Selamat pagi. Selamat menikmati sinar mentari lagi. Kuucapkan selamat hari Ibu untuk bidadari hati Ibu Susiyani dan Ibu Enik Sukismiyati. Selamat hari Ibu pula untuk seluruh ibu di muka bumi.

Melalui coretan ini, aku ucapkan terimakasih. Terimakasih untuk luapan cinta kasihnya yang tak pernah surut. Terimakasih pula untuk perhatian yang tak pernah padam, serta terimakasih untuk segala bimbingan hingga aku dapat tumbuh dewasa hingga seperti saat ini. Apapun keadaanku sekarang, semua tak lepas dari doa dan dukunganmu, Ibu. Ketulusan dan kasih sayangmu tiada tara, Terimakasih untuk para ibu di dunia yang selalu ada di setiap duka dan bahagia

Sosok ibu memang tak ada duanya. Mengasihi tanpa pamrih, serta menyayangi penuh kasih. Jika ada hari untuk membalas segala sesuatu yang telah diberikan Ibu kepadaku, maka bagiku setiap hari adalah Hari Ibu.

1. Bertaruh nyawa baginya tak apa apa. Yang diinginkan hanyalah membuat buah hatinya tumbuh dan bahagia

Sembilan bulan kau berkembang di rahimnya. Tumbuh dan membesar dengan elok di perutnya. Hingga ada saat dimana Ibu harus berjuang mengalahkan maut. Dia tak peduli nyawanya terenggut untuk dapat memberimu hidup. Dan kau tau? Perjuangannya tak hanya berhenti saat melahirkanmu. Dia juga harus merawat, mendidik, dan mengajarkan sesuatu. Ibu, dia tak pedulikan semua rasa lelahnya, dia juga tak mengeluh karena kau banyak menyita waktu tidurnya. Bahkan ketika kau dewasa, kasih sayangnya terus saja tak terhingga.

2. Keajaiban tangannya, selalu memberi kesembuhan di setiap luka

Kebahagiaannya jelas terlukis saat masa kecilmu dulu. Ibu mengajarkanmu berbagai kata, ibu melatihmu merangkai kalimat sederhana, hingga akhirnya kau bisa bicara dengan sempurna. Tak hanya itu, ingatkah saat kau belum bisa berjalan? Dia menopang kedua tanganmu, mengajarkanmu tertatih. Hingga akhirnya kau dapat berpijak dengan erat dan mulai berlari melepas genggaman tangannya. Dia tak hanya bahagia melihatmu berlari, ada beberapa denting khawatir menyelimuti dadanya. Berbagai kecemasan mulai terlintas di benaknya. Ibu takut kau tergelincir dan terluka karenanya. Namun, taukah kau ketika hal itu terjadi? Dengan tangan ajaibnya dia memberikan kesembuhan di setiap luka. Kemudian mengajarkanmu cara untuk bangkit dan kembali berlari melupakan semua rasa sakit.

3. Karena Ibu adalah teman ter-setia yang selalu ada sejak sebelum kelahiranku, hingga akhir hayatku

Advertisement

Selain berstatus sebagai ibu, dia juga bisa mengkondisikan untuk menyulap dirinya menjadi seorang teman. Teman ngobrol, teman bercerita, hingga teman berkeluh kesah. Ibu mampu mendengarkan lebih banyak dari yang kita bayangkan. Ibu mampu menampung semua emosi serta luapan kesedihan. Selain itu, ibu adalah teman tersetia bagiku. Dia selalu ada sejak sebelum kelahiranku, hingga akhir hayatku

4. Ibu adalah seseorang yang dapat mendengar apa yang tidak ku katakan, dan memahami apa yang tidak ku ucapkan

Kau pasti pernah mengalami masa dimana tak seorangpun yang dapat mendengarkanmu. Kau seperti kehilangan kepercayaan untuk mengungkapkan semua permasalahanmu. Kadang ketika kau begitu banyak menjelaskan kepada seseorang, tak ada yang mengerti. Tapi ibu? Bahkan ketika kau hanya diam mematung menatapnya dengan tatapan kosong, ibu dapat mengertimu. Dia mampu mendengarkan yang tak kau katakan, dan memahami sesuatu yang tak kau ungkapkan

5. Ibu adalah wanita pemilik surga di bawah telapak kakinya

Bukan rupanya, tapi ketulusannya. Bukan pula kemewahannya, tapi cinta kasihnya. Ibu adalah wanita yang sederhana. dia tak banyak menginginkan kemewahan dunia. Karena baginya, dunianya adalah buah hatinya. Mengandung hingga melahirkan, mendidik dan mengajarkan segalanya bukan dianggap sebagai tugasnya, melainkan sebagai hobi istimewanya. Ibu mampu mengurus segalanya. mengurus rumah tangga terlebih kepada anak-anaknya. Jika ingin kau bayangkan, lelah dan keringatnya tak kan mampu kau balaskan.Begitulah perjuangannya, sehingga Allah menitipkan surga di telapak kakinya. Bukan untuk di sembah, melainkan untuk selalu berbakti kepadanya.

6. Berkat dukungan dan doanya, kau bisa meraih segalanya

Ibu, adalah tempat belajar pertama bagi anak-anaknya. Tempat pertama melatih otak dan pemikiran baru untuk yang pertama kalinya ketika telah sampai di dunia. Berjalan,biIcara, hingga mengajarkanmu perilaku dan akhlak yang baik supaya buah hatinya tumbuh menjadi seseorang yang kelak tak hanya pintar, namun berbudi luhur dan berguna bagi sesamanya. Tanpa Ibu, sebenarnya kau bukanlah apa-apa.Bagai seonggok ranting diantara puluhan Dahan. Dukungan dan doanya-lah yang membawamu kepada pencapaian yang sebenarnya