Ujian Nasional baru saja usai. Adik, sepupu, atau bahkan dirimu sendiri boleh jadi salah satu pejuang yang berjuang mati-matian di meja pertarungan. Nilai baik dan status kelulusan jadi hal yang diidamkan.

Tapi sebenarnya keberhasilan di Ujian Nasional jadi pintu baru bagi perjuangan selanjutnya. Mencari universitas dan jurusan kuliah yang paling sesuai jadi PR yang perlu dilakukan selepasnya.

Agar tak salah langkah, dalam artikel kali ini Hipwee ingin memberikan beberapa cara agar kamu bisa tepat memilih jurusan yang sesuai dengan minatmu. Mau tahu apa saja langkahnya?

Tanyakan apa yang paling ingin kamu lakukan setiap hari di masa depan. Karena kuliah adalah saat paling tepat untuk mulai mengejar impian

Tanyakan kepada dirimu kemana kamu akan melangkah via pixacube.com

Kamu harus benar-benar mengerti apa yang akan kamu lakukan di kemudian hari. Jangan sampai kamu hanya ikut-ikutan teman, menuruti kata orangtua, atau bahkan hanya sekedar gaya-gayaan masuk ke jurusan tertentu. Kamu tak boleh berjudi untuk kehidupan dan cita-citamu di masa datang.

Advertisement

Misalkan kamu jagi di bidang matematika, langkahkan kakimu untuk masuk ke jurusan-jurusan eksak. Dan jika kamu pandai dalam hal ilmu sosial, tak ada salahnya masuk ke jurusan sosial. Atau mungkin kamu memiliki jiwa petualang dan suka tantangan? Masuk ke sekolah penerbangan mungkin cocok untukmu.

Lakukan riset kecil untuk mengulik jurusan yang menarik hati. Cari review, baca testimoni

Manfaatkan internet via snews.com.au

“Kuliah tak hanya Ekonomi, Hukum, Kedokteran, maupun Teknik. Ada banyak ilmu-ilmu diluar sana yang menjanjikan masa depan cerah jika kamu bersungguh-sungguh”

Jika kamu mau membuka mata, ada banyak jurusan-jurasan yang menawarkan berbagai macam disiplin ilmu yang tak kalah menarik, dan tentunya juga sama-sama dapat membuatmu sukses di kemudian hari. Manfaatkanlah internet untuk melakukan riset kecil-kecilan terhadap jurusan yang ada di univeritas.

Desain Grafis, Desain Interior, Sastra, Fotografi, Sinematografi—dan banyak jurusan lain diluar sana— adalah sebagian kecil contoh jurusan yang tak banyak diketahui oleh para orangtua, dan para calon mahasiswa. Buka wawasan dan pikiranmu, manfaatkan forum-forum di internet yang banyak memberi info mengenai jurusan yang ada di universitas, masuk ke beberapa laman universitas dan cari tahu mata kuliah apa yang diajarkan di jurusan tersebut.

Jangan hanya tergiur dengan iming-iming gaji besar setelah lulus nanti, tapi pastikan kamu memang benar-benar mengikuti kata hati

Jangan tergiur dengan gaji besar via flickr.com

“Aku ingin masuk jurusan A karena sepertinya keren bekerja sebagai XXX”

“Cewekku masuk jurusan B, karena kita sehati, jadi aku juga pengen masuk jurusan B”

Selama ini, jurusan yang paling melekat di kepala orang-orang adalah jurusan yang telah Hipwee sebutkan diatas. Bahkan banyak yang menganggap bahwa orang yang kuliah di jurusan tertentu seperti pertambangan maupun kedokteran adalah seorang demigod alias calon orang sukses.  Padahal, arti sukses sendiri tak bisa diukur dari pekerjaan maupun besar gaji yang diterima.

Ingat kawan, masa kuliah bukanlah masa untuk “gagah-gagahan” supaya ingin terlihat keren dimata orang lain. Jangan sampai pula kamu hanya ikut-ikutan masuk jurusan tertentu karena teman-temanmu banyak yang masuk kesana. Itu artinya kamu belum mengetahui cita-citamu, kamu belum tahu kemana arah hidupmu, dan kamu belum tahu siapa dirimu.

