"Cita-cita kamu itu terlalu tinggi, udah lah nggak usah muluk-muluk kalau punya mimpi! Mau jadi model tapi badan gendut gitu, kulit kamu juga gelap ngga cocok lah, muka juga nggak cantik-cantik amat, mending kamu cari cita-cita lain yang lebih realistis aja deh ya." Hal-hal semacam itu yang kerap kali tanpa sengaja sering kita dengar dari orang lain saat kita menceritakan mimpi kita.

Membicarakan mimpi kita kepada teman, sahabat, bahkan keluarga memang tidak salah, bahkan itu justru baik karna mereka bisa memotivasi kita untuk tetap fokus mengejar tiap impian kita, tapi terkadang tidak sedikit orang yang meragukan mimpi kita. Sadar atau tidak perkataan pesimis yang mereka lontarkan kepada kita bisa cukup mempengaruhi mimpi kita, bahkan tidak jarang mimpi tersebut justru berubah menjadi kerdil.

Mendengarkan pendapat orang lain bahkan meminta masukan dari orang-orang sekitar kita tidak salah. Hal itu justru bisa memperkaya referensi kita, tapi ada beberapa hal yang perlu diingat, pendapat orang lain tidak bisa menjadi tolak ukur mimpi kita. Mimpi ini adalah milikmu, oleh karna itu hanya kamu yang bisa mewujudkannya menjadi nyata, bukan dia ataupun aku, tapi kamu sendiri.

1. Menceritakan Mimpi Boleh Saja Tapi Mewujudkannya Adalah Tanggung Jawabmu

Tanggung Jawab kita yang pikul via https://natadirja.wordpress.com

Mimpi dan khayalan adalah dua saudara kembar yang berbeda, mimpi yang terarah akan melahirkan cita-cita, sedangkan mimpi yang tak berwujud hanya sebuah khayalan dan selamanya hanya akan begitu. Perlu aksi untuk menggubah khayalan menjadi mimpi dan perlu tekad kuat untuk mewujudkan mimpi itu. Jika hak pemimpi adalah bermimpi, maka mewujudkan mimpi adalah tanggung jawab yang pemimpi.

2. Menjaga Mimpi Sama Seperti Menjaga Bara Api

Bara Api via https://pixabay.com

Percikan api dalam hidup manusia adalah rasa antusias. Tugas kita ialah menjaganya untuk tetap ada. Sebuah mimpi bisa membangkitkan gairah hidup dalam diri manusia, jangan biarkan ia padam sebelum bara itu berubah menjadi api. Tidak perlu menunjukan kepada dunia terlebih dahulu, mulai dari dirimu sendiri, jika kau saja tidak yakin pada mimpimu maka sia-sia lah waktu yang kau gunakan selama ini. 

3. Batas Usia Bukan Halangan Untuk Mewujudkan Mimpi

Advertisement

Mimpi tidak mengenal batas usia, mimpi hanya mengenal batas usaha. Muda bukan halangan untuk bermimpi besar dan Tua bukan halangan untuk bermimpi sederhana. Jika ada yang mengatakan mimpi kita terlalu besar untuk kita yang masih muda, jangan dengarkan mereka, jadikan perkataan mereka sebagai anak tangga untuk membantu kita mewujudkan mimpi. Bukankah menjawab dengan hasil jauh lebih bernilai dibanding hanya menjawab dengan perkataan? Terkadang kita hanya cukup mendengar tanpa harus membantah.

4. Bumi Ini Dipenuhi Oleh 20% Pemenang & 80% Pecundang

pemenang vs pecundang via https://sitiojimbo.wordpress.com

Hanya karna kita berbeda dari dunia bukan berarti kita salah. Sama seperti garam yang berguna untuk mengasinkan, kehadiran kita yang berbeda dari yang lain sama seperti garam ditengah air yang tawar. Jangan takut dinilai aneh, hampir seluruh tokoh dunia memulai penemuannya dari mimpi bahkan orang-orang disekeliling mereka memberikan cap gila kepada mereka. Menjadi gila terkadang dibutuhkan untuk melahirkan ide briliant.

5. Saya Bisa Menjadi Apapun yang Saya Mau

kata-kata motivasi via https://www.dewiflorist.com

Kita adalah apa yang kita pikirkan tentang diri kita, jangan biarkan kata-kata pesimis membunuh motivasi kita, karna terang tidak pernah kalah dari kegelapan. Terang ibaratkan motivasi dan pesimis ibaratkan gelap. Tidak ada satupun gelap yang dapat menutupi terang walau hanya setitik, satu-satunya yang dapat membunuh terang adalah terang itu sendiri. Jika ia menjadikan dirinya gelap maka gelaplah terang itu.