1. Si Pengeluh

Si Pengeluh via https://google.com

Teman yang pengeluh hanya menguras energi baikmu. Biasanya dia datang hanya untuk bermuram durja dan membicarakan masalahnya yang seolah-olah tidak ada habisnya. Dia tidak pernah berusaha untuk membangun obrolan positif setiap kali kalian bertemu. Padahal masalah tidak akan selesai jika terus-terusan mengeluh. Sikapnya yang seperti itu bisa saja memengaruhi pola pikirmu untuk pasif mencari solusi jika terlibat masalah. Jangan sampai, lho, dear!

2. Tukang pamer

Yakin hidup kamu bahagia kalo masih suka pamer? via http://google.com

Menggembar-gemborkan apa yang dimiliki untuk membuat orang lain terkesan? Huh, itu kekanakkan dan menyebalkan. Teman yang seperti ini tidak akan pernah mengajarkanmu cara rendah hati dan hormat pada orang lain.

3. Si Licik

Si Licik via https://google.com

Advertisement

Seperti lintah, dia akan menghisapmu sampai kering dan hanya datang di saat dia membutuhkanmu. Si Licik adalah tipe teman the taker yang hanya suka menerima bantuanmu, tapi tidak pernah mau memberi hal yang sama ketika kamu yang butuh. Tipe teman yang akan meninggalkanmu ketika dia sudah menemukan orang lain yang lebih asik. Yakin masih mau mempertahankan teman yang begini?

4. Si Pembohong

berbohong untuk menghasut orang lain itu nggak keren sis! via http://google.com

Siapa, sih, yang suka dibohongi? Apalagi sama teman sendiri. Coba lihat-lihat sekelilingmu lagi. Barangkali kamu punya teman yang sering mengatakan kebohongan dan suka memanipulasi keadaan. Mungkin bahkan ada yang bersikap seolah dia adalah pendengar yang baik tapi kemudian melebih-lebihkan cerita yang didengarnya darimu kepada orang lain. Itu berbahaya, dear! Kamu bisa kena fitnah gara-gara dia.

5. Tukang Gosip

Gossiping via http://google.com

Pada dasarnya bergosip bukan hal yang positif, dear. Jadi kalau kamu punya teman yang suka membicarakan tentang keburukan orang lain, mendramatisir rumor seolah itu adalah fakta, sebaiknya kamu harus waspada. Kalau orang lain saja bisa dia gosipin dengan mudah begitu, kenapa kamu pikir dia tidak bisa melakukan hal yang sama terhadapmu?

6. Si Sombong

Si Sombong via http://google.com

Teman yang percaya diri itu bisa membawamu menjadi lebih positif. Tapi ingat, kamu harus bisa membedakan antara teman yang percaya diri dengan teman yang sombong. Kalau temanmu cenderung mengintimidasimu dan menciptakan keresahan dalam hubungan kalian tersebut, mungkin dia tipe si sombong. Jangan lupa, lihat lagi apakah dia sering gembar-gembor soal kelebihannya? Kalau iya, selamat, dia dapat satu predikat lagi; Big Talker.

7. Tukang Nge-judge

Judging people doesn’t make you any better via http://google.com

Tipe teman seperti ini biasanya suka mencari-cari kesalahan orang lain untuk kemudian dihakimi sesuka hati. Dia bukan tipe yang memberi pendapat atau kritik membangun, melainkan tipe yang akan menodongkan telunjuknya dan mulai mencela. Dia bukan pendengar maupun penghubung yang baik. Orang sepertinya cepat menyimpulkan sesuatu, tidak peduli salah atau benar, dan senang melihatmu terluka dengan penilaiannya tersebut. Bukan hal yang positif, bukan?

8. Si Promise Breaker

Lelah sama janji-janji dia via http://googe.com

Sering batalin janjinya bareng kamu di menit-menit terakhir? Bisa dipastikan temanmu itu si promise breaker. Dia tidak bisa konsisten pada apa yang dia janjikan dan tidak bisa dipercaya. Hal itu tidak akan memberimu pelajaran positif sama sekali, dear. Dia saja tidak menghargai janjinya, apalagi keberadaanmu?

9. Drama Queen

A note for drama queen via http://tumblr.com

Dari daftar di atas, mungkin ini yang paling menyebalkan. Teman yang super drama. Ada saja sesuatu yang bikin dia nggak bahagia sama hidupnya dan anehnya, dia selalu punya seseorang untuk disalahkan. Caranya menyikapi masalahnya biasanya berlebihan, seolah hanya dia seorang di muka bumi ini yang punya masalah sangat berat. Dia suka mempertanyakan keadilan Tuhan padanya alias jarang bersyukur. Yang lebih ngeselin lagi, teman drama queen kayak gini sering playing victim. Bayangkan saja, dia yang bersalah tapi dia bersikap dramatis dan membuat seolah orang lain yang harus meminta maaf padanya. Kamu masih mau mempertahankan teman yang begini? Seriously, dear, buanglah orang-orang negatif pada tempatnya.

10. Si Vampir

Ugh, exhausting! via http://google.com

Hampir mirip dengan Si Pengeluh, Teman Vampir biasanya sangat bergantung padamu untuk dukungan emosinya yang labil. Dia mungkin ada di saat teman-temanmu yang lain sibuk, tapi sikapnya yang suka merepotkan orang lain itu bisa menguras energimu. Itulah kenapa dia disebut dengan si vampir. Dia akan selalu meminta pendapat tentang hal-hal yang bahkan sama sekali nggak penting cuma untuk mengenyangkan emosinya. Intinya adalah dia punya masalah serius dengan caranya mengendalikan emosi. Itu benar-benar nggak bagus untuk energi positifmu.

11. Si Muka Dua

Fake friends lead you to nowhere via http://google.com

Semua yang dia tampakkan adalah palsu. Sebenarnya dia punya pisau di balik punggungnya yang ingin banget dia tancapkan di punggungmu. Tipe yang nggak akan ikut bahagia kalau kamu bahagia dan bakal bahagia kalau kamu sengsara. Masih betah sama dia?

12. Si Pemalas yang nggak punya impian

The non dreamer via https://www.google.com

Saat kamu memutuskan untuk beranjak dari hidup yang lama dan ingin segala sesuatunya lebih positif, kamu harus mendapatkan dukungan dari orang-orang di sekitarmu, bukan? Si Pemalas yang nggak punya Impian ini mungkin bukan salah satu dari mereka yang bersedia melakukannya untukmu. Gimana nggak, untuk impiannya sendiri saja dia malas berjuang, lalu apa menurutmu dia akan bersuka cita mendukungmu?

Menghindari orang-orang yang sedikit banyak mengisi peran-peran penting dalam hidupmu memang tidak mudah. Namun jika mereka tidak bisa menyokong keinginanmu untuk berubah, lantas apakah kamu tetap bersikeras berkubang di lubang yang sama selamanya? Ambil langkah kecil, keluar dari lingkaran itu. Jika perubahan positifmu berhasil, mungkin tidak hanya dirimu yang termotivasi, tetapi mereka juga.

Memang, sejatinya tidak ada manusia yang sempurna. Menemukan teman yang baik hati tanpa cacat seperti malaikat tentu kedengarannya mustahil. Menghindarinya bukan berarti kamu harus memusuhinya. Kamu hanya tidak berbagi cara yang sama saja dalam menyikapi beberapa hal. Mungkin dia bukan lagi teman baikmu, tapi dia bisa menjadi kenalanmu yang mengesankan sebagai gantinya. Semoga perubahanmu ke arah positif berhasil. Tetap semangat, dear!