Siapa yang tidak suka dengan makhluk Tuhan bernama kucing? Hewan yang dideskripsikan sering bertengkar dengan tikus atau anjing ini memang menggemaskan. Bahkan Rasulullah Muhammad SAW juga sangat mencintai hewan imut satu ini.

Kucing adalah hewan nocturnal, atau hewan yang lebih aktif di malam hari. Maka tidak heran jika di siang hari kucing lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur. Tidak tanggung-tanggung waktu tidur kucing dalam sehari semalam lebih dari dua belas jam!

Pasti banyak dari kita sudah tahu saat kucing tidur, dia tidak akan bergeming walaupun banyak yang menjahilinya. Si kucing hanya akan bergerak sedikit, mengganti posisi nyamannya, lalu lanjut tidur lagi. Belajar dari hal ini, dalam hidup kita juga butuh untuk tidak peduli. 

Daripada penasaran, begini penejelasannya...

1. Peduli memang harus, tapi dalam beberapa situasi ketakpedulian itu juga perlu

dont care via https://purina.com

Semua agama pasti mengajarkan umatnya untuk saling peduli antarsesama makhluk Tuhan. Dalam pelajaran kewarganegaraan di sekolah pun selalu diajarkan untuk tenggang rasa sesama manusia, saling menolong satu sama lain. Tetapi ada saat-saat tertentu kita harus bisa bersikap abai, saat orang lain men-judge kita, misalnya.

Sayangnya kebanyakan dari kita terlalu ambil pusing dengan komentar orang, dan ujungnya tidak percaya dengan diri sendiri.

2. Memang tidak setiap komentar itu buruk, tapi menyaring komentar yang kita terima pun sangat dibutuhkan

disaring ya via https://grabhouse.com

Advertisement

Seorang ulama besar, Imam Syafi’i Rahimahullah berpesan bahwa tidak mungkin kau bisa menuruti keinginan setiap hati manusia.

Ya, karena setiap kepala meski diciptakan dengan otak yang bentuknya sama, tetapi pendapatnya pasti berbeda-beda. Saat A mengatakan sesuatu itu bagus, belum tentu orang lain punya pendapat yang sama. Begitulah. Ada milyaran manusia di bumi ini, maka sebanyak itulah pendapat yang harus disesuaikan jika kita ingin menyesuaikan diri dengan keinginan hati setiap manusia.

Hidup tidak akan lepas dari komentar orang; ada yang berkomentar positif pun ada yang negatif. Memang tidak setiap komentar itu buruk, bahkan ada banyak yang membangun, tapi karena itulah kita harus pintar-pintar menyaring setiap komentar yang hendak kita terima.

3. Belajarlah untuk tidak peduli, jadilah dirimu sendiri dan jangan lupa terus memperbaiki diri

be better via http://pexels.com.com

Untukmu yang memiliki hati terlalu peka, mulai sekarang belajarlah sedikit demi sedikit untuk tidak peduli. Memang komentar itu pasti menembus telingamu, tapi cobalah bangun tameng dalam hatimu.

Abaikan komentar yang menjatuhkan dan menciutkan nyalimu. Setiap manusia diciptakan dengan keistimewaan versinya masing-masing. Adapun tolok ukur berupa peringkat adalah standar yang diciptakan oleh manusia. Bukankah Tuhan berkata bahwa yang paling mulia menurut-Nya adalah manusia yang paling bertakwa?

Berdirilah tegak, berjalanlah dengan mantap, dan percaya dirilah dengan menjadi dirimu sendiri tanpa menjadi duplikat siapapun. Sambil jangan lupa untuk terus memperbaiki diri, agar tidak menjadi bagian orang-orang yang merugi!

4. Untukmu yang diberi anugerah ketidakpedulian, kadang kamu harus bersyukur. Tapi, jangan abaikan saran yang membangun dirimu

hati-hati dengan hati via http://thecatniptimes.com

Sebagian orang memang memberi komentar hanya untuk menjatuhkan, tapi sebagian yang lain memberi komentar untuk membangun. Untukmu yang sudah bisa mengabaikan komentar yang melemahkan, bersyukurlah! Kau adalah orang yang kuat sebab mengabaikan memang bukan pekerjaan mudah. Selamat kamu tidak harus pusing memikirkan omongan mereka yang mencemoohmu. Tapi jangan keterlaluan dalam tidak peduli, ya. Untuk perbaikan diri, kamu tetap butuh saran dan evaluasi dari orang lain, terlebih dari orang yang usia dan pengalamannya jauh melebihi kamu.

Jangan sampai kamu menjadi angkuh karena ketakpedulianmu yang terlalu.

5. Tetapi, berlapang dadalah jika ada yang bilang, ‘dasar manusia nggak peka!’

Seseorang yang cuek atau tidak peduli biasanya akan sering sekali diprotes tidak peka.

Sebenarnnya bukan tidak peka, tetapi seringkali malas menunjukkan kepekaannya. Orang-orang seperti itu biasanya menunjukkan kepekaannya dengan cara lain, atau lewat jalan belakang karena dia malas kepekaannya diketahui orang lain.

Bagaimanapun meski hatimu sudah terlatih untuk tidak peduli pada banyak hal, tapi kepekaanmu akan lingkungan sekitar juga harus dijaga, ya. Jangan sampai teman-temanmu jadi menjauhimu karena kamu dianggap tidak peka. Good luck!