Begitu banyak bunga yang ada di taman itu, indah dan sangat wangi aromanya. Keindahan bunga itu membuat orang-orang yang ada di sekitarnya ingin sekali memetiknya. Keindahannya menyejukkan hati, keharumannya menenangkan jiwa. Terlebih lagi tidak ada bunga seindah itu di tempat lain. Hanya ada disini, bunga itu tumbuh di taman ini. Entah mengapa ada yang aneh dari bunga itu, mungkin bunga yang lain tidak memiliki duri tajam yang melekat di tangkainya, tapi bunga ini sangat berbeda, tangkainya di penuhi oleh duri-duri tajam, seakan melindunginya dari orang-orang yang hendak mengambilnya. Ketika seseorang ingin memetiknya, orang itu terluka. Tidak berniat untuk menyakitinya, karena bunga cantik itu tahu kalau ia pasti akan dibuang begitu saja ketika ia layu, ketika ia tidak wangi lagi ia akan di lemparnya ke tempat sampah, dan ketika ia sudah puas mendapatkan apa yang di inginkan, si bunga tidak akan pernah dipandangnya lagi. Hingga layu dan tidak secantik ketika ia ada di taman itu.

Bunga itu mungkin aku, bunga itu mungkin memiliki kisah yang sama denganku. Yang berusaha memberikan ketulusan dan kepercayaan, tapi akhirnya cinta ini tidak bisa aku pertahankan lagi. Tapi, akankah aku memasang duri tajam di hatiku, yang setiap saat melukai orang-orang yang ingin menyakitiku? Apakah aku harus menutup pintu hati ini ketika ada seseorang yang ingin menjagaku? Tidak. Jika aku memasang duri-duri ini, tentu luka yang akan aku dapatkan. Jika aku menutup pintu hatiku, selamanya aku akan berada dalam kesendirian. Selamanya aku akan berada di lorong yang gelap tanpa cahaya dan aku tidak akan pernah melangkah ke depan.

Ketika rasa sakit datang begitu saja, menusuk hatiku dengan belati yang sangat tajam, membuat diriku tidak bisa bangkit lagi. Saat itu juga, aku buat diriku menangis, aku buat diriku tenggelam dalam kesedihan. Aku menangis sejadinya. Seakan menghabiskan kesedihan yang telah menimpaku. Mungkin inilah yang dirasakan oleh bunga itu, yang dipetik sesukanya tanpa dirawat dan dijaga dengan baik. Dan itu juga menimpaku. Membiarkan tangis tu pecah, sampai dunia tahu tentang sedihku. Menangislah hingga kau lelah menangis, habiskan kesedihanmu saat itu juga. Terbenam dalam tangis dan berikan ruang untuk kesendirian ini.

Hingga akhirnya dia yang selalu melihatmu akan datang membawa sejuta senyuman, sejuta kebahagiaan. Mengelurkan tangannya ketika kau terjatuh dan menghapus setiap tetes air yang jatuh dari mataku. Biarkan dia memberikan senyum terbaiknya, biarkan dia masuk dalam hidupmu untuk menghiburmu. Tidak, kali ini tidak akan ada yang mencoba menyakitimu. Jangan memasang duri, karena itu akan melukainya. Jangan tutup pintu hatimu biarkan ia masuk ke dalam sedihmu. Karena cahaya yang ada dalam dirinya menerangi jalanmu untuk melangkah maju. Percayalah dia akan selalu datang ketika saat kau terluka, membawa sejuta kebahagiaan dan melindungimu dari orang-orang yang akan menyakitmu. Tetaplah melangkah, cinta itu akan datang di saat yang tepat. Dan bunga itu akan di jaga dan di rawatnya. Percayalah dia yang tulus akan datang padamu. Tidak akan membiarkanmu layu, tidak akan membiarkanmu sakit, tapi akan menjagamu, merawatmu dan menyembuhkan lukamu.

"Cinta itu akan datang membawa sejuta mimpi, ketulusan, dan kebahagiaan untukmu yang telah lama terbenam dalam kesedihan"