Kamu tahu, perasaan cinta dan sayangku untukmu sangatlah besar, tetapi kamu juga tahu bahwa cinta Kita hanya akan menyakitkan Kita nantinya. Semakin hari, semakin dalam cinta kita, tetapi semakin sakit arti cinta ini kurasa. Kita terlalu memaksakannya, cinta yang sesungguhnya tumbuh dari hati, bisa menerima kekurangan masing-masing kita, dan bukan dipaksakan. Aku sangat mencintaimu, tetapi jika aku tidak melepasmu, kita hanya akan menyakiti hati masing-masing.

Apakah kamu tahu, aku bertahan dari sakit ini untuk membuatmu bahagia? tapi pada akhirnya, kita sama-sama merasakan sakit itu.

Sakit itu kita yang ciptakan, karena kita terlalu memaksakan cinta itu. padahal sudah sangat jelas, Jalan kita berbeda. tetapi sampai saat ini pun kita tidak bisa menemukan apa jalan keluar untuk terus mempertahankan hubungan kita. karena aku tetap keras pada jalanku, dan kamu juga demikian, beginilah akhir dari hubungan kita. walau sakit, walau berat, tidak rela melepasmu, aku masih sayang kamu, aku masih sangat membutuhkanmu, aku terlalu bersandar padamu, kamu adalah tawa dan lukaku, dan inilah jawaban dari segalanya.. Kita tetap harus berpisah, dengan air mata yang menyelimuti hati kita..

Kau dan Aku tahu, bahwa cinta tidak harus selalu memiliki. karena apa yang kita alami saat ini demikian. walaupun aku mencintaimu, tetap aku tak bisa lagi memilikimu. kamu sendiri yang berkata padaku, bahwa cinta tidak harus selalu memiliki, bahwa kita tidak selalu dipersatukan dengan orang yang kita cintai orang yang kita usahakan, dan orang yang paling berjuanglah yang akan paling terluka, dan itu juga yang terjadi pada hati kita. aku tahu pura-pura cuek, pura-pura jual mahal dan tidak peduli itu susah, apalagi itu semua tentang kamu. aku sungguh tidak bisa berpura-pura lupa semua tentang kita. aku masih sangat ingin berpegang padamu..

Sederas apapun air mata ini mengalir tetap tidak akan menahanmu disisiku. setegar apapun aku mendengar inilah jalan di akhir kisah kita, tetap tidak akan membuatku kuat menghadapi kenyataan. kamu bukan lagi milikku, aku cuma berharap perpisahan kita dapat mengajarkan kita apa itu kedewasaan. walau kita bersikeras pada ego kita sendiri, kita lebih mementingkan jalan kita masing-masing tanpa mengedepankan toleransi diantara kita, aku tetap harus berpikir dengan jernih bahwa perpisahan kita bukan lah akhir dari segalanya.. mungkin benar, Tuhan menitipkan seseorang yang bersanding disisiku itu tidak dengan sia-sia, tidak dengan tanpa alasan. kamu ada buatku walau hanya sesaat, kamu tetap memiliki alasan mengapa kamu ada disisiku.

Advertisement

karena setiap pertemuan yang Tuhan ciptakan, akan selalu ada perpisahan disela itu..