Masih ingat awal pertemuan kita, sejak perkenalan itu aku belum benar-benar berani untuk mengenal orang baru lagi dihidupku, setelah kejadian dimasa lalu ku yang membuat aku sakit.

Kehadiranmu benar-benar membuat aku lupa, bahwa aku pernah merasakan begitu sangat tersakiti. Hingga akhirnya kau datang menawarkan segala kenyamanan ini. Aku memberanikan diri untuk memulai bersama mu bukan tanpa alasan. Kecintaan mu pada agama mu membuat aku jatuh hati pada laki-laki yang baru aku kenal ini. Aku berharap pemahaman mu terhadap agama membuat kamu tahu bagaimana bersikap agar tidak menyakiti orang lain.

Ternyata yang semuanya mudah di awal tidak semudah yang saat ini kita jalani. Seiiring berjalannnya waktu kita saling mengenal dan mengerti satu sama lain. Kehidupan mu dimasa lalu tidak membuat aku mundur untuk tetap menjalani hubungan ini bersamamu. Tapi kehidupanku dimasa lalu ku sungguh sangat mengganggu hubungan ku saat ini.

Ketakutanku yang begitu besar akan kejadian di masa lalu, terbawa dihubungan kita sekarang. Aku sering mencurigaimu, mencemaskan hal-hal buruk akan terjadi lagi. Dan sikapmu yang sangat cuek membuat ku merasa tidak dicintai.

Sampai akhirnya, entah apa yang terjadi atau hanya alasan mu untuk menjauh dari ku. Sejak hari itu aku sudah tidak bisa lagi menghubungi mu. Semua komunikasi terblock, jika alasanmu ini semua terjadi karna telpon gegam mu hilang itu bisa aku terima. Namun, sampai saat ini tak sedikit pun aku terima kabar dari mu. Aku terus mencoba menghubungi mu tapi selalu tidak berhasil.

Advertisement

Sempat aku berpikir apakah tidak sedikit pun terlintas dipikiran mu tentang aku. Apakah kau juga tidak merasakan rindu yang sama seperti ku. Yang aku inginkan hanya bisa bertemu dengan mu, membicarakan segala kejadian yang sebenarnya terjadi. Agar diam mu tak lagi membuatku resah Atau mungkin menurut mu aku akan baik-baik saja tanpa kabarmu. Kamu salah, aku bahkan hampir putus asa dengan nasib hubungan kita.

Hari-hari ku sekarang hanya menunggu kedatangan mu dan sambil terus berdoa berharap kau segera menghubungiku. Yang tak ku tahui lagi harus menghubungimu kemana dengan nomer telpon yang selalu tidak bisa aku hubungi.

Kehilangan kontak untuk menghubungi mu cukup menyesakkan dada, disaat aku baru saja meyakini hati ini untukmu.

Aku berharap ini adalah sebuah ujian kecil dari Tuhan agar kita semakin erat dalam hubungan kita. Jika memang sudah takdirnya, tanpa komunikasi pun Tuhan akan mempertemukan kita kembali. Tidak ada yang lebih romantis ketika dua orang yang saling mencintai, tidak saling bertemu tapi diam-diam saling mendoakan. Semoga doa-doa yang aku lantukan setiap hari membawa mu kembali dengan hati yang masih mencintaiku.