Kita tahu bahwa zaman semakin maju dan berkembang. Teknologi yang sekarang kita pakai udah genius banget. Apapun yang kita lakukan dikeseharian kita udah terbiasa banget pake gadget. Itu gak menutup kemungkinan bahwa beberapa perilaku kita udah terpengaruh sama yang namanya teknologi, internet apalagi sosmed yang udah mendarah daging di semua lapisan masyarakat mulai dari yang masih kecebong ampe udah tua.

So.. apa kita mau anak kita kelak gampang terpengaruh sama konten-konten di internet, ya kalo positif, kalo negatif? Apa kita juga mau anak kita lebih buruk dari kita? kan enggak.

1. Selalu jalin komunikasi sama buah hati

Berkomunikasilah dengan baik, sehingga jangan ada batas diantara orang tua dan anak. Apapun yang membuat kalian gundah setidaknya jangan pernah lampiaskan amarah kepada sang buah hati. Karena ketika pelampiasan dari peran orang tua yang buruk terhadap anak, maka mental lah yang menjadi sasaran empuk. Kita tidak pernah tau apa yang mereka lakukan diluar sana, hal positif atau negatif bisa saja mereka sembunyikan maka didik mereka dengan menghindari amarah. Apalagi kalau tau berapa jika mereka mendapat nilai akademik yang cukup buruk, maka carilah solusi untuk mengatasi. Ingat, mereka adalah kita saat kita muda, pasti kita tahu dong apa yang mereka rasakan. Kenali potensi mereka dan jangan terpaku pada tujuan egois kalian terhadap anak

2. Berperanlah sebagai orang tua, tapi juga bisa jadi best friend si buah hati kelak

bestfriend, why not? via http://www.livestrong.com

Jadi best friend buat mereka, why not? Dengarkan keluh kesah mereka, lihat apa yang mereka butuhkan dan inginkan. Buat percakapan santai agar kalian semakin dekat dan tidak ada kecanggungan diantara kalian. Sehingga kalian juga akan lebih mudah ngasih masukan ke mereka, atau mereka juga bisa lebih nurut sama kalian. Siapa tahu kalian bisa lebih dekat dalam membantu proses belajar anak. Karena kalian lebih mudah buat didenger jika sebagai bestfriend buah hati, maka jangan lupa buat selalu nyisipin berbagai hal yang positif tentunya, seperti perkenalkan hal-hal keagaamaan, etika yang baik, dan nilai-nilai positif buat mereka. Jangan lupa untuk tetap menjadi bijak sebagai orang tua dan berperan sebagai orang tua yang baik dan mendidik. Selain itu, ini juga bisa mewaspadai dari lingkungan eksternal anak dimana mereka akan mudah terpengaruh dan terbawa arus. Mungkin menjadi bestfriend mereka, dan mampu mendengarkan mereka tanpa judge akan mampu membentengi mereka dari hal tersebut.

3. Ikutin perkembangan buah hati kalian, kalau si buah hati punya medsos, maka kalian jangan mau kalah

Advertisement

mom and teen via http://www.parenting.com

Jangan mau kalah. Bukan berarti kalian harus jadi unggul dibanding anak, bukan. Maksudnya jika kalian juga memiliki medsos, maka itu cara yang lebih dekat memantau perkembangan anak. Jangan sampai moral anak rusak karena medsos yang ga jelas. Kalian juga bisa tau isi hati mereka yang mungkin tidak dapat mereka sampaikan ke kalian (mereka biasanya lebih sering curhat disosmed). Ini juga metode pengukuran seberapa berhasilkah kalian mendidik anak, pasalnya dengan apa yang mereka share di medsos kalian setidaknya tau dan lebih mengenal sosok buah hati kalian kelak.

4. Kasih motivasi plus pujian, nasehat, dan diperingatkan jika mereka salah

Jika mereka salah ingatkan, berikan solusi yang baik buat mereka, karena tanpa adanya hubungan atau sosialisasi diantara kalian mereka tidak akan mengerti sejauh mana apa yang salah dan apa yang benar. Memarahi mereka tidak akan pernah membuat mereka merasa nyaman, bahkan mereka akan mengatakan terus menerus bahwa mereka adalah benar. Maka nasehatilah sebaik mungkin dan buat mereka tetap nyaman agar mereka tetap mau mendengarkan kalian tanpa beban. Motivasi juga mereka butuh, maka jangan sungkan-sungkan kasih motivasi, setidaknya walaupun kalian bukan motivator, kalian bisa jadi ‘’ Mario Teguh’’nya anak kalian kelak dan itu sangat berguna banget buat anak kalian kelak, karena proses tumbuh kembang anak akan sangat tergantung pada apa yang kalian berikan sebagai orang tua. Pujian juga perlu lho.. biar anak –anak bisa dengerin nilai-nilai positif, pujian juga jangan berlebihan, sewajarnya aja. Cari cara gimana biar pujian itu bisa mendongrak rasa percaya diri anak sehingga mereka bisa terus bisa mengembangkan potensi diri mereka. Seperti kutipan naskah dalam sebuah film

‘’Ada pepatah berbunyi barang berguna dipakai dengan salah akan menjadi tidak berguna, barang yang tidak berguna jika dipakai dengan cara yang benar maka akan jadi berguna’’

Hal-hal sederhana ketika kalian sebagai orang tua dapat mengekspresikan dan bertindak kecil sekalipun mungkin dapat berguna untuk perkembangan anak dan pendidikannya dimasa depan. Semua yang akan kalian lakukan diatas adalah bagaimana kalian membentuk karakter mereka dari usia dini hingga pertumbuhan dan selama mereka masih bersama dengan kalian akan mempengaruhi potensi mereka dan bakat mereka yang juga berpengaruh pada pendidikan termasuk pendidikan moral hingga akademis mereka.

5. Jangan sepenuhnya menyerahkan begitu saja tanggung jawab terhadap anak dengan lembaga sekolah

Sekolah juga bertanggung jawab sama pendidikan dan perkembangan anak. Tapi jangan salah, tanggung jawab ini tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada mereka sebagai pihak eksternal. Karena walaupun sekolah berkewajiban, tapi kalian lah yang memiliki peran lebih besar terhadap perkembangan sang buah hati. Aturan sekolah akan lebih terintegrasi jika kalian sebagai orang tua juga ikut berperan dalam mendidik sang buah hati dengan bijak. Mimpi dan masa depan sang anak juga tergantung dari bagaimana kalian berperan sebagai orang tua.

’’ beri mereka keberanian untuk meraih mimpi mereka’’