Dulu aku tak pernah tertarik dengan kehidupanmu.Bahkan untuk mengetahui namamu saja sudah cukup bagiku.

ahh…itu memang masalalu.Tapi kau ini juga teman masa laluku yang datang kembali dimasa depan yang tak mudah ini.

Jika dipikir-pikir sulit untuk membayangkannya.Tak ada sedikit pun dibenakku,jika kau kini menjadi teman yang sangat membantu,dan setidaknya hatiku sudah tidak begitu terpuruk seperti sebelumnya.Terima kasih.

"ya..kita bertegur sapa saat ini,padahal dimasa lalu aku ingat,aku tak pernah menyapamu,begitu juga dengan dirimu"

Aku tak pernah berfikir jika sosokmu mempunyai sifat peduli.Sebelumnya aku berfikir mungkin kau adalah sosok yang acuh dan mungkin juga sebaliknya kau menilai diriku.

Advertisement

Kini perjumpaan yang tak langsung ini menceritakan bahwa cerita masa lalumu dan diriku memang berbeda walau ada hal yang sedikit sama yaitu pernah tersakiti.

"entahlah.Kau datang kini memang hanya sebagai teman.Bukan teman baru.Tapi memang kau teman lama yang menawarkan kedamaian dihati saat ini.Bagimu ini sangat berlebihan mungkin.Tapi biarlah"

Setelah ini aku tidak tahu apa yang akan terjadi berikutnya.Jika memang menjadi teman yang seperti ini memang baik adanya.Bolehkah kau menerimaku sebagai teman yang tidak hanya datang saat aku sedang terpuruk?

Jika toh pada saatnya kau akan memiliki seseorang,aku harap kau tidak lupa akan diriku yang sering kau bilang aku sangatlah cengeng dalam urusan hati.

Dan aku berharap seseorang yang baik akan datang padamu.Dan menyembuhkan lukamu yang aku sendiri tak tahu seperti apa lukamu dimasa lalu.Apakah lebih menyakitkan dariku atau malah sebaliknya.

"Terima kasih untuk waktu yang telah kau sempatkan untuk cerita hatiku yang benar-benar tak penting ini."

Untukmu yang jauh disana.