Hubungi sepupu, saudara, atau kakak-kakak kelasmu, serta cari tahu tentang jurusan yang ingin kamu masuki

Hubungi kaka kelasmu, sepeupu, atau siapapun yang duduk di bangku universitas via cyclingabout.com

Tanyakan kepada mereka apa yang akan dipelajari jika kamu ingin mengambil jurusan tertentu. Tak apa jika jurusan yang akan kamu ambil sama sekali berbeda dengan yang diambil oleh saudara atau kakak kelasmu itu. Mereka mungkin memiliki teman yang jurusannya sama dengan apa yang akan kamu masuki, minta mereka untuk menanyakan tentang detail jurusan  yang akan kamu ambil.

Jangan salah mengartikan bahwa masuk ke jurusan Informatika kamu akan langsung bisa belajar desain, coding, maupun meretas sistem keamanan suatu ditus seperti yang kamu lihat di film-film. Mungkin hal tersebut terlihat keren, namun kamu juga harus tahu bahwa proses untuk menjadi seperti itu membutuhkan waktu yang tak sedikit. Kamu mesti belajar mengenai logika matematika, algoritma, serta pemrograman yang tak mudah. Jangan sampai hanya karena hal-hal yang belum kamu tahu itu membuatmu putus ditengah jalan.

Bicaralah pada orangtuamu, dan jelaskan secara detil mengapa kamu ingin masuk jurusan tersebut

Cari waktu yang tepat untuk berbicara dengan ortu via www.sfgate.com

Menentukan jurusan apa yang akan kamu ambil di kemudian hari memang tak lepas dari campur tangan orangtua, karena memang merekalah yang menanggung seluruh biaya kuliahmu nantinya – kecuali jika kamu kuliah dengan biaya sendiri—maka jangan kaget jika ada intervensi dari orangtuamu yang melarang kamu masuk ke jurusan tertentu, dan menganjurkan kamu untuk masuk ke jurusan yang lain.

Cari waktu yang tepat untuk berbicara dengan orangtua. Bisa ketika selesai makan malam, atau ketika bersantai pada waktu sore di teras rumah. Bicarakan hal ini dengan kepala dingin, dan pastikan kamu mampu meyakinkan orangtuamu bahwa jurusan yang ingin kamu ambil ini sesuai dengan kepribadianmu. Bicaralah dengan suara pelan, jangan terkesan menggurui dan jangan memancing perdebatan.

Jika kamu dan orangtuamu masih belum yakin, tak ada salahnya ajak mereka berkosultasi ke Guru Bimbingan Konseling, maupun Psikolog yang bisa membantu

Konsultasi dengan Guru BK maupun Psikolog via www.msjc.edu

Berkonsultasi dengan gurumu disekolah seperti wali kelas maupun guru bimbingan konseling. Utarakan keinginanmu tersebut kepada gurumu disekolah, khususnya guru Bimbingan Konseling atau Guru BK. Mereka pastinya sudah mengetahui kemampuanmu dalam mata pelajaran, dan keseharianmu disekolah.

Jika memang benar-benar masih belum yakin, kamu dan orangtuamu bisa mengandalkan seorang Psikolog – meski jarang sekali yang melakukannya, namun biasanya mereka memiliki pengetahuan lebih mendalam mengenai kepribadian seseorang. Dengan didukung latar belakang pendidikan yang mempuni, tentunya mereka memiliki berbagai macam instrumen untuk mengetahui bakat seseorang.

Jika masih tak tahu harus kemana, tak ada salahnya jika kamu menunggu barang setahun lamanya. Kamu harus ingat, bahwa kuliah tak membutuhkan biaya yang sedikit! Apalagi kampus tak akan memberikan garansi jika memang kamu merasa salah mengambil jurusan kuliah. Gunakan waktu setahun tersebut untuk mengetahui apa yang benar-benar kamu ingini. Mungkin mencuri-curi masuk ke ruang kuliah di beberapa kampus bisa menjadi ide menarik? 🙂