bisa dilakukan oleh setiap orang saat musim hujan, baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Untuk menawarkan jasa mereka, cukup dengan menawarkan payung yang disewakan berdasarkan tarif–tarif tertentu. Pekerjaan ini dapat menambah pemasukan yang lumayan.

2. Petani Musiman

petani musiman

petani musiman via http://yudhaps.org

Musim hujan sangat ditunggu-tunggu oleh para petani musiman khususnya di Gunungkidul. Musim penghujan merupakan musim yang sangat dinanti, dimana mereka dapat memanfaatkan musim hujan untuk bercocok tanam. Mereka sangat menunggu kedatangan musim hujan, mengingat bahwa keadaan di Gunungkidul yang kekurangan air. Kekurangan air tersebut mengakibatkan para petani kesusahan untuk bercocok tanam, untuk itu para petani di Gunungkidul selalu menunggu datangnya hujan. Mereka memanfaatkan hujan untuk menanam berbagai tumbuhan seperti padi, jagung, ketela, kacang dan tanaman lainnya.

Musim hujan juga bermanfaat sekaligus berkah bagi para buruh tani. Mereka dapat menambah penghasilan dengan bekerja di ladang milik orang lain. Biasanya pekerjaan yang dimiliki oleh para buruh tani ini, lumayan untuk menambah kebutuhan sehari-hari. Bahkan selama musim hujan, pekerjaan mereka di perebutkan oleh para pemilik ladang yang akan menanam berbagai tanaman di musim hujan. Bukan hanya saat menanam saja namun biasanya sampai memanen kelak.

3. Penjual Bunga

Pada saat musim penghujan banyak penjual bunga yang meraup keuntungan. Potensi keberhasilan menjual bunga saat musim hujan sangat tinggi sehingga minat para penjual bunga juga semakin tinggi, bahkan yang semula bukan penjual bunga mereka beralih profesi sejenak untuk menjual bunga. Seperti di Gunungkidul khususnya di Daerah Pathuk. Saat musim penghujan mereka menjual bunga-bunga yang sangat indah. Bunga tersebut adalah bunga lili dan bunga desember biasanya mereka menyebut seperti itu. Bunga lili dan bunga desember ini biasanya hanya ada saat musim penghujan saja. Untuk itu para pedagang memanfaatkan musim penghujan untuk menambah penghasilan dengan menjual bunga-bunga yang indah dan menarik perhatian para pejalan yang melintas di sekitar Pathuk, Gunungkidul.

Dengan pesona yang indah, dan dihiasi taman bunga yang indah semakin menarikperhatian para pejalan yang melintas di sekitarnya. Untuk itu musim penghujan dimanfaatkan oleh para pedagang bunga untuk menjual bunga karena keuntungan yang diperoleh lumayan untuk menambah penghasilan.

4. Penjual Jas Hujan dan Payung

Musim hujan lagi-lagi membawa berkah untuk para pedagang, khususnya pedagang jas hujan dan payung. Jas hujan dan payung sama-sama sebagai alat untuk melindungi seseorang ketika sedang bepergian saat hujan turun. Di musim penghujan ini wajib bagi seseorang untuk memiliki payung atau jas hujan karena satu-satunya yang dapat menolong seseorang saat terjebak hujan adalah jas hujan atau payung. Jas hujan digunakan bagi seseorang yang bepergian menggunakan sepeda motor, dan payung digunakan seseorang yang berjalan kaki saat turun hujan. Ketika musim penghujan seperti saat ini jika seseorang tidak memiliki jas hujan atau payung maka dia hanya bisa memilih untuk menunggu sampai hujan reda ataukah harus basah-basahan agar bisa bepergian! Tentu mereka akan memilih merogoh uang saku untuk membeli payung atau jas hujan demi keamanan pada saat musim hujan. Hal tersebut memberikan peluang besar untuk para pedagang jas hujan dan payung meraup keuntungan yang tinggi pada saat musim penghujan.

5. Pedagang Makanan dan Minuman Hangat

Hampir setiap orang merubah kebiasaan makannya saat musim penghujan, orang-orang cenderung akan memilih makanan yang hangat karena udara yang dingin. Misal wedang ronde, borjo, bakso, mi ayam dan makanan hangat lainnya. Hal tersebut memberikan banyak keuntungan untuk para pedagang yang menyediakan makanan dan minuman yang berbau hangat. Namun tidak menutup kemungkinan untuk pedagang makanan yang berbau dingin dan segar, karena saat ini ketika akan turun hujan udara di sekitar terasa panas. Setelah hujan turun udara disekitar menjadi dingin karena saat ini merupakan awal pergantian musim, sehingga masih labil